Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Kesalahpahaman Picu Perang Dagang

Edy Purnomo

Jumat, 05 Juli 2019 - 15:39 WIB

Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dengan China oleh AReview Design
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dengan China oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Kesalahpahaman, terutama di tingkat pemerintah, telah menjadi penyebab utama perselisihan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Perselisihan perdagangan dapat diselesaikan jika pemerintah menjauhkan pendekatan konfrontatif dan menemukan solusi damai yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan.

Paul Romer, peraih hadiah nobel ilmu ekonomi 2018, berpendapat masalah mendasar adalah kesalahpahaman ini tentang apakah ada kesepakatan tentang peran pemerintah.

Menurut Romer, seperti dikutip China Daily, fakta bahwa Pemerintah AS meminta China untuk mengubah pemerintahannya sebagian disebabkan oleh kesalahpahaman yang meluas. Anggota sistem WTO berasumsi bahwa semua anggota telah sepakat untuk pindah ke sistem negara yang pemerintahannya tidak terlalu mencampuri urusan ekonomi.

"Faktanya, kesepakatan seperti itu tidak pernah tercapai," Jiao Tong dari Universitas Shanghai.

Selama ini, menurut Romer, Amerika Serikat telah menegakkan model negara yang meminimalkan campur tangan bisnis. Sebaliknya, beberapa negara lain mengadopsi peran pemerintah yang lebih aktif dan kuat.

Romer menyebut kesalahpahaman ini sebagai fiksi yang nyaman. Untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dan melanjutkan perdagangan bebas, Pemerintah  AS perlu bersikap realistis tentang kebenaran bahwa tidak ada kesepakatan mengenai peran pemerintah.

WTO dapat menyusun aturan perdagangan yang bekerja untuk semua jenis pemerintahan yang berbeda. "Saya pikir berbagai jenis pemerintahan dapat hidup berdampingan, dan mereka masih dapat berdagang satu sama lain," kata Romer.

Perselisihan perdagangan yang berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir menghalangi dunia untuk mendapatkan keuntungan penuh dari perdagangan bebas. Konflik dagang juga merusak prospek dengan menekan pertukaran ide internasional.

Pada April 2019, Dana Moneter Internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global pada 2019 menjadi 3,3%. iMF memasukkan eskalasi ketegangan perdagangan selanjutnya dapat semakin memperlemah pertumbuhan.

Sektor perdagangan mungkin tidak memberikan jumlah stimulus yang sama untuk pertumbuhan tahun-tahun mendatang seperti  di masa lalu. Setiap sektor ekonomi harus fokus untuk mendorong pertumbuhan alternatif, terutama meningkatkan produktivitas dan keterampilan semua pekerja.

China, misalnya, harus berpegang teguh pada kebijakannya untuk memastikan bahwa setiap orang yang ingin bekerja dan belajar berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan itu haruslah memberikan peluang belajar yang lebih baik di daerah perkotaan.

China telah menciptakan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan dengan  sangat baik. Meski begitu, China masih memiliki ruang untuk membuat lebih banyak peluang di perkotaan bagi semua orang.

Tingkat urbanisasi China di daerah perkotaan adalah 59,58%, jauh di atas empat dekade lalu yang hanya 20,%. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari 70% pada 2035. Di negara maju, rata-rata kaum urban  sekitar 80%.

Selama lima bulan pertama, data NBS menunjukkan tingkat pengangguran negara yang disurvei di daerah perkotaan rata-rata 5,1%.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…