Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Kesalahpahaman Picu Perang Dagang

Edy Purnomo

Jumat, 05 Juli 2019 - 15:39 WIB

Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dengan China oleh AReview Design
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dengan China oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Kesalahpahaman, terutama di tingkat pemerintah, telah menjadi penyebab utama perselisihan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Perselisihan perdagangan dapat diselesaikan jika pemerintah menjauhkan pendekatan konfrontatif dan menemukan solusi damai yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan.

Paul Romer, peraih hadiah nobel ilmu ekonomi 2018, berpendapat masalah mendasar adalah kesalahpahaman ini tentang apakah ada kesepakatan tentang peran pemerintah.

Menurut Romer, seperti dikutip China Daily, fakta bahwa Pemerintah AS meminta China untuk mengubah pemerintahannya sebagian disebabkan oleh kesalahpahaman yang meluas. Anggota sistem WTO berasumsi bahwa semua anggota telah sepakat untuk pindah ke sistem negara yang pemerintahannya tidak terlalu mencampuri urusan ekonomi.

"Faktanya, kesepakatan seperti itu tidak pernah tercapai," Jiao Tong dari Universitas Shanghai.

Selama ini, menurut Romer, Amerika Serikat telah menegakkan model negara yang meminimalkan campur tangan bisnis. Sebaliknya, beberapa negara lain mengadopsi peran pemerintah yang lebih aktif dan kuat.

Romer menyebut kesalahpahaman ini sebagai fiksi yang nyaman. Untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dan melanjutkan perdagangan bebas, Pemerintah  AS perlu bersikap realistis tentang kebenaran bahwa tidak ada kesepakatan mengenai peran pemerintah.

WTO dapat menyusun aturan perdagangan yang bekerja untuk semua jenis pemerintahan yang berbeda. "Saya pikir berbagai jenis pemerintahan dapat hidup berdampingan, dan mereka masih dapat berdagang satu sama lain," kata Romer.

Perselisihan perdagangan yang berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir menghalangi dunia untuk mendapatkan keuntungan penuh dari perdagangan bebas. Konflik dagang juga merusak prospek dengan menekan pertukaran ide internasional.

Pada April 2019, Dana Moneter Internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global pada 2019 menjadi 3,3%. iMF memasukkan eskalasi ketegangan perdagangan selanjutnya dapat semakin memperlemah pertumbuhan.

Sektor perdagangan mungkin tidak memberikan jumlah stimulus yang sama untuk pertumbuhan tahun-tahun mendatang seperti  di masa lalu. Setiap sektor ekonomi harus fokus untuk mendorong pertumbuhan alternatif, terutama meningkatkan produktivitas dan keterampilan semua pekerja.

China, misalnya, harus berpegang teguh pada kebijakannya untuk memastikan bahwa setiap orang yang ingin bekerja dan belajar berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan itu haruslah memberikan peluang belajar yang lebih baik di daerah perkotaan.

China telah menciptakan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan dengan  sangat baik. Meski begitu, China masih memiliki ruang untuk membuat lebih banyak peluang di perkotaan bagi semua orang.

Tingkat urbanisasi China di daerah perkotaan adalah 59,58%, jauh di atas empat dekade lalu yang hanya 20,%. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari 70% pada 2035. Di negara maju, rata-rata kaum urban  sekitar 80%.

Selama lima bulan pertama, data NBS menunjukkan tingkat pengangguran negara yang disurvei di daerah perkotaan rata-rata 5,1%.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 6 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 6 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 9 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 9 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.