Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Industri Butuh Biaya Energi Kompetitif

Edy Purnomo

Rabu, 10 Juli 2019 - 08:00 WIB

Ilustrasi proyek listrik 35.000 MW. Sumber: Istimewa
Ilustrasi proyek listrik 35.000 MW. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para pelaku industri berharap mendapatkan biaya energi yang kompetitif untuk memacu produktivitas dan daya saing sektor manufaktur. Sebab, struktur biaya energi berkaitan dengan banyak komponen, di antaranya biaya pokok, biaya transportasi, penerimaan negara bukan pajak, biaya investasi, margin, dan biaya operasional.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar optimistis, apabila pasokan bahan baku dan energi terjamin, aktivitas industri manufaktur akan semakin menggeliat. “Selama ini kita ketahui sektor industri konsisten memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia melalui penjelasan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menurut dia, industrialisasi berdampak ganda terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari investasi dan ekspor.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berharap untuk mendapatkan harga gas yang kompetitif. Hal ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Saat ini, menurut Asaki, harga gas untuk industri keramik di Jawa bagian barat USD9,16 per juta metrik british thermal unit (mmbtu). Di Jawa bagian timur, harganya USD7,98 per mmbtu dan di Sumatera sebesar USD9,3-10 per mmbtu.

Dibandingkan di negara tetangga seperti Malaysia, harga gas industri sekitar USD7,85 hingga USD8 per mmbtu. Di Thailand, harga gas sekitar USD8,8 per MMBTU.

Dengan dukungan sumber energi yang kompetitif, menurut Haris, sektor industri akan berdampak ganda terhadap perekonomian. Dampak langsungnya antara lain penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari investasi dan ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, industri pengolahan masih menjadi penyumbang signifikan terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 20,07% pada triwulan I 2019. Jumlah tersebut naik dibanding capaian sepanjang 2018 sebesar 19,86%.

Saat ini, kontribusi sektor manufaktur di beberapa negara terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17%. Mereka itu antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Prancis, Kanada dan Inggris. Swmwntara itu, kontribusi manufakturnya yang tertinggi ditempati oleh China (28,8%), kemudian disusul Korea Selatan (27%) dan Jepang (21%).

Haris menambahkan, industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menggelontorkan dananya cukup besar bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I-2019, penanaman modal dari sektor industri manufaktur memberikan kontribusi mencapai Rp44,06 triliun.

Peningkatan investasi akan memacu pertumbuhan industri dan menambah jumlah tenaga kerja lokal. Saat ini, industri menyerap hingga 18 juta orang. "Selain itu, investasi juga memperdalam struktur sektor manufaktur kita," kata Haris.

Pada triwulan I-2019, nilai ekspor dari industri manufaktur mampu menembus hingga USD30 miliar. Capaian ini berkontribusi sebesar 69 persen terhadap total nilai ekspor nasional. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 14 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 16 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua