Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Industri Butuh Biaya Energi Kompetitif

Edy Purnomo

Rabu, 10 Juli 2019 - 08:00 WIB

Ilustrasi proyek listrik 35.000 MW. Sumber: Istimewa
Ilustrasi proyek listrik 35.000 MW. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para pelaku industri berharap mendapatkan biaya energi yang kompetitif untuk memacu produktivitas dan daya saing sektor manufaktur. Sebab, struktur biaya energi berkaitan dengan banyak komponen, di antaranya biaya pokok, biaya transportasi, penerimaan negara bukan pajak, biaya investasi, margin, dan biaya operasional.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar optimistis, apabila pasokan bahan baku dan energi terjamin, aktivitas industri manufaktur akan semakin menggeliat. “Selama ini kita ketahui sektor industri konsisten memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia melalui penjelasan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menurut dia, industrialisasi berdampak ganda terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari investasi dan ekspor.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berharap untuk mendapatkan harga gas yang kompetitif. Hal ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Saat ini, menurut Asaki, harga gas untuk industri keramik di Jawa bagian barat USD9,16 per juta metrik british thermal unit (mmbtu). Di Jawa bagian timur, harganya USD7,98 per mmbtu dan di Sumatera sebesar USD9,3-10 per mmbtu.

Dibandingkan di negara tetangga seperti Malaysia, harga gas industri sekitar USD7,85 hingga USD8 per mmbtu. Di Thailand, harga gas sekitar USD8,8 per MMBTU.

Dengan dukungan sumber energi yang kompetitif, menurut Haris, sektor industri akan berdampak ganda terhadap perekonomian. Dampak langsungnya antara lain penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari investasi dan ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, industri pengolahan masih menjadi penyumbang signifikan terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 20,07% pada triwulan I 2019. Jumlah tersebut naik dibanding capaian sepanjang 2018 sebesar 19,86%.

Saat ini, kontribusi sektor manufaktur di beberapa negara terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17%. Mereka itu antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Prancis, Kanada dan Inggris. Swmwntara itu, kontribusi manufakturnya yang tertinggi ditempati oleh China (28,8%), kemudian disusul Korea Selatan (27%) dan Jepang (21%).

Haris menambahkan, industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menggelontorkan dananya cukup besar bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I-2019, penanaman modal dari sektor industri manufaktur memberikan kontribusi mencapai Rp44,06 triliun.

Peningkatan investasi akan memacu pertumbuhan industri dan menambah jumlah tenaga kerja lokal. Saat ini, industri menyerap hingga 18 juta orang. "Selain itu, investasi juga memperdalam struktur sektor manufaktur kita," kata Haris.

Pada triwulan I-2019, nilai ekspor dari industri manufaktur mampu menembus hingga USD30 miliar. Capaian ini berkontribusi sebesar 69 persen terhadap total nilai ekspor nasional. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.