Sabtu, 21 Oktober 2017

Langkah Besar Sinar Mas

industri pulp dan kertas Tahuberita

Langkah Besar Sinar Mas

Oleh: Lucky Benyamin - Senin 02 Januari 2017 | 17:51 WIB

Grup Sinar Mas membangun pabrik pulp dan kertas senilai Rp 30 triliun. Pabrik ini akan menjadi pabrik terbesar di Asia.

Grup Sinar Mas kembali membuat gebrakan. Kali ini, perusahaan milik taipan Eka Tjipta Widjaja melalui anak usaha PT OKI Pulp and Paper membangun pabrik pulp dan kertas yang diklaim sebagai pabrik terbesar di Asia, dengan kapasitas produksi 2 juta pulp per tahun. Saat ini pembangunan sedang berlangsung di di Ogan Komering Ilir, Palembang dengan nilai investasi mencapai Rp 30 triliun.

Menurut Managing Director Grup Sinar Mas G Sulistyanto, pabrik ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2016 atau 2017, yang produksinya berorientasi pada pasar ekspor dengan nilai Rp 14 triliun per tahun.

Nantinya, pabrik ini dapat meningkatkan daya saing pabrik kertas Indonesia di dunia, yang tadinya nomor delapan, menjadi nomor tiga. Pabrik kertas ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja ekspor nonmigas Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan kebutuhan kertas di kancah global pada saat ini berkisar 394 juta ton. Jumlah kebutuhan kertas ini diyakini akan tumbuh 24% menjadi 490 juta ton pada tahun 2020. Konsumsi kertas dunia juga diperkirakan akan meningkat sebesar 2,1% per tahun dengan asumsi  pasar negara berkembang juga meningkat sebesar 4,1% per tahun. “Hampir 80% dari total produksi akan diekspor ke 20 negara di dunia dengan tujuan utama Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok,” katanya.

Saat ini, menurut dia, pihak perusahaan sedang menunggu ditandatanganinya fasilitas fiskal berupa tax holiday oleh pemerintah. Kepastian pemberian fasilitas tersebut diharapkan bisa cepat dikeluarkan agar proses groundbreaking pabrik bisa segera dimulai. Apalagi proses pemberian tax holiday ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengamini. Katanya, pengajuan tax holiday oleh Grup Sinar Mas tersebut sudah memenuhi syarat di tingkat kementerian, dan saat ini sudah berada di meja kerja Presiden Joko Widodo.

Fasilitas fiskal itu bisa dinikmati produsen pulp dan kertas tersebut, mengingat nilai investasinya sangat besar, berada di remote area, menyerap banyak tenaga kerja dan berorientasi ekspor.  “Urusan dokumentasi dengan Kemenperin dan Kemenkeu sudah selesai,” kata Saleh.

Tak hanya tax holiday, Sinar Mas juga masih menunggu kepastian tax allowance untuk empat perusahaan minyak goreng miliknya dengan nilai investasi masing- masing perusahaan sebesar Rp 60 miliar.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 13 Juni 2016 | 21:22 WIB
Rasa Gula Memang Manis

Impor gula rafinasi maupun gula mentah harus dipantau secara ketat karena mengandung risiko disalahgunakan.

Senin 15 Pebruari 2016 | 11:42 WIB
Laju Mobil Mewah Tertahan

Penjualan mobil mewah di Indonesia turun drastis. Selain daya beli merosot, mereka juga dihadang kenaikan bea masuk impor. 

Senin 28 Maret 2016 | 21:10 WIB
SMELTER CUMA OMONG KOSONG

Pemerintah kemungkinan besar membuka kembali keran ekspor mineral mentah. Freeport dan Newmont bisa tersenyum kembali.

Senin 21 Maret 2016 | 21:15 WIB
Terbelah Karena Masela

Gara-gara skema pengembangan Blok Masela, suara sejumlah menteri di Kabinet Kerja terbelah. Celakanya, keputusan belum juga…

Senin 05 Oktober 2015 | 07:58 WIB
Bisik Nyaring Negeri Tetangga

Persoalan asap yang menyergap sebagian kawasan di Tanah Air sudah meruap ke sejumlah negeri jiran. Bukan lagi bisik-bisik…