Kamis, 14 Desember 2017

Bebas dari Ancaman Reshuffle

Business Insider

Bebas dari Ancaman Reshuffle

Oleh: Bastaman - Senin 02 Januari 2017 | 17:57 WIB

Setiap isu reshuffle bergulir, performa tim ekonomi selalu menjadi sorotan. Tapi, untuk kali ini, posisi menteri-menteri utama dari tim ekonomi sepertinya akan tetap aman.

Performa mereka dinilai lumayan, sehingga masih bebas dari ancaman reshuffle.   Paling tidak, stabilitas makro ekonomi 2016 lebih baik ketimbang 2015, tatkala Sri Mulyani belum diposisinya sebagai Menteri Keuangan.

Memang, secara makro, penampilan ekonomi Indonesia cukup lumayan.  Ekonomi, misalnya, masih bisa tumbuh 5,02%. Sementara tingkat inflasi bisa dijaga di kisaran 3%. Cadangan devisa juga makin tambun, sehingga nilai tukar rupiah sepanjang 2016 mampu menguat 2,41% terhadap dolar. Pemerintah dan BI juga dinilai berhasil menekan tingkat suku bunga acuan bank hingga di level 4,75%.

Makanya, wajar jika Bloomberg menilai kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi adalah yang terbaik di antara tujuh negara di Asia. Ia berhasil menyisihkan Xi Jinping (Presiden China),  Shinzo Abe (PM Jepang), Narendra Modi (PM India), Park Geun-hye (Presiden Korsel), Najib Tun Razak (PM Malaysia), dan Rodrigo Duterte (Presiden Filipina). “Tantangan Jokowi di 2017 adalah mendorong pertumbuhan ekonomi,” tulis media asal New York, Amerika, itu.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 19 Desember 2016 | 20:51 WIB
Nanti Dulu, Belum Tentu Naik

Naiknya harga minyak membuat APBN 2017 harus direvisi. Tapi, menteri keuangan menilai kenaikan pada 2017 itu masih…

Senin 14 Nopember 2016 | 19:08 WIB
Akhir Tahun yang Menegangkan

Selain faktor kemenangan Trump, perekonomian Inodonesia akan menghadapi kenaikan bunga The Fed. Ini yang akan dilakukan…

Senin 24 Oktober 2016 | 19:50 WIB
Nafsu PLN Akuisisi PGE

Mengapa ada dorongan agar PLN mengakuisisi PT Pertamina Geothermal Energy?

Senin 07 Nopember 2016 | 19:40 WIB
BTN Semakin Eksis di Perbankan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus menunjukkan eksistensinya sebagai pelaku sektor jasa keuangan. Berbagai penghargaan…

Senin 13 Juni 2016 | 21:45 WIB
Ekspansi Besar Indofood

Setelah membangun pabrik di Turki, Indofood bakal mendirikan empat pabrik lagi. Dana sebesar Rp 1,6 triliun pun disiapkan.