Sabtu, 21 Oktober 2017

Bebas dari Ancaman Reshuffle

Business Insider

Bebas dari Ancaman Reshuffle

Oleh: Bastaman - Senin 02 Januari 2017 | 17:57 WIB

Setiap isu reshuffle bergulir, performa tim ekonomi selalu menjadi sorotan. Tapi, untuk kali ini, posisi menteri-menteri utama dari tim ekonomi sepertinya akan tetap aman.

Performa mereka dinilai lumayan, sehingga masih bebas dari ancaman reshuffle.   Paling tidak, stabilitas makro ekonomi 2016 lebih baik ketimbang 2015, tatkala Sri Mulyani belum diposisinya sebagai Menteri Keuangan.

Memang, secara makro, penampilan ekonomi Indonesia cukup lumayan.  Ekonomi, misalnya, masih bisa tumbuh 5,02%. Sementara tingkat inflasi bisa dijaga di kisaran 3%. Cadangan devisa juga makin tambun, sehingga nilai tukar rupiah sepanjang 2016 mampu menguat 2,41% terhadap dolar. Pemerintah dan BI juga dinilai berhasil menekan tingkat suku bunga acuan bank hingga di level 4,75%.

Makanya, wajar jika Bloomberg menilai kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi adalah yang terbaik di antara tujuh negara di Asia. Ia berhasil menyisihkan Xi Jinping (Presiden China),  Shinzo Abe (PM Jepang), Narendra Modi (PM India), Park Geun-hye (Presiden Korsel), Najib Tun Razak (PM Malaysia), dan Rodrigo Duterte (Presiden Filipina). “Tantangan Jokowi di 2017 adalah mendorong pertumbuhan ekonomi,” tulis media asal New York, Amerika, itu.

Komentar

Artikel Lainnya
Selasa 27 Oktober 2015 | 22:51 WIB
Surat Pembaca Edisi 10-V

Saya tergugah untuk beropini setelah membaca artikel kebijakan divestasi saham perusahaan tambang asing yang ditulis majalah…

Senin 11 April 2016 | 22:06 WIB
Saham yang Tertimbun Reklamasi

Gara-gara ditangkap KPK, APLN dibuang investor. Sampai berapa penurunan harga yang akan terjadi?

Senin 14 Maret 2016 | 18:02 WIB
Sang Penemu Layanan 4G LTE

Sempat ditertawakan, temuannya yang diilhami dari tokoh Dragon Ball Z itu kini dimanfaatkan oleh seluruh dunia.

Rabu 09 Nopember 2016 | 18:57 WIB
Trump menang, Bursa Meriang

Efek negatif kemenangan Trump memang masih akan terasa beberapa hari ke depan. Jadi, untuk sementara, investor bisa istirahat…

Senin 22 Agustus 2016 | 23:41 WIB
Karena Batam Dekat Singapura

Pulau di Batam akan dijadikan kawasan suaka pajak. Tapi Batam sedang bermasalah.