Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Kondisi Makro Tentukan Perdagangan Bilateral

Edy Purnomo

Kamis, 11 Juli 2019 - 09:57 WIB

Ekspor
Ekspor
A A A

Majalahreviewweekly.com - Beberapa faktor ekonomi makro bisa menjelaskan adanya perubahan neraca perdagangan bilateral. Faktor-faktor itu termasuk kebijakan fiskal, demografi, dan permintaan domestik yang lemah.

Penelitian Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan, faktor-faktor ekonomi makro itu juga mencakup kebijakan nilai tukar dan kebijakan sisi penawaran domestik, seperti subsidi untuk perusahaan milik negara atau untuk sektor ekspor.

Sebaliknya, perubahan tarif memainkan peran yang jauh lebih kecil dalam mempengaruhi neraca perdagangan. Kondisi ekonomi makro memainkan peran penting. Faktor-faktor ekonomi makro menyumbang sekitar 20% dari perubahan neraca perdagangan Amerika Serikat dan Jerman selama 1995- 2015. Faktor-faktor yang sama ini menyumbang lebih dari 95% dari perubahan dalam neraca perdagangan AS-China.

Selama dua dekade terakhir, perubahan tarif memainkan peran yang lebih kecil. Hal itu mencerminkan bahwa tarif bukan menjadi masalah di banyak negara. Juga menunjukkan bahwa penurunan tarif timbal balik telah mengimbangi dampak pada neraca perdagangan bilateral.

Penelitian IMF juga menunjukkan, pemberlakuan tarif bilateral pada mitra dagang juga tidak efektif untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan agregat. Sebab, konsumen hanya akan mengalihkan permintaan mereka ke mitra dagang lain yang tidak dikenakan tarif.

Meski demikian, bukan berarti tarif tidak penting. Peningkatan tarif akan sangat mempengaruhi output, pekerjaan, dan produktivitas.  
Menurut IMF, sifat terintegrasi dari sistem perdagangan global saat ini menunjukkan bahwa kenaikan tajam dalam tarif juga akan berdampak pada negara-negara lain. Kenaikan tarif menciptakan efek riak dari satu sama lain dan membuat ekonomi dunia lebih buruk.

Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus terus mempromosikan perdagangan bebas dan adil dengan membatalkan tarif yang baru-baru ini diberlakukan. Sebaliknya, mereka berupaya untuk mengurangi hambatan perdagangan yang ada.

Para pembuat kebijakan harus menghindari kebijakan yang mendistorsi ekonomi, seperti pemerintah merangsang ekonomi dengan pengeluaran tambahan ketika permintaan sudah kuat atau mensubsidi sektor ekspor. Langkah seperti itu justru menciptakan ketidakseimbangan yang berlebihan.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.