Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Kondisi Makro Tentukan Perdagangan Bilateral

Edy Purnomo

Kamis, 11 Juli 2019 - 09:57 WIB

Ekspor
Ekspor
A A A

Majalahreviewweekly.com - Beberapa faktor ekonomi makro bisa menjelaskan adanya perubahan neraca perdagangan bilateral. Faktor-faktor itu termasuk kebijakan fiskal, demografi, dan permintaan domestik yang lemah.

Penelitian Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan, faktor-faktor ekonomi makro itu juga mencakup kebijakan nilai tukar dan kebijakan sisi penawaran domestik, seperti subsidi untuk perusahaan milik negara atau untuk sektor ekspor.

Sebaliknya, perubahan tarif memainkan peran yang jauh lebih kecil dalam mempengaruhi neraca perdagangan. Kondisi ekonomi makro memainkan peran penting. Faktor-faktor ekonomi makro menyumbang sekitar 20% dari perubahan neraca perdagangan Amerika Serikat dan Jerman selama 1995- 2015. Faktor-faktor yang sama ini menyumbang lebih dari 95% dari perubahan dalam neraca perdagangan AS-China.

Selama dua dekade terakhir, perubahan tarif memainkan peran yang lebih kecil. Hal itu mencerminkan bahwa tarif bukan menjadi masalah di banyak negara. Juga menunjukkan bahwa penurunan tarif timbal balik telah mengimbangi dampak pada neraca perdagangan bilateral.

Penelitian IMF juga menunjukkan, pemberlakuan tarif bilateral pada mitra dagang juga tidak efektif untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan agregat. Sebab, konsumen hanya akan mengalihkan permintaan mereka ke mitra dagang lain yang tidak dikenakan tarif.

Meski demikian, bukan berarti tarif tidak penting. Peningkatan tarif akan sangat mempengaruhi output, pekerjaan, dan produktivitas.  
Menurut IMF, sifat terintegrasi dari sistem perdagangan global saat ini menunjukkan bahwa kenaikan tajam dalam tarif juga akan berdampak pada negara-negara lain. Kenaikan tarif menciptakan efek riak dari satu sama lain dan membuat ekonomi dunia lebih buruk.

Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus terus mempromosikan perdagangan bebas dan adil dengan membatalkan tarif yang baru-baru ini diberlakukan. Sebaliknya, mereka berupaya untuk mengurangi hambatan perdagangan yang ada.

Para pembuat kebijakan harus menghindari kebijakan yang mendistorsi ekonomi, seperti pemerintah merangsang ekonomi dengan pengeluaran tambahan ketika permintaan sudah kuat atau mensubsidi sektor ekspor. Langkah seperti itu justru menciptakan ketidakseimbangan yang berlebihan.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua