Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

China Tak Akan Keluarkan Program Stimulus Raksasa

Ria Martati

Kamis, 11 Juli 2019 - 11:27 WIB

Bendera Republik Rakyat Tiongkok. Sumber: Istimewa
Bendera Republik Rakyat Tiongkok. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Melemahnya ekonomi China karena perang dagang tidak akan mendorong Pemerintah China untuk mengeluarkan program stimulus raksasa seperti ketika diterpa krisis keuangan global 2008. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu peneliti pemerintah.

Liu Shangxi kepala Akademisi Ilmu Fiskal China, lembaga tersebut berada di bawah Kementerian Keuangan dan bertugas memberi nasihat kepada Beijing tentang kebijakan fiskal, mengatakan Beijing akan bergantung pada pengurangan pajak dan reformasi manajemen anggaran. Pasalnya, paket 2008 membantu mengarah pada inefisiensi dan kelebihan kapasitas di sektor manufaktur.

"Kami tidak akan memperkenalkan program stimulus ekonomi raksasa lain untuk masalah yang kami hadapi sekarang - konsumen meminta barang yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih baik tetapi tidak dapat menemukannya di pasar - ini berbeda dengan masalah pada 2008," kata Liu dilansir dari SCMP, Kamis (11/7).

"Meskipun program stimulus adalah suatu keharusan di tahun 2008, kita harus mengakui bahwa itu menyebabkan kelebihan kapasitas dan barang-barang berkualitas rendah," kata Liu, dalam komentar publik pertama dari penasihat pemerintah China terkemuka pada strategi mitigasi perang perdagangan China sejak AS dan China mencapai gencatan senjata tarif di Osaka, Jepang pada akhir Juni.

Seperti diketahui, China telah memangkas tarif pajak pertambahan nilai untuk pabrik dari 16% menjadi 13% pada April dan tarif untuk perusahaan transportasi dan konstruksi dari 10% menjadi 9%, untuk mengurangi beban pajak bisnis, meningkatkan distribusi pendapatan dan mendukung pekerjaan.

Pemotongan ini diperkirakan bernilai 2 triliun yuan (USD 290,55 miliar) untuk ekonomi Tiongkok. Ini mengikuti pemotongan pajak pribadi yang diumumkan pada Oktober tahun lalu, yang diperkirakan oleh bank Jepang Nomura akan meningkatkan konsumsi domestik sebesar 81 miliar yuan (USD 11,77 miliar).

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…