Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Tingkat Ketimpangan Turun Jadi 0,382

Ria Martati

Senin, 15 Juli 2019 - 14:41 WIB

Riset
Riset
A A A

Majalahreviewweekly.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur melalui Gini Ratio pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,382. Angka ini menurun 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio bulan September 2018 sebesar 0,384.

“Dan menurun 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio bulan Maret 2018 sebesar 0,389,” kata Suhariyanto, Senin (15/7).

Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2019 adalah sebesar 0,392, atau naik sebesar 0,001 poin dibanding September 2018 sebesar 0,391. Sementara jika dibanding Maret 2018 terjadi penurunan sebesar 0,009 poin dari 0,401.

Sementara untuk daerah perdesaan, lanjut Suhariyanto, Gini Ratio pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,317, turun sebesar 0,002 poin dibandingkan dengan kondisi September 2018 sebesar 0,319, dan turun sebesar 0,007 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 sebesar 0,324.

Selain Gini Ratio, menurut Kepala BPS Suhariyanto, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia.

Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya dibawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12–17 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada diatas 17 persen.

Ia menyebutkan, pada Maret 2019, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,71  persen yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah. Kondisi ini naik jika dibandingkan dengan September 2018 yang sebesar 17,47 persen dan Maret 2018 yang sebesar 17,29 persen.

“Hal ini memberikan arti bahwa secara nasional telah terjadi perbaikan tingkat ketimpangan selama  periode Maret 2018–Maret 2019,” tegas Kepala BPS.

Menurut Kepala BPS itu, perubahan tingkat ketimpangan penduduk sangat dipengaruhi oleh besarnya variasi perubahan pengeluaran antarkelompok penduduk. Apabila perubahan pengeluaran penduduk kelompok bawah lebih cepat dibandingkan dengan penduduk kelompok atas maupun menengah maka ketimpangan pengeluaran akan membaik.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Kepala BPS Suhariyanto mengemukakan, tercatat bahwa kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita per bulan pada periode September 2018–Maret 2019 untuk penduduk kelompok 40 persen terbawah meningkat lebih cepat dibanding penduduk kelompok 40 persen menengah dan 20 persen teratas.

Tercatat kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita September 2018–Maret 2019 untuk kelompok penduduk 40 persen terbawah, 40 persen menengah, dan 20 persen teratas berturut-turut adalah sebesar 2,48 persen; 0,71 persen; dan 0,95 persen.

Menurut Kepala BPS itu, pada Maret 2019, provinsi yang mempunyai nilai Gini Ratio tertinggi tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0,423, sementara yang terendah tercatat di Provinsi Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0,269.

“Dibanding dengan Gini Ratio nasional yang sebesar 0,382, terdapat delapan provinsi dengan angka Gini Ratio lebih tinggi, yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (0,423), Gorontalo (0,407), Jawa Barat (0,402), Sulawesi Tenggara (0,399), DKI Jakarta (0,394), Papua (0,394), Sulawesi Selatan (0,389), dan Papua Barat (0,386),”kata dia.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.