Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

PT Sharp Tambah Lini Produksi Mesin Cuci

Edy Purnomo

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:00 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sumber: AReview Design
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sumber: AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - PT Sharp Electronics Indonesia kembali menambah lini produksinya untuk mesin cuci satu tabung (full auto) dengan kapasitas mencapai 120 ribu unit per bulan atau 1,4 juta per tahun. Lini produksi itu merupakan investasi baru sebesar Rp40 miliar.

Kehadiran lini produksi baru itu sebagai upaya perusahaan untuk mengoptimaljan produk dalam negeri serta penguatan daya saing manufaktur nasional di kancah global melalui kegiatan ekspor. “Inisiatif Sharp Indonesia ini membantu bisnis ekspor manufaktur nasional khususnya sektor elektronika,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada Peresmian Lini Produk Baru Pabrik Mesin Cuci PT Sharp Electronics Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC), Selasa (16/7/2019).

Menurut Menperin, perluasan lini produksi mesin cuci tersebut telah membuktikan bahwa Indonesia merupakan basis produksi yang strategis bagi pengembangan bisnis Sharp secara global. Beroperasinya lini baru produk mesin cuci Sharp mengikuti lini produksi kulkas, mesin cuci, dan LED TV di Karawang yang secara total telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

“Untuk mesin cuci, sudah buatan lokal dalam negeri. Sharp sudah 50 tahun memiliki pabrik di Indonesia sehingga untuk TKDN tidak perlu didorong-dorong lagi oleh pemerintah,” kata Menperin.

Menperin mengapresiasi  PT Sharp Electronics Indonesia yang semakin mantap menghadapi pasar global. “Ke depan, saya harapkan Sharp terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan mampu meningkatkan daya saing untuk berkompetisi di tingkat global,” ujarnya.

CEO PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Tadashi Ohyama menyampaikan, penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor. “Mesin cuci merupakan salah satu kategori produk unggulan kami."

 Meski banyak fitur dan desain yang dibuat khusus untuk pasar Tanah Air, menurut dia,  banyak juga diminati oleh beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, dan Timur Tengah.

Menurut Ohyama, hadirnya lini produksi terbaru diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global tersebut. “Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, semoga kami bisa membuktikan kesiapan baik produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaing di kancah internasional,” imbuhnya.

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo menyampaikan, kemunculan mesin cuci satu tabung atau full auto membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia. Di samping menargetkan kapasitas produksi mesin cuci yang lebih besar 10 – 15% dari kapasitas produksi semula, Sharp Indonesia juga mematok adanya kenaikan angka ekspor hingga market share.

Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung, Sharp yakin dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan ini, baik dari sisi pengembangan dan perencanaan produk, sampai menggenjot penjualan ekspor tumbuh hingga 20% di tahun 2020 untuk seluruh kategori produk. "Kami juga optimis hasil ekspor dapat berimbas positif pada  market share kami keseluruhan,” imbuh Andry.

PT Sharp Electronics Indonesia telah memulai kegiatan produksinya di Indonesia sejak tahun 1970 dan pada tahun 2016 secara resmi memindahkan seluruh kegiatan operasional pabriknya di KIIC. Pabrik Televisi Sharp memulai produksinya di Indonesia sejak tahun 1971. Pada tahun 1974, Sharp memproduksi kulkas yang saat ini telah mencapai kapasitas produksi hingga 120.000 unit per bulannya. Selain itu, Sharp kembali memperluas lini produknya dengan memproduksi mesin cuci dua tabung sejak tahun 2008.

Pada kesempatan yang sama, Menperin mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax holiday dan super tax deduction untuk sektor industri.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.