Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Menebak Langkah Rupiah

Bambang Aji Setiady

Rabu, 17 Juli 2019 - 18:57 WIB

Dolar AS dan Rupiah (Foto: Dok. Review)
Dolar AS dan Rupiah (Foto: Dok. Review)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para pelaku pasar kini sedang menebak-nebak, apa yang ada di benak para petinggi yang hari ini hadir di rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hari ini. Mereka benar-benar penasaran, apakah tingkat 7 - day reserve repo rate (7 - DRRR) bakal dipangkas atau tetap? Sayang, pertanyaan itu baru bisa terjawab Kamis besok (19/7) setelah RDG BI selesai.

Karena masih serba gelap, menurut sejumlah analis, para investor pun akhirnya memilih untuk bersikap wait and see. Inilah yang membuat kurs rupiah di pasar spot pada hari ini (Rabu, 17/7) melemah 0,34% ke level Rp 13.982 per dolar. Tapi, seperti dikemukakan David Sumual, Ekonom BCA, RDG BI bukanlah satu-satunya yang menjadi penyebab melemahnya rupiah. “Data penjualan ritel AS yang naik 0,4% telah memberi tenaga bagi dolar,” katanya.

Di luar itu, ada faktor lainnya yang diduga ikut menggoyang rupiah. Apakah itu? Pidato Donald Trump. Dalam pidatonya, Presiden Amerika itu kembali mengancam akan mengenakan tarif bea masuk tambahan bagi produk asal China senilai US$ 325 miliar. Repotnya, hari ini harga minyak jenis West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange naik 0,56% ke US$ 57,94 per barel.

Wah, benar-benar tidak ada kabar baik. Berdasarkan kenyataan itulah, David memprediksi Kamis besok kurs akan kembali melemah dan ditransaksikan di rentang Rp 13.900 - Rp 14.050 per dolar. Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, juga sependapat. Ia menduga rupiah akan melemah di kisaran Rp 13.905 - Rp 14.015. Tapi dengan catatan tidak ada sentimen positif dari RDG BI.

Yang dimaksud Ibrahim adalah pengumuman tingkat 7 - DRRR. Jika BI memangkas bunga acuannya, besar kemungkinan rupiah akan kembali melemah. Sebab, kebijakan itu akan membuat selisih suku bunga RI dengan AS semakin mengecil. Sementara The Fed sendiri baru akan mengelar rapat Federal Open Market Committee 30 - 31 Juli. Jika suku bunga The Fed juga dipangkas, kemungkinan rupiah baru bisa menguat Senin depan.

Yang membuat pasar was-was adalah ramalan Min Dai, Kepala Strategi Valas dan Suku di Morgan Stanley Hong Kong. Menurutnya, tahun ini BI akan memangkas 7 - DRRR sebanyak lima kali selama semester II ini. Sehingga, di akhir tahun tingkat 7 - DRRR akan menclok di level 5%. Itu sebabnya, Dai memprediksi kurs rupiah di akhir tahun akan berada di kisaran Rp 14.000 per dolar, sebelum akhirnya menguat ke level Rp 13.800 di bulan Maret 2020.

Apakah yang disampaikan Dai tadi benar-benar murni ramalan atau hanya mencari keuntungan di air keruh? Belum jelas, memang. Tapi sejumlah ekonom pun memperkirakan BI akan memangkas suku bunga acuannya. Dari survey yang dilakukan Bloomberg, 27 dari 33 ekonom yakin Kamis besok suku bunga acuan BI akan dipangkas 0,25% jadi 5,75%.

Suku bunga junga menjadi pembicaraan hanya di pasar modal. Menurut beberapa analis, hari ini banyak investor yang ke luar dari bursa dan menukarkan uangnya dengan dolar. Termasuk investor asing yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) Rp 385 miliar. Aksi para investor inilah yang menyebabkan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini turun 7,27 poin (0,11%) ke level 6.394,61.

Selain akibat aksi profit taking, BEI juga terpengaruh pasar Asia yang mayoritas melemah menyusul kekhawatiran memanasnya kembali perang dagang AS - China. Itu sebabnya, Lanjar Nafi, Kepala Riset Reliance Sekuritas, menduga besok indeks masih melemah dan akan bergerak di kisaran 6.362 - 6.404. “Besok, aksi profit taking masih akan mewarnai perdagangan di bursa,” ujarnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…