Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Suku Bunga Acuan Diperkirakan Turun 25 Bps

Ria Martati

Kamis, 18 Juli 2019 - 12:55 WIB

Bank Indonesia
Bank Indonesia
A A A

Majalahreviewweekly.com - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, hari ini. Hal ini diungkapkan oleh DBS Group Research dalam pernyataan tertulis, Kamis (18/7).

Menurut DBS Group Research, kondisi saat ini sudah selaras untuk memulai siklus pelonggaran moneter, dan penurunan tingkat suku bunga diramalkan terjadi paling lambat pada Kamis (18/7). 

Dengan kinerja baik rupiah di tengah kebijakan lunak Bank Sentral AS, serta perbaikan dalam neraca perdagangan, kami berpendapat bahwa Bank Indonesia dapat menurunkan tingkat suku bunga secara akumulatif sebesar 75 basis poin (25 basis poin pada tahun 2019 serta 50 basis poin pada tahun 2020) dalam beberapa triwulan ke depan.                                                               

Inflasi telah berhasil dikendalikan dan bukan lagi sebuah prioritas, karena kombinasi kegiatan ekonomi, yang melambat, akibat harga komoditas, yang melemah, serta manajemen pasokan beras domestik, telah mendorong inflasi turun di bawah 3%. 

“Kami telah merevisi ramalan inflasi kami menjadi lebih rendah, di tingkat 3,2% untuk tahun 2019, dan 3,4% untuk tahun 2020, dari perkiraan awal, yang sebesar 3,6%. Walaupun harga bahan bakar dan listrik perlu disesuaikan tahun ini, kami tidak beranggapan inflasi dapat bergeser jauh dari sasaran titik tengah Bank Indonesia, yang sebesar 3,5%.”sebut Masyita Crystallin, Economist DBS Group Research.

Selain itu, neraca perdagangan telah berubah menjadi positif dalam dua bulan terakhir, yakni sebesar 218 juta dolar AS dan 196 juta dolar AS pada bulan Mei dan Juni. Semula, diperkirakan terjadi defisit sebesar 2,3 miliar dolar AS pada bulan April. Dalam kenyataan, ruang untuk perbaikan neraca perdagangan dapat menjadi lebih sempit jika harga komoditas menurun serta penyusutan ekspor industri manufaktur berlanjut. Karena infrastruktur tetap menjadi prioritas Presiden Joko Widodo, impor barang modal diperkirakan akan digenjot pada tahun 2019, yang kemungkinan tidak tercermin pada paruh kedua tahun 2019 karena perlu waktu cukup lama untuk memacu pembangunan infrastruktur tahun ini.                                                   

Sementara Rupiah relatif stabil dalam satu bulan terakhir. Kurs rupiah mencapai 13.900 per dolar AS pada 16 Juli (DNDF 3M juga mengalami penurunan menjadi 14.074 rupiah/dolar AS). Rupiah telah mengalami apresiasi sebesar 3,75% year-to-date (hingga 16 Juli), tertinggi kedua setelah mata uang Thailand, baht, di antara negara-negara di kawasan Asia. Rupiah dapat terus bertahan karena tingkat suku bunga tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan, seperti India.                                             

Masuk akal apabila Bank Indonesia mengambil kesempatan untuk melonggarkan kebijakannya. Risiko pelebaran defisit dan aliran modal, yang semakin fluktuatif, dapat menutup kesempatan ini. Terlebih, Indonesia adalah salah satu negara yang secara agresif menaikkan suku bunga acuannya sepanjang siklus penaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS pada tahun lalu.

“Karena suku bunga riil masih tinggi, ada peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunganya,”pungkasnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.