Senin, 16 Desember 2019 | Jakarta, Indonesia

Banyak Perusahaan Merelokasi Pabriknya dari China

Edy Purnomo

Jumat, 19 Juli 2019 - 09:09 WIB

Pekerja pabrik. Sumber: Istimewa
Pekerja pabrik. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang memindahkan pabriknya dari China ke Asia Tenggara. Sebagian besar karena biaya tenaga kerja di Republik Rakyat China semakin tidak kompetitif.

Pemindahan pabrik terus berlanjut sejak negeri itu terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat. Dalam laporan penelitian terbarunya, konsultan properti JLL menunjukkan bahwa Vietnam, Thailand, dan Malaysia menjadi pilihan perusahaan yang memindahkan pabriknya dari China. Dalam tiga tahun terakhir, investasi langsung asing di sektor manufaktur negara-negara Asia Tenggara telah meningkat pesat menjadi US $ 46 miliar.

Vietnam, Thailand, dan Malaysia menawarkan ketersediaan tenaga kerja berkualitas tinggi dan upah kompetitif. Selain dari China, ketiga negara itu juga mampu menarik perusahaan manufaktur Korea dan Jepang. JLL melaporkan, Thailand dan Malaysia memiliki tenaga kerja teknologi menengah dengan  biaya 60% lebih rendah daripada di China. Jika tidak ada perang dagang sekalipun, perusahaan China akan berusaha untuk menekan biaya agar tetap kompetitif.

"Ketegangan China-AS semakin memperkuat tren lebih banyak produsen yang pindah dari China ke Asia Tenggara untuk meminimalkan dampak bisnis dari perang dagang tersebut, " kata Subyagorn Sansugtaweesub, kepala departemen industri properti di JLL.

Untuk menghindari peningkatan tarif yang diberikan pemerintah AS, konsol game akan dipindahkan produksinya ke Asia Tenggara. Hon Hai Precision Industry atau Foxconn yang memproduksi Nintendo Switch di China mengaku siap memindahkan produksinya ke Vietnam.

Apple juga mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian produksinya dari China. Selama ini, Apple  mengandalkan China untuk proses manufaktur dan perakitan hingga 90% dari perangkat-perangkatnya.

Sementara itu, hasil survei QIMA menunjukkan banyak perusahaan internasional yang berusaha untuk mencari pasar baru. Salah satunya dengan memindahkan produksinya untuk mengamankan  rantai pasokan hingga ke tingkat pengecer. Oleh karena itu, mereka berusaha memenangi persaingan di  negara-negara di Asia Tenggara yang terus berkembang.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…