Sabtu, 21 Oktober 2017

Duel Seru Sepanjang Tahun

BetaList

Duel Seru Sepanjang Tahun

Oleh: Lucky Benyamin - Senin 13 Pebruari 2017 | 11:41 WIB

Demi kucuran dana segar yang melimpah, pebisnis startup selalu berupaya tampil menjadi yang terbaik. Itu sebabnya mereka gencar menggelar duel sepanjang 2016.

Berbeda dengan pertandingan olah raga, bisnis startup memang tidak mengenal kata kalah dan menang. Hanya saja, demi menjaga agar bisnis itu dapat berkembang, atau setidaknya menjaga agar perusahaannya bertahan, mau tak mau startup-startup tersebut harus saling berduel.

Persaingan dalam industri startup selalu berawal dari motif demi memperebutkan pendanaan investor. Atas dasar itulah, pebisnis startup senantiasa berusaha meraih sebanyak mungkin pengguna. Salah satu cara yang kerap mereka lakukan adalah dengan beradu cepat meluncurkan produk baru.

Sepanjang 2016 lalu, persaingan sengit yang digelar perusahaan-perusahaan rintisan itu tampak telah membuahkan hasil yang signifikan. Lihat saja yang terjadi antara Tokopedia versus BukaLapak. Diketahui, awalnya dunia marketplace di Indonesia hanya didominasi oleh pemain asing seperti OLX dan produk-produk Rocket Internet.

Namun, kehadiran marketplace lokal, seperti Tokopedia dan BukaLapak, nyatanya mampu membuat bisnis marketplace menjadi lebih ramai dan makin bergairah. Apalagi kemudian, keduanya sama-sama mendapat pendanaan dalam jumlah yang besar.

Tercatat, Tokopedia berhasil mendapatkan pendanaan mencapai angka yang spektakuler. Yakni, sebesar US$ 100 juta, atau setara Rp 1,4 triliun. Angka pendanaan yang diperoleh tepatnya pada Oktober 2014 itu tercatat sebagai jumlah terbesar, setelah sebelumnya sebanyak enam kali Tokopedia meraih pendanaan lain dengan jumlah yang tidak pernah dipublikasi.

Capaian serupa kabarnya juga diraih BukaLapak. Walaupun belum pernah secara resmi menyebutkan jumlah uang yang didapat dari empat kali pendanaan yang dialamatkan ke startup tersebut, nyatanya kabar yang beredar menyebutkan pendanaan yang diperoleh BukaLapak juga cukup fantastis.

Kucuran pundi-pundi uang ke dua perusahaan rintisan itu tentu mengandung sebab. Salah satunya, investor melihat kedua perusahaan tersebut memiliki angka pengguna yang signifikan. Tercatat, Tokopedia telah mempunyai 300.000 penjual aktif dengan enam juta produk terjual setiap bulannya. Mereka pun telah menjalin kerjasama dengan sembilan perusahaan logistik, termasuk Go-Jek.

Sedangkan BukaLapak, yang di awal 2015 tercatat baru mempunyai 163.000 penjual, hanya berselang 10 bulan mampu mendongkrak angka tersebut menjadi 450.000 penjual. Persaingan dua startup lokal itu juga tak berhenti di angka statistik belaka.

Tokopedia dan BukaLapak juga gencar melakukan promosi lewat segala cara, baik lewat media cetak, iklan televisi, hingga papan reklame di jalan-jalan besar. Tokopedia diketahui memiliki kampanye khusus yang mengusung judul ‘Ciptakan Peluangmu’. Dengan itu, perusahaan rintisan tersebut mengajak semua orang menjadi pebisnis dengan berjualan di marketplace mereka.

Langkah inovatif juga dilakukan pesaingnya, BukaLapak. Startup itu merilis sebuah ikla unik di televise. Dimana dalam iklan tersebut, sang CEO Achmad Zaky tampil dalam menyambut Hari Belanja Online Nasional 2015.

BERBAGAI LINI

Bukan hanya perusahaan digital, pertarungan startup juga terjadi di ranah ojek online. Sebut saja persaingan sengit antara Go-Jek dan GrabBike.

Go-Jek merupakan pelopor layanan ojek online di Indonesia, sekaligus menjadi yang pertama memiliki aplikasi mobile. Sedangkan GrabBike merupakan layanan dari GrabTaxi yang merupakan salah satu dari sedikit unicorn asal Asia Tenggara dengan perkiraan valuasi miliaran dolar.

Persaingan keduanya dimulai sejak GrabTaxi memutuskan untuk meluncurkan layanan GrabBike di Indonesia pada Mei 2015, setelah sebelumnya menggelar uji coba di Vietnam. Go-Jek dan GrabBike cenderung melakukan hal yang sama dalam berbagai kesempatan. Mulai dari sama-sama menerapkan tarif promo sejak Ramadan 2015, hingga melakukan perekrutan pengemudi dalam jumlah besar di tempat dan waktu yang relatif sama.

Kedua startup ini bersaing saling mengejar. Pada November lalu, Go-Jek mengalami tekanan setelah banyak pengemudi yang mengeluh soal tarif per kilometer yang menurun dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000. Beberapa pengemudi bahkan melancarkan protes setelah mereka mendapat suspend karena dianggap menerima order fiktif.

Di saat yang sama, GrabBike malah mencoba meraih simpati masyarakat dengan menerapkan tarif promo Rp 12.000. Untuk pengguna baru, mereka bahkan menerapkan tarif gratis untuk tiga kali perjalanan pertama.

Masih ada lagi model duel seru perusahaan rintisan. Seperti yang terjadi antara layanan asisten virtual, YesBoss, yang hadir di awal Juni 2015, dan HaloDiana.

Kedua startup itu merupakan pionir dalam bisnis layanan asisten virtual di Indonesia. Melalui YesBoss dan HaloDiana, pengguna dimungkinkan untuk meminta bantuan pengerjaan berbagai hal yang dibutuhkan. Mulai dari membeli makanan, memesan tiket pesawat, hingga menanyakan kondisi cuaca hari ini. Dan semua layanan itu bisa dilakukan lewat SMS.

HaloDiana yang dibesut oleh Ryan Gondokusumo, yang merupakan founder dari Sribu dan Sribu Lancer, lahir beberapa bulan seteah YesBoss. Persaingan keduanya semakin memanas ketika YesBoss, yang didirikan oleh Irzan Raditya, mendapat pendanaan sebesar enam digit dalam dolar AS dari 500 Startups, IMJ Ventures, dan Convergence VC. Sedangkan HaloDiana sendiri diketahui masih menggunakan pendanaan yang dimiliki oleh Ryan dari Sribu dan SribuLancer.

Walau begitu, HaloDiana terlihat tak patah arang. Perusahaan rintisan itu tetap giat berusaha untuk mengembangkan bisnis secara kilat. Salah satunya dengan meluncurkan sebuah aplikasi mobile awal November 2015, yang belum bisa diikuti jejaknya oleh sang pesaing.

Masih banyak sederet lagi kisah duel seru startup lokal, yang mencerminkan betapa bergairahnya model bisnis baru ini. Ya semoga saja, hal ini mampu member manfaat besar bagi bangsa, sekaligus menciptakan ketahanan ekonomi yang sejati bagi negeri.

Komentar

Artikel Lainnya
Rabu 12 April 2017 | 14:07 WIB
CIMB Niaga Syariah Gandeng HIMPUH Tawarkan Layanan End to End

Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menjalin kerja sama dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan…

Senin 18 Juli 2016 | 21:16 WIB
Supaya Dana Betah Menginap

Di manakah orang-orang kaya, miliarder hitam, dan para penjahat kerah putih selama ini menyimpan uang? Betul Swiss atau…

Senin 29 Pebruari 2016 | 21:58 WIB
Digoyang Kasus Pajak

BCA sempat terseret dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang Dirjen Pajak 2002-2004 Hadi Poernomo. Namun Hadi mengajukan…

Senin 21 September 2015 | 00:46 WIB
ROMAN ABRAMOVICH: DARI BONEKA MENJADI BOS

Kemiskinannya di masa kecil, telah menempa Abramovich menjadi pribadi yang tangguh. Berbagai pekerjaan dilakoni.  Kini,…

Senin 25 April 2016 | 21:49 WIB
Menganalisa Kembali Konstruksi Karya

Saham-saham BUMN Karya masih menarik untuk dikoleksi. Tinggal pilih mana yang Anda yakini.