Kamis, 14 Desember 2017

Balapan di Tahun Ayam

Cayla Future Cars

Balapan di Tahun Ayam

Oleh: Nikita Jagad - Senin 13 Pebruari 2017 | 11:55 WIB

Artikel Terkait

Tahun baru, harapan baru. Target penjualan mobil di patok lebih tinggi dari tahun lalu.

Kondisi perekonomian 2017 bakal lebih bagus dari tahun lalu. Itulah prediksi yang dilontarkan para ekonom, setelah melihat faktor-faktor yang mungkin akan muncul. Seperti tingkat inflasi, tingkat bunga dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil. Dan memang, itu pula suku bunga bisa stabil dan kredit mengucur dengan deras. Maklum, sebagian besar kendaraan dibeli dengan sistem kredit.

Berdasarkan optimisme itulah Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menargetkan penjualan nasional akan lebih baik lagi. Setelah target tahun lalu sebanyak 1,05 juta unit tercapai, kini Gaikindo memasang angka penjualan sebesar 1,1 juta unit untuk tahun 2017.

“Kalau lihat dari hasil forecast, saya optimis tahun ini Indonesia akan bertumbuh. Kalau saya lihat harga batu bara pelan-pelan naik. Naiknya batu bara berpengaruh terhadap perekonomian. Apabila batu bara naik, ekonomi naik secara otomatis. Nah, ekonomi Indonesia akan terbawa,” tutur Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, strategi peningkatan penjualan pada 2017 akan mengandalkan produk baru yang dikeluarkan masing-masing Agen Pemegang Merek. Kegiatan pameran otomotif dengan skala internasional ataupun lokal juga bisa merangsang konsumen untuk membeli mobil, yang tentu saja akan bisa menaikkan penjualan. “Tahun 2017 ya masih ada beberapa produsen yang akan meluncurkan mobil baru. Ya kita lihat saja, biasanya mereka tidak mau mengumumkan dulu,” kata Nangoi.

Tak bisa disangkal lagi, produk baru merupakan salah satu senjata ampuh untuk memenembus pasar mobil. Toyota Astra Motor misalnya, pertengahan Januari lalu, meluncurkan dua model baru yakni  New Innova Venturer dan Corolla Altis yang diluncurkan pertengahan Januari lalu.

Hasilnya, cukup lumayan di Bulan Januari penjualan Toyota terdongkrak menjadi sedikitnya 25 ribu unit. Itu berarti melampaui tahun sebelumnya di periode yang sama sebanyak 24.860 unit.

Untuk sementara, dari 25 ribu unit yang terjual, kontribusi terbesar tetap dari produk andalannya dalam segmen Multi Purpose Vehicle (MPV), baik low dan Loc Cost Green Car (LCGC), yakni Toyota Avanza, Cayla dan Kijang Innova. Nah, kini TAM tinggal menunggu pengaruh dari diluncurkannnya Venturer dan Altis.

Walau penjualannya belum menampakkan ledakan, TAM menargetkan penjualannya tahun ini naik 3 – 5%. “Tren tahun ini sudah meningkat meski tipis,” kata Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM.

Henry menerangkan, Desember lalu, TAM menjual sekitar 36.000 unit, tidak berbeda jauh dengan pencapaian November yang 36.828. Dengan tambahan penjualan itu, total penjualan Januari-Desember 2016 adalah 389 ribu mobil. Angka ini melebihi target penjualan 2016 yang dipatok 370-380 ribu unit. “Produk baru kendaraan Low Cost Green Car Calya cukup mendongkrak penjualan,” ujar Henry.

MOBILIO HARAPAN BARU

Tak mau kalah oleh pesaingnya, mengawali 2017, Honda Prospect Motor (HPM) pun  meluncurkan produk terbarunya pada segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), New Honda Mobilio dan langsung memasang target tinggi.

Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan Mobilio akan menjadi harapan baru bagi Honda untuk menaikkan angka penjualan dalam segmen MPV. Setidaknya 47.500 unit Mobilio ditargetkan ludes terjual di sepanjang tahun.

“Kami harapkan penjualan lebih baik di tahun ini. Kami menargetkan 47.500 unit,” kata Jonfis di kawasan Jakarta Pusat.

Menurutnya, target di tahun ini naik sebesar 15 persen, ketimbang tahun lalu. Yang mana, target di tahun sebelumnya penjualan terhadap mobil tersebut ada di angka 40 ribu unit.

Target tinggi diambil bukan tanpa alasan, Jonfis menilai hal tersebut berdasarkan data penjualan di tahun lalu yang tumbuh di 125 persen, daripada tahun 2015. Kata dia, pertumbuhan tersebut merupakan rekor penjualan tertinggi di sepanjang sejarah otomotif Indonesia.

Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Honda, pangsa pasar Honda mengalami peningkatan tiga persen di tahun 2016. Segmen mobil penumpang juga meraih 24 persen pangsa pasar.

Apalagi, Mobilio menjadi penyumbang terbaik sepanjang 2016, dengan total penjualan sebesar 39.482 unit. Walaupun, pada segmen serupa, penjualannya masih jauh di bawah LMPV milik Toyota, yakni Avanza yang tembus 112.941 unit.

Untuk dapat membawa pulang New Mobilio, Honda merilis tipe terendah mulai dari Rp 189,5 juta pada tipe S (MT), tipe E Rp 210 juta (MT), Rp 221 juta (CVT) hingga yang paling mahal tipe RS Sporty Rp 233 juta (MT) dan Rp 243,5 juta (CVT).

Mobilio pertama kali diperkenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 2013 silam dan dijual kepada konsumen Indonesia setahun berselang. Sampai Desember 2016, sebanyak 161.402 unit Mobilio sudah tersebar di Indonesia.

PRODUK BARU REZEKI BARU

Jurus meluncurkan produk baru juga ditempuh oleh Suzuki Group. Agen Tunggal Pemegang Merek yang satu ini, 7 Februari lalu, merilis Ertiga Diesel Hybrid. Mobil berkapasitas tujuh penumpang ini dijual dengan harga Rp 219,5 juta.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargetkan penjualan sebanyak 20 persen dari total penjualan Suzuki Ertiga saat ini. Sepanjang tahun lalu, total penjualan Suzuki Ertiga mencapai 32.402 unit dan menyumbang 33,1 persen penjualan Suzuki di Indonesia.

“Kami masih melihat respons pasar, tapi paling tidak bisa di angka 20 persen,” kata Setiawan Surya, Deputy Managing Director 4W SIS, dalam acara peluncuran Ertiga Diesel Hybrid di U-Thai Restaurant, Jakarta Selatan.

Menurut Setiawan, setelah diluncurkan di Jakarta, Ertiga Diesel Hybrid juga akan diluncurkan di 10 kota besar di Indonesia, yakni Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Bandung, Lampung, Denpasar, Medan, Palembang, dan Pekanbaru. “Program ini akan berlangsung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2017,” katanya.

Nah, dengan diluncurkannya mobil-mobil jenis baru, diharapkan target penjualan yang telah dipatok tahun ini bisa tercapai.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 19 Desember 2016 | 20:40 WIB
Karena E-Toll Card Begitu Manis

Bisnis e-toll ternyata menggiurkan. Tak heran kalau banyak yang ingin masuk.

Senin 12 Desember 2016 | 20:13 WIB
Jejak Bisnis Peter Sondakh

Peter Sondakh memulai bisnis setelah ayahnya meninggal. Ia sukses karena ketekunan dan keuletan.

Senin 16 Mei 2016 | 22:31 WIB
Katanya, Yellen Tidak Partisan

Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan baru akan terjadi setelah pemilu Amerika, November depan. Sebab,  Yellen tidak…

Senin 14 Maret 2016 | 18:18 WIB
Ini Dia, RUU Antikrisis

Tak ada lagi bail out bagi bank sistemik yang kolaps gara-gara krisis. Juga tidak ada kekebalan hukum buat…

Senin 15 Agustus 2016 | 20:19 WIB
Cobalah Reksa Dana Saham

Melesatnya harga saham di semester I membuat reksa dana berbasis saham mampu memberikan return tinggi. Lantas, bagaimana…