Sabtu, 21 Oktober 2017

Pertarungan Kebon Sirih dengan Lapangan Banteng

Kode Pos

Pertarungan Kebon Sirih dengan Lapangan Banteng

Oleh: Bastaman - Senin 13 Pebruari 2017 | 12:06 WIB

Kader-kader BI dan Kementerian Keuangan kembali meramaikan bursa Anggota Komisioner OJK.  Pertarungan diperkirakan  makin seru. 

Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Begitulah yang dihadapi Sri Mulyani, Ketua Panitia Seleksi Dewan Komisioner OJK, ketika mencari figur pengganti tujuh  Anggota dan Ketua Dewan Komisoner OJK. Bagaimana tidak? Di babak awal saja, ada 882 orang yang mendaftar sebagai calon komisioner OJK. Dari jumlah tersebut akhirnya 107 peserta dinyatakan lolos ke babak tahap berikutnya.

Beberapa tokoh dari industri keuangan lolos dalam seleksi awal. Sebut saja, misalnya, Tito Sulistio (Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia) dan Riswandi (Direktur Utama Pegadaian). Ada juga nama yang berasal dari kalangan politisi, seperti Marcus Mekeng (Ketua Komisi XI DPR) dan Eddy Susetyo (Anggota Komisii XI DPRI). Mereka adalah politisi Partai Golongan Karya dan PDI   Perjuangan.

Ada juga yang berasal dari Bank Indonesia (BI), seperti Tirta Segara (Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI). Lantas, sebut juga Fauzi Ichsan (Ketua Lembaga Penjaminan Simpanan/LPS). Peluang yang sama terbuka bagi Ina Primiana Febri Mustika (Ekonom dari Unpad) dan Adler Manurung (dosen Universitas Bina Nusantara). Sejumlah pejabat OJK juga termasuk yang berhasil lulus sekesi tahap I.

Sejumlah Anggota Dewan Komisoner (DK) OJK, seperti Ketua OJK, Muliaman D Hadad, Mulya Effendi, Nelson Tampubolon memang kembali mengikuti proses pemilihan. Nama Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto, juga tertera dalam daftar. Begitu juga dengan anggota dewan komisioner lainnya, seperti Nurhaida, Firdaus Djaelani, Ilya Avianti, dan Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono.

Kendati mereka telah lulus seleksi tahap I, ujian  yang harus dilewati para peserta masih sangat panjang. Sebab, dalam menyeleksi calon Anggota Dewan Komisioner OJK tersebut, panitia juga akan melibatkan sejumlah lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Termasuk masukan dan informasi dari masyarakat,” ujar Sri.

Cukup? Belum. Sebab, tak hanya harus punya rekam jejak yang bersih dan memiliki itengritas, para peserta juga harus benar-benar piawai (professional) di bidang jasa keuangan. Itu sebabnya, pada tahapan selanjutnya para peserta harus membuat makalah serta menjalani wawancara.  Tahapan terakhir yang harus dilalui adalah tes kesehatan.

MULIAMAN CALON KUAT

Nah, dari berbagai rangkaian seleksi tadi, pada 25 Februari mendatang panitia seleksi berharap sudah mendapatkan 21 nama calon Anggota Dewan Komisioner OJK untuk diajukan kepada Presiden Joko Widodo. Namun, agaknya tak mudah bagi Sri Mulyani dan kawan-kawan untuk mendapatkan 21 nama tersebut. Sebab, sebagian calon tadi merupakan Anggota Komisoner OJK yang tak lain para mantan pegawai BI dan Kementrian Keuangan.

Untuk posisi Ketua Dewan Komisioner OJK, misalnya. Dari 107 peserta yang lulus tahap I, ada 15 orang yang akan bersaing memperebutkan posisi ini. Termasuk di antaranya Muliaman D Hadad. Kans Muliaman untuk kembali menjabat Ketua Dewan Komisioner OJK cukup besar. Syahdan, Muliaman merupakan kontak favorit BI di OJK. Ia juga  dekat dengan Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PDI-P. Kalangan bankir juga dikabarkan mendukung Muliaman untuk mendapat kepercayaan dari presiden dan DPR.

Posisis Rahmat Waluyanto sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK kemungkinan besar juga tidak akan berubah. Kabarnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani ingin Rahmat tetap di OJK. Dengan begitu, komunikasi Lapangan Banteng dengan OJK tetap terjaga. Apalagi Sri juga menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Meskipun merupakan lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, BI dan Kementrian Keuangan memang ikut menentukan merah birunya OJK. Itu sebabnya, menurut sebuah sumber, BI dan Kementrian Keuangan tetap ingin punya “perwakilan” di OJK. Tidak aneh pula bila otoritas moneter dan fiskal berharap kader-kadernya masuk dalam daftar 21 nama yang akan diajukan ke predien.  “Kalau pun nanti ada calon dari luar, mungkin bukan untuk mengisi posisi strategis,” ujar si sumber.

Salah satu posisi yang “direlakan” diisi oleh calon dari luar Kebon Sirih maupun Lapangan Banteng adalah Anggota Dewan Komsioner OJK merangkap Ketua Dewan Audit. Ada 17 calon yang akan memperebutkan posisi yang saat ini masih dipegang  Ilya Avianti ini. Posisi lainnya adalah Anggota Komisioner OJK bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen. Adler  Manurung termasuk di antara 25 calon yang akan memperebutkan posisi ini.

Memang, pada akhirnya Presiden Jokowi yang akan memutuskan siapa saja dari 25 nama tadi yang akan diajuka ke DPR untuk mengikuti uji kelayakan (fit and proper test). Dan siapapun yang terpilih kelak, mereka harus menyelesaikan sejumlah PR yang belum selesai. “Termasuk di antaranya mendorong konsolidasi perbankan,” ujar Kartika Wrjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 24 Oktober 2016 | 19:50 WIB
Ambisi Telkom Garap Digita

Pada 2025 Indonesia diramalkan bakal menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Telkom memanfaatkan…

Rabu 20 September 2017 | 12:31 WIB
Taring Antidumping Sudah Perlu

Langkah pemerintah menyelamatkan neraca transaksi berjalan dari defisit yang sudah berlangsung sejak tahun 2011, kini kembali…

Selasa 19 Januari 2016 | 00:22 WIB
BNI Life Genjot Pertumbuhan

PT BNI Life Insurance meyakini awal tahun bisnis asuransi jiwa masih mengeliat. Pertumbuhan premi dan laba asuransi jiwa…

Minggu 10 September 2017 | 19:42 WIB
Insya Allah, Masih Kuat Nanjak

Pergerakan indeks harga saham gabungan makin sulit ditebak. Banyak sentimen negatif yang bakal mengujinya.

Minggu 17 September 2017 | 18:51 WIB
Masih Akan Manguat Tipis

Selain faktor eksternal, minggu ini, indeks akan digoyang sentimen dalam negeri. Tapi, kalau kondisi Semenanjung Korea makin…