Kamis, 14 Desember 2017

Yang Halal Makin Berkibar

Tambang Batubara DahlanRP 047

Yang Halal Makin Berkibar

Oleh: Bastaman - Senin 13 Pebruari 2017 | 12:10 WIB

Imbal hasil produk reksa dana saham syariah mengalami peningkatan, bahkan melebihi produk reksa dana saham konvensional. Ini berkat kenaikan harga komoditas.

Syariah memang indentik dengan umat muslim. Tapi, jika melihat mengkilapnya kinerja yang ditorehkan sejumlah produk reksa dana saham syariah, sulit rasanya mempercayai bahwa hanya umat muslim saja yang tergiur oleh keuntungan produk tersebut. Lihat saja catatan  yang disodorkan Infovesta Utama. Sepanjang Januari, reksa dana saham syariah rata-rata mampu memberikan return 1,17%.

Lumayan tinggi. Sebab, sepanjang Januari, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terkoreksi 0,05% ke level 5.294,1. Juga melampaui return reksa dana saham konvensional yang hanya 0,27%. Wawan Hendrayana, Senior Reasearch & Invesment Analyst Infovesta Utama, memperkirakan return reksa dana saham syariah akan terus meningkat. “Saya perkirakan tahun ini reksa dana saham syariah bisa memberikan return 9% -10%,” ujarnya.

Tingginya imbal hasil reksa dana saham syariah ini, menurut pengamatan Wawan,  disokong oleh membaiknya harga komoditas dan pertambangan  seperti batu bara dan emas. Valuasi saham-saham batu bara dalam negeri juga masih menarik. “Harga belum terlalu mahal. Akhir tahun lalu saham-saham komoditas dan pertambangan rebound, dan berlanjut di awal tahun ini,” ujar Wawan.

Apiknya performa saham lapis dua dan saham kapitalisasi kecil (small caps) juga turut menopang kinerja reksa dana saham syariah. Selain itu, menurut Beben Feri Wibowo, Senior Research Analyst Pasar dana, reksa dana saham syariah juga diuntungkan lantaran tidak memiliki portfolio saham sektor keuangan. Seperti diketahui, pada bulan Januari saham sektor keuangan mencatatkan return minus 0,9%.

Kondisi itu pula yang membuat return sejumlah produk reksa dana saham syariah melesat. Sebut saja DMI Dana Saham Syariah. Produk terbitan PT Dhanawibawa Manajemen Investasi ini membukukan return 18, 59% per 31 Januari. Kemudian disusul Treasure Saham Berkah Syariah (PT Treasure Fund Investama) dan KAM Kapital Syariah (PT Kharisma Asset Management) masing-masing membukukan imbal hasil sebesar 11,95% dan 9,24%.

Seorang manajer investasi (MI) mengungkapkan, meningkatnya imbal hasil reksa dana saham syariah yang dikelolanya disebabkan kejelian dalam memilih saham-saham potensial. “Pada saat market mulai bullish kami switching pada saham-saham yang sedang bergerak dan punya funmental kuat serta memiliki beta yang tinggi,” ujarnya.

TETAP BERHATI-HATI

Ia mengaku, pihaknya cenderung untuk memilih saham-saham komoditi. Dan, memang, hasilnya sangat menggembirakan karena saham-saham di sektor ini telah mengalami kenaikan seiring membaiknya harga komoditi dunia. Ia pun optimistis return reksa dana saham syariah kelolaannya akan naik hingga di atas 15% sepanjang tahun ini. “Dengan catatan tak ada perubahan signifikan,” ujarnya.

Pendapat si MI diamini Beben dan Wawan. Menurut prediksi Beben, hingga akhir tahun return reksa dana saham syariah bisa mencapai di atas 12%. Wawan pun sependapat dengan Beben, bahwa tahun ini return reksa dana saham syariah bisa lebih baik ketimbang reksa dana jenis lainnya. “Apalagi peluang penurunan BI 7  day reserve repo rate (suku bunga acuan) sudah terbatas,” ujar Wawan.

Meki demikian, Wawan mengingatkan sebaiknya investor tetap berhati-hati. Sebab, bukan tidak mungkin, sewaktu-waktu terjadi koreksi pada harga saham. Apalagi kondisi perekonomian dunia belum benar-benar pulih. Nah, agar tak terjebak oleh kemungkinan terjadinya koreksi, dan supaya mendapatkan return maksimal, Wawan menyarankan agar para investor memiliki disiplin yang tinggi.

Selain itu, investor juga sebaiknya mencermati isi portfolio reksa dana saham syariah incarannya. Reksa dana yang lebih dominan menempatkan dananya pada saham komoditas dan pertambangan, kemungkinan akan mempunyai kinerja yang lebih baik. “Karena kenaikan cukup agresif,” ujar Wawan. Paling tidak, lanjutnya, untuk saat ini.

Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset manajemen (SAM), juga memiliki pandangan yang sama dengan rekan-rekannya. Menurutnya, seperti halnya reksa dana saham konvensional, prospek reksa dana saham syariah ke depan sangat tergantung pada kelangsungan bursa domestik dan regional. Maklum, bursa domestik kerap bergerak mengikuti sentimen bursa regional dan  global.

Seperti yang terjadi belakangan ini, sektor saham yang masuk dalam daftar efek syariah memang lebih tinggi ketimbang saham-saham di IHSG. Sektor saham syariah yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah komoditas, perdagangan dan jasa, properti, consumer dan infrastruktur. Tapi, ya itu tadi, kondisi ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengamat yang berani memastikan apakah pasar saham global telah kembali ke tren bullish atau belum? Tapi, terlepas dari kesulitan menebak yang terjadi di negeri orang, kondisi yang saat ini merupakan kesempatan bagi investor yang berorientasi jangka panjang untuk masuk ke reksa dana saham syariah.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 05 September 2016 | 21:20 WIB
UCWeb Luncurkan UC News

Untuk menjawab peningkatan konsumsi konten mobile di Indonesia, UCWeb Inc, mobile internet browser dari Alibaba Group, pekan…

Kamis 01 September 2016 | 15:38 WIB
FWD Life Gandeng KEB Hana Kembangkan Bancassurance

Tingkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan proteksi diri untuk masa depan, FWD Life dan Bank KEB Hana tawarkan produk…

Senin 29 Agustus 2016 | 12:07 WIB
Karena Asap Mereka Kaya

Para taipan ini dinobatkan sebagai orang-orang terkaya di Indonesia. Bisnis rokok yang menghantarkan mereka ke kursi kejayaan.

Senin 26 September 2016 | 12:55 WIB
OJK Dorong Fintech

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan yang bergerak di bidang teknologi keuangan (financial technology/fintech)…

Sabtu 16 September 2017 | 21:15 WIB
Kebangkitan WIKA

Saham konstruksi yang satu ini layak Anda pertimbangkan.