Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Perdagangan Global Melambat Hingga 0,5%

Edy Purnomo

Rabu, 24 Juli 2019 - 09:05 WIB

Ekspor
Ekspor
A A A

Majalahreviewweekly.com - Indeks manajer pembelian manufaktur di tingkat global terus menurun seiring dengan memburuknya sentimen bisnis. Para pelaku bisnis memilih untuk menunda investasi dalam menghadapi tingginya ketidakpastian global.

Direktur Riset Dana Moneter Internasional (IMF) Gita Gopinath mengungkapkan, pertumbuhan perdagangan global telah mendekati pertumbuhan investasi. Pada kuartal pertama 2019, pertumbuhan perdagangan melambat hingga 0,5% (year-on-year), yang merupakan laju paling lambat sejak 2012.

"Di sisi lain, sektor jasa tertahan dan  sentimen konsumen masih kuat, karena tingkat pengangguran menyentuh rekor terendah dan pendapatan upah naik di beberapa negara," jelas Gopinath dalam artikelnya di Blog IMF, Selasa (23/7/2019).

Dia melihat, negara-negara maju (Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan kawasan euro) tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal pertama 2019. Namun, beberapa faktor bersifat sementara dan sementara. Momentum pertumbuhan ke depan diperkirakan akan lebih lemah, terutama untuk negara-negara yang bergantung pada permintaan eksternal.

Di pasar negara berkembang dan ekonomi sedang berkembang, pertumbuhan direvisi turun 0,3% pada 2019 menjadi 4,1% dan turun lagi 0,1% untuk  2020 menjadi 4,7%. Revisi ke bawah untuk 2019 hampir terjadi di seluruh ekonomi utama dengan berbagai alasan. Di China, sedikit revisi ke bawah mencerminkan dampak tarif yang lebih tinggi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat pada Mei. Revisi yang lebih signifikan berlaku untuk India dan Brasil yang mencerminkan pelemahan permintaan domestik.

Pasar komoditas mengalami gangguan pasokan (Rusia dan Chili) dan sanksi terhadap Iran. Kondisi itu menyebabkan revisi turun meskipun harga minyak menguat dalam waktu dekat. Proyeksi pemulihan pertumbuhan antara 2019 dan 2020 di pasar negara berkembang dan negara berkembang bergantung pada hasil pertumbuhan yang lebih baik di negara-negara yang mengalami tekanan seperti Argentina, Turki, Iran, dan Venezuela.

Dalam beberapa waktu ke depan, kondisi keuangan di Amerika Serikat dan kawasan euro semakin mereda. Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa mengadopsi sikap kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Pasar negara berkembang telah mendapat manfaat dari pelonggaran moneter di negara-negara besar tetapi juga menghadapi sentimen risiko yang mudah berubah terkait dengan ketegangan perdagangan.  

Risiko Penurunan Meningkat

Menurut Gita Gopinath, risiko penurunan terhadap prospek pertumbuhan tetap bertumpu pada eskalasi ketegangan perdagangan dan perubahan teknologi. Kedua hal itu secara signifikan dapat mengganggu rantai pasokan global. Efek gabungan dari tarif yang diberlakukan tahun lalu dan tarif tambahan yang dipertimbangkan Amerika Serikat dan China dapat mengurangi tingkat PDB global pada 2020 sebesar 0,5%.

"Kejutan dan memburuknya sentimen keuangan yang  berlangsung lama dapat mengekspos kerentanan finansial yang dibangun selama bertahun-tahun dengan suku bunga rendah. Di sisi lain, tekanan disinflasi dapat menyebabkan kesulitan dalam pembayaran utang untuk peminjam," jelas Gopinath.

Risiko signifikan lainnya adalah perlambatan ekonomi China, kurang kuatnya pemulihan di kawasan euro, tidak adanya kesepakatan Brexit, dan eskalasi ketegangan geopolitik.

Dengan pertumbuhan global yang lemah dan risiko penurunan yang dominan, ekonomi global tetap berada pada titik yang sulit. Karena itu, penting agar tarif tidak digunakan untuk menargetkan neraca perdagangan bilateral atau sebagai alat tujuan umum untuk mengatasi ketidaksepakatan internasional. Untuk membantu menyelesaikan konflik, sistem perdagangan multilateral berbasis aturan harus diperkuat dan dimodernisasi untuk mencakup bidang-bidang seperti layanan digital, subsidi, dan transfer teknologi.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…