Kamis, 14 Desember 2017

PGN Pasok Gas Bumi ke 1.652 Industri

BBG dok Review (1)

PGN Pasok Gas Bumi ke 1.652 Industri

Oleh: Reviewweekly - Senin 13 Pebruari 2017 | 12:34 WIB

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan kode dagang (PGAS) mengakui telah memasok gas bumi ke 1.652 industri dan pembangkit listrik, selain itu PGN juga memasok gas bumi ke lebih dari 1.920 pelanggan komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta memasok ke lebih dari 200.000 pelanggan rumah tangga.

Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto.  Menurutnya, kompetisi global saat ini membuat industri nasional dituntut untuk dapat efisien. Menurutnya, beralih ke gas bumi merupakan salah satu langkah tepat karena dibandingkan bahan bakar lainnya lantaran gas bumi lebih efisien serta ramah lingkungan dan mudah penggunaannya.

Gas bumi yang memiliki banyak keunggulan ini bahkan berasal dari produksi dalam negeri, tidak akan dapat dinikmati industri tanpa dibangunnya infrastruktur pipa gas bumi. Oleh sebab itu, sudah menjadi komitmen bagi perseroan terus membangun infrastruktur gas bumi dan membuka kawasan baru pengguna gas bumi.

Disebutkan, total pipa gas hilir PGN saat ini lebih dari 7.278 kilometer. Ini setara dengan 80% infrastruktur gas bumi hilir seluruh Indonesia.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 25 Juli 2016 | 22:12 WIB
Pulau Tax Haven Bikinan Indonesia

Singapura bukan satu-satunya negara yang menjadi daya tarik bagi warga negara Indonesia (WNI) menyembunyikan uangnya di…

Kamis 28 Juli 2016 | 15:30 WIB
With 1 Million Active Users, BACA Receives Series B Funding and Expansion to Brazil

BACA, a news reader application in Indonesia, recently announced that they have received a Series B funding from Bertelsmann…

Senin 21 September 2015 | 00:00 WIB
Mewaspadai Kucuran Kredit CBD

Di saat likuiditas valas melimpah, tiga bank BUMN justru mengajukan pinjaman ke China Bank of Development. Padahal bunga…

Senin 08 Pebruari 2016 | 14:24 WIB
Menilik Rapor Bank BUMN

Kecuali BTN dan BRI, kinerja bank BUMN di 2015 mulai melambat. Melonjaknya biaya pencadangan kredit macet menguras pendapatan…

Senin 13 Pebruari 2017 | 12:04 WIB
Was-was Dikejar Pajak Tanah

Untuk meredam spekulan, pemerintah berencana mengenakan pajak progresik atas lahan tidur dan penguasaan berlebih. Bisnis…