Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Edy Purnomo

Kamis, 25 Juli 2019 - 08:55 WIB

Mata uang RRT, Yuan. Sumber: Istimewa
Mata uang RRT, Yuan. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai 1,17 triliun yuan (USD 170 miliar).

Untuk menjaga stabilitas pertumbuhan, Pemerintah China menerapkan kebijakan fiskal proaktif. Pemerintah negeri itu juga mengarahkan kebijakannya untuk meningkatkan konsumsi dan mendukung pembangunan infrastruktur.

"Kebijakan pelonggaran pajak itu merupakan salah satu upaya Pemerintah China untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi," kata Cai Zili, direktur Departemen Perpajakan Properti dan Perilaku Administrasi Pajak Negara (STA), seperti dikutip China Daily, Rabu (24/7/2019).

Dengan pelonggaran itu, pajak penghasilan (PPh) perorangan pada Januari-Juni 2019 turun 30,6%, merupakan penurunan terbesar dari beberapa jenis pajak di negeri itu. Pemerintah China melakukan reformasi  PPh perorangan itu pada Oktober 2018 dan mulai memberlakukan pemotongan khusus pada Januari 2019.

Pemerintah China juga melakukan reformasi pajak pertambahan nilai (PPN). Hingga Juni 2019, reformasi PPN telah menyelamatkan bisnis sekitar 436,9 miliar yuan. Perusahaan kecil dan mikro telah menghemat  116,4 miliar yuan karena kebijakan pemotongan pajak tersebut.

"Pemotongan pajak secara langsung mengakibatkan penurunan pendapatan pemerintah. Ketika pemotongan  pajak dan  biaya diberlakukan, pendapatan pajak pada semester pertama telah melambat luar biasa," jelas Cai.

Pada semester I 2019,  pendapatan pajak negeri itu hanya meningkat sebesar 1,4%, jauh di bawah periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 13,9%.

Sejak awal tahun ini, Pemerintah China mengeluarkan kebijakan fiskal yang proaktif untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi. Pada paruh pertama 2019, Biro Statistik Nasional melaporkan, pertumbuhan ekonomi China tercatat 6,3% atau di bawah kuartal pertama sebesar 6,4%. Namun, realisasi pertumbuhan itu masih berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 6% hingga 6,5%.

Para ekonom memperkirakan bahwa ekonomi China  tetap tertekan dalam menghadapi tantangan di dalam dan luar negeri. Untuk menstabilkan tren pertumbuhan, pihak berwenang kemungkinan akan mengambil langkah-langkah yang lebih proaktif, baik dalam bidang moneter maupun fiskal.

"Menstabilkan ekonomi dalam jangka pendek adalah keprihatinan utama bagi para pembuat kebijakan," kata Wang Shengzu, co-kepala Grup Strategi Investasi Asia, Goldman Sachs. Selain pemotongan pajak dan biaya, bank sentral dapat melonggarkan rasio cadangan wajib dan suku bunga pasar yang lebih rendah.

Bank Rakyat China kemungkinan akan mengikuti sikap bank sentral AS, The Federal Reserve. Bila the Fed menurunkan suku bunga, bank sentral China juga akan melonggarkannya.
 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…