Selasa, 10 Desember 2019 | Jakarta, Indonesia

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Edy Purnomo

Kamis, 25 Juli 2019 - 09:10 WIB

Ilustrasi belanja. Sumber: Istimewa
Ilustrasi belanja. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Pemain bisnis-ke-bisnis (B2B) online global terbesar di dunia itu membuka platformnya untuk produsen, grosir, dan distributor di AS.
Program itu bertujuan untuk membantu mereka mengakses pasar e-commerce B2B global senilai USD23,9 triliun. Pasar B2B enam kali lebih besar dari pasar business-to-consumer (B2C).Alibaba siap bersaing dengan Amazon.com yang berbasis di Seattle, AS.

Seperti dikutip China Daily, Rabu (24/7/2019), Alibaba mengaku bisa memahami adanya  pertimbangan politik di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. "Terlepas dari semua ketegangan geopolitik yang ada di dunia, antara China dan AS, kami terus membangun bisnis AS dengan hati-hati," kata Michael Evans, presiden Alibaba, seperti dilaporkan Yahoo Finance.

Evans mengaku telah ke Washington untuk membicarakan rencana bisnis raksasa e-commerce di AS. "Jadi, kami tidak mengejutkan mereka." Tahun ini, pasar e-commerce B2B di AS akan bernilai USD1,1 triliun, jauh di atas  pasar B2C sebesar USD480 miliar.

Sebelumnya, pelaku UKM AS hanya bisa mendapatkan atau membeli barang di Alibaba.com. Sebab, tujuan awal Alibaba adalah menghubungkan pemasok di China dengan pembeli di pasar luar negeri, sebagian besar di AS.

Kini, pedagang AS akan dapat menjual ke bisnis lain yang berbasis di AS. Perubahan itu akan membuka pasar bagi pedagang Amerika di negara-negara yang dilayani oleh Alibaba, termasuk India, Brasil, dan Kanada.

Selama ini, sekitar sepertiga pembeli di Alibaba.com berbasis di AS, sedangkan lebih dari 95% penjual berbasis di China. Sampai saat ini, penjual AS tidak akan memiliki akses ke pasar China.

"Sebagian besar bisnis kecil bukan digital, dan mereka berdagang secara lokal dengan pelanggan mereka," kata Presiden Alibaba B2B Amerika Utara John Caplan.

Alibaba menawarkan jutaan platform kepada para petani dan pelaku usaha kecil di AS untuk menawarkan produknya. "Anda bisa bersaing dan bertindak seperti perusahaan multinasional meski tidak memiliki alat atau teknologi untuk dapat melakukannya," kata Caplan.

Alibaba telah meluncurkan fitur baru untuk mendukung upaya pemasaran on-boarding dan pemasok baru atau penjual asal AS.

"Dengan 10 juta pebisnis aktif di lebih dari 190 negara dan wilayah, kami membentuk kembali perdagangan B2B dengan menyediakan alat dan layanan yang diperlukan bagi perusahaan UKM AS untuk bersaing dan berhasil di pasar global saat ini," kata Caplan dalam siaran pers Selasa, (23/7/2019).

Penjual akan dapat membangun dan mengelola toko digital pada platform. Mereka bisa menggunakan alat tentang manajemen hubungan pelanggan (CRM), komunikasi, dan pemasaran digital. Layanan pembayaran online dimulai pada Rabu (24/7/2019), tetapi belum tersedia untuk penjual di New York dan Nevada.

Pada Selasa lalu, beberapa perusahaan AS seperti Office Depot dan Robinson Fresh, divisi produksi perusahaan logistik C.H. Robinson, meluncurkan toko di Alibaba.com. Saat ini, delegasi Alibaba.com mengadakan tur ke AS untuk bertemu dengan pemilik bisnis dan menjelaskan cara kerja berbagai platform.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…