Kamis, 14 Desember 2017

Rupiah dan Dolar Sama-sama Letoi

Dok. Review

Rupiah dan Dolar Sama-sama Letoi

Oleh: Bastaman - Jumat 18 Agustus 2017 | 19:00 WIB

Pidato Presiden di DPR tak mampu mengangkat rupiah. Justru sebaliknya, rupiah melemah pada saat dolar juga kekurangan tenaga.

Tak semua harapan bisa menjadi kenyataan. Pepatah klise ini tampaknya akan berlaku sepanjang zaman. Contoh yang paling hangat terjadi di pasar uang hari ini (Jum’at, 18/8), yakni ketika nilai kembali melemah 0,03% ke kisaran Rp 13.362 per dolar. Padahal, sebelumnya, setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan RAPBN 2018, rupiah akan kembali menguat.

Untuk beberapa saat, perkiraan itu sempat menjadi kenyataan. Kamis kemarin (17/8), di pasar spot rupiah menguat 0,14% ke level Rp 13.358 per dolar. Sayangnya, hari ini rupiah kembali letoi. Yang menarik, pelemahan ini justru terjadi pada saat sejumlah mata uang dunia menguat terhadap dolar Amerika. Yen Jepang dan Bath Thailand, misalnya, pada hari ini masing-masing menguat 0,40% dan 0,17%.

Pelemahan dolar itu terjadi setelah sejumlah penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengundurkan diri. Langkah yang diambil para pensehat Trump itu membuat kebijakan ekonomi Amerika menjadi tidak jelas. “Pasar mulai meragukan kebijakan ekonomi Trump yang pro-pertumbuhan. Ini pada akhirnya berimbas kepada kurs dolar,” ujar Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst dari Monex Investindo Futures.

Tidak hanya itu saja, kurs dolar juga cenderung melemah setelah rilis risalah FOMC meeting bulan Juli. Pasar memperkirakan, potensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini mengecil. Makanya, tak mengherankan jika dolar tunduk terhadap sejumlah mata uang. Lantas, mengapa rupiah justru melemah terhadap dolar? “Data penjualan ritel Amerika cukup memuas, itulah yang membuat rupiah melemah,” ujar Putu.

Untuk beberapa hari ke depan, Putu dan sejumlah analis pasar uang memperkirakan pergerakan rupiah tidak akan terlalu liar. Soalnya, diperkirakan pasar masih akan sepi sentimen positif mau pun negatif. Putu memperkirakan, rupiah hanya akan bergerak di kisaran Rp 13.300 - Rp 13.400 per dolar.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 22 Pebruari 2016 | 22:24 WIB
Inpex di Atas Angin

Presiden Jokowi bakal segera memutuskan skema pengolahan Blok Masela di laut atau di darat. Inpex bakal diuntungkan? 

Selasa 13 Januari 1970 | 19:30 WIB
Ini Dia Prospek Barang Baru

Saham Emdeki mulai ditawarkan 14 September ini. Bagaimana prospek usahanya?

Senin 05 Oktober 2015 | 05:02 WIB
Permintaan Sang Presiden

Presiden Jokowi meminta agar harga BBM premium diturunkan. Padahal Menteri ESDM baru saja pastikan harga tetap.

Senin 27 Maret 2017 | 11:30 WIB
Menteri Susi Ajak Nelayan Jaga Kelestarian Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melanjutkan rangkaian kunjungannya ke Sulawesi yakni ke Kota Kendari. Bertemu…

Senin 18 Januari 2016 | 22:38 WIB
Bisnis Penerbangan Bisa Runyam

Bisnis penerbangan nasional bisa bernasib buruk jika masalah kualitas keamanan dan pelayanan kepada para penumpang terus…