Sabtu, 21 Oktober 2017

Rupiah dan Dolar Sama-sama Letoi

Dok. Review

Rupiah dan Dolar Sama-sama Letoi

Oleh: Bastaman - Jumat 18 Agustus 2017 | 19:00 WIB

Pidato Presiden di DPR tak mampu mengangkat rupiah. Justru sebaliknya, rupiah melemah pada saat dolar juga kekurangan tenaga.

Tak semua harapan bisa menjadi kenyataan. Pepatah klise ini tampaknya akan berlaku sepanjang zaman. Contoh yang paling hangat terjadi di pasar uang hari ini (Jum’at, 18/8), yakni ketika nilai kembali melemah 0,03% ke kisaran Rp 13.362 per dolar. Padahal, sebelumnya, setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan RAPBN 2018, rupiah akan kembali menguat.

Untuk beberapa saat, perkiraan itu sempat menjadi kenyataan. Kamis kemarin (17/8), di pasar spot rupiah menguat 0,14% ke level Rp 13.358 per dolar. Sayangnya, hari ini rupiah kembali letoi. Yang menarik, pelemahan ini justru terjadi pada saat sejumlah mata uang dunia menguat terhadap dolar Amerika. Yen Jepang dan Bath Thailand, misalnya, pada hari ini masing-masing menguat 0,40% dan 0,17%.

Pelemahan dolar itu terjadi setelah sejumlah penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengundurkan diri. Langkah yang diambil para pensehat Trump itu membuat kebijakan ekonomi Amerika menjadi tidak jelas. “Pasar mulai meragukan kebijakan ekonomi Trump yang pro-pertumbuhan. Ini pada akhirnya berimbas kepada kurs dolar,” ujar Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst dari Monex Investindo Futures.

Tidak hanya itu saja, kurs dolar juga cenderung melemah setelah rilis risalah FOMC meeting bulan Juli. Pasar memperkirakan, potensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini mengecil. Makanya, tak mengherankan jika dolar tunduk terhadap sejumlah mata uang. Lantas, mengapa rupiah justru melemah terhadap dolar? “Data penjualan ritel Amerika cukup memuas, itulah yang membuat rupiah melemah,” ujar Putu.

Untuk beberapa hari ke depan, Putu dan sejumlah analis pasar uang memperkirakan pergerakan rupiah tidak akan terlalu liar. Soalnya, diperkirakan pasar masih akan sepi sentimen positif mau pun negatif. Putu memperkirakan, rupiah hanya akan bergerak di kisaran Rp 13.300 - Rp 13.400 per dolar.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 16 Mei 2016 | 21:36 WIB
Tuduhan terhadap Honda dan Yamaha

Honda dan Yamaha dituduh melakukan persekongkolan harga.

Kamis 02 Pebruari 2017 | 12:33 WIB
Mandiri Sekuritas Optimis Tren Positif Obligasi Berlanjut

PT Mandiri Sekuritas optimistis tren positif pasar surat utang atau obligasi di dalam negeri akan berlanjut pada 2017 menyusul…

Rabu 21 Oktober 2015 | 18:03 WIB
Kucuran Kredit Masih Akan Seret

Sejumlah bank mulai giat memangkas suku bunga pinjaman maupun kredit. Tapi standar Basel III bakal membatasi ruang gerak…

Senin 07 Maret 2016 | 21:00 WIB
Robert Cattanach DITANTANG NOKIA

Robert Cattanach ditantang untuk meningkatkan penjualan Nokia di Indonesia. Ia memang punya pengalaman lebih 30 tahun  di…

Jumat 25 Agustus 2017 | 18:00 WIB
Amerika Bikin Bete

Simpang siurnya kabar dari negeri Paman Sam memaksa investor untuk tidak terlalu aktif. Untunglah, dari dalam negeri…