Sabtu, 21 Oktober 2017

Menunggu Kabar Dari Jack Hole

Riset

Menunggu Kabar Dari Jack Hole

Oleh: Bastaman - Selasa 22 Agustus 2017 | 18:29 WIB

Pasar menunggu kabar dari pertemuan para gubernur bank sentral di Jack Hole, Wyoming, Amerika. Tapi diduga tidak ada kebijakan yang baru. 

Perkiraan rupiah bakal kembali menguat, terbukti benar. Lihat saja, Selasa ini (22/8), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 13.344 per dolar atau menguat 0,05% dibandingkan penutupan Senin kemarin. Aksi Presiden Donald Trump memecat Stephen Bannon, Kepala Strategis Kepresidenan, dianggap sebagai biang dari pemelemahan si greenback.

Ada dua aliran yang jauh berbeda tentang pemecatan Bannon. Sebagian kalangan berpendapat bahwa kepergian penasihat senior Gedung Putih itu akan menganggu kelanjutan rencana kebijakan ekonomi Trump, seperti reformasi pajak dan kebijakan stimulus. Sebagian lagi berpendapat, pemecatan Bannon justru positif karena mengurangi ketegangan di internal Gedung Putih.

Benar-benar membingungkan. Satu-satunya yang bisa menjadi pendorong penguatan dolar adalah pertemuan para gubernur bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, Amerika, Kamis - Jum’at pekan ini. Dari pidato Jannet Yellen di konferensi tahunan itu para pelaku ekonomi bisa menduga-duga arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Tapi sejumlah analis memperkirakan, isi pidato Yellen tidak akan berbeda jauh dengan rilis risalah Federal Open Market Committe bulan Juli. Artinya, The Fed tetap ragu-ragu untuk menaikan suku bunganya pada bulan Desember depan. Kalau ini yang terjadi, maka diperkirakan dolar akan kembali melemah.

Nah, itu dugaan tentang isi pidato Yellen. Lantas bagaimana dengan kebijakan yang akan diambil oleh Mario Draghi, Gubernur European Central Bank (ECB), yang juga akan menjadi pembicara di Jack Hole? Pasar pun menduga ECB kemungkinan akan mempertahankan tingkat suku bunganya di level 0%.

Sementara dari dalam negeri, seperti dikatakan Putu Agus Pransuamitra, pergerakan rupiah masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. “Tapi kemungkinan suku bunga masih akan dipertahankan,” ujar Putu. Jadi, lanjutnya, pasar saat ini cenderung wait and see alias tidak memberikan reaksi yang berlebihan. Berdasarkan perkiraan itu, Putu menduga rupiah akan menguat terbatas di kisaran Rp 13.310 - Rp 13.370 per dolar.

Mudah-mudahan perkiraan Putu benar adanya. Sebab, nilai tukar rupiah juga akan menjadi faktor penentu pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 13 Pebruari 2017 | 12:04 WIB
Was-was Dikejar Pajak Tanah

Untuk meredam spekulan, pemerintah berencana mengenakan pajak progresik atas lahan tidur dan penguasaan berlebih. Bisnis…

Sabtu 09 September 2017 | 20:07 WIB
Setelah Harvey, Kini Giliran Irma

Setelah Harvey, pekan ini badai Irma akan menerjang wilayah Florida. Kedua badai tersebut membuat ekonomi Amerika makin…

Senin 13 Juni 2016 | 22:05 WIB
Selamat Datang Orang Miskin Baru

Pencabutan subsidi listrik 900 VA bakal membuat jumlah orang miskin di Indonesia bertambah.

Rabu 28 September 2016 | 10:05 WIB
BTN Juarai Annual Report Award 2015

Bank BTN menerapkan sejumlah strategi untuk meraih penghargaan di bidang keuangan.

Senin 29 Agustus 2016 | 12:02 WIB
Bapak Pokemon Go

Sukses membuat game Pokemon Go, Hanke masih tertantang untuk membuat game berbasis geografis.