Kamis, 14 Desember 2017

Menunggu Kabar Dari Jack Hole

Riset

Menunggu Kabar Dari Jack Hole

Oleh: Bastaman - Selasa 22 Agustus 2017 | 18:29 WIB

Pasar menunggu kabar dari pertemuan para gubernur bank sentral di Jack Hole, Wyoming, Amerika. Tapi diduga tidak ada kebijakan yang baru. 

Perkiraan rupiah bakal kembali menguat, terbukti benar. Lihat saja, Selasa ini (22/8), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 13.344 per dolar atau menguat 0,05% dibandingkan penutupan Senin kemarin. Aksi Presiden Donald Trump memecat Stephen Bannon, Kepala Strategis Kepresidenan, dianggap sebagai biang dari pemelemahan si greenback.

Ada dua aliran yang jauh berbeda tentang pemecatan Bannon. Sebagian kalangan berpendapat bahwa kepergian penasihat senior Gedung Putih itu akan menganggu kelanjutan rencana kebijakan ekonomi Trump, seperti reformasi pajak dan kebijakan stimulus. Sebagian lagi berpendapat, pemecatan Bannon justru positif karena mengurangi ketegangan di internal Gedung Putih.

Benar-benar membingungkan. Satu-satunya yang bisa menjadi pendorong penguatan dolar adalah pertemuan para gubernur bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, Amerika, Kamis - Jum’at pekan ini. Dari pidato Jannet Yellen di konferensi tahunan itu para pelaku ekonomi bisa menduga-duga arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Tapi sejumlah analis memperkirakan, isi pidato Yellen tidak akan berbeda jauh dengan rilis risalah Federal Open Market Committe bulan Juli. Artinya, The Fed tetap ragu-ragu untuk menaikan suku bunganya pada bulan Desember depan. Kalau ini yang terjadi, maka diperkirakan dolar akan kembali melemah.

Nah, itu dugaan tentang isi pidato Yellen. Lantas bagaimana dengan kebijakan yang akan diambil oleh Mario Draghi, Gubernur European Central Bank (ECB), yang juga akan menjadi pembicara di Jack Hole? Pasar pun menduga ECB kemungkinan akan mempertahankan tingkat suku bunganya di level 0%.

Sementara dari dalam negeri, seperti dikatakan Putu Agus Pransuamitra, pergerakan rupiah masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. “Tapi kemungkinan suku bunga masih akan dipertahankan,” ujar Putu. Jadi, lanjutnya, pasar saat ini cenderung wait and see alias tidak memberikan reaksi yang berlebihan. Berdasarkan perkiraan itu, Putu menduga rupiah akan menguat terbatas di kisaran Rp 13.310 - Rp 13.370 per dolar.

Mudah-mudahan perkiraan Putu benar adanya. Sebab, nilai tukar rupiah juga akan menjadi faktor penentu pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 09 Oktober 2017 | 21:51 WIB
Hari ini Menguat, Entah Besok

Rupiah diselamatkan isu geopolitik. Apiknya penampilan ekonomi Amerika dan ketidakpastian di Eropa tetap menjadi ancaman…

Senin 07 Maret 2016 | 21:22 WIB
Petugas Pajak Bakal Leluasa

Pemerintah dan kantor pajak bakal dengan mudah memantau data rahasia nasabah perbankan. Bakal tak ada lagi sanksi pidana…

Senin 01 Agustus 2016 | 21:45 WIB
Laba Bank Mandiri Semester I-2016 Rp 7,1 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraup laba bersih pada semester I-2016  sebesar Rp 7,1 triliun, turun 28,7% bila dibandingkan…

Senin 26 Desember 2016 | 18:17 WIB
Butuh Duitnya, Emoh Asapnya

Untuk mengamankan penerimaan APBN, cukai dan tarif PPN rokok akan dinaikan tahun depan. Tak hanya itu, kelak, setiap mata…

Kamis 04 Pebruari 2016 | 09:15 WIB
Aroma Politis Pembentukan KEIN

Presiden Jokowi melantik Soetrisno Bachir sebagai Ketua KEIN. Dituding berbau konsesi politik.