Kamis, 14 Desember 2017

Bullish Vs Bearish

Dok. Review

Bullish Vs Bearish

Oleh: Nikita Jagad - Rabu 06 September 2017 | 06:00 WIB

Pertarungan antara banteng dan beruang semakin sengit. Selain aset safe haven masih ada saham yang patut dipilih.

Pengaruh ketegangan di Semenanjung Korea, akhirnya, pudar juga. Indeks harga saham gabungan (IHSG), Selasa (5/8), ditutup menguat ke level 5.829,89 atau naik 0,28% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Para analis memprediksi, secara teknikal IHSG besok terlihat pola bullish pin bar candle. Pemicunya, mudah ditebak, karena stabilitas fundamental makro ekonomi dalam negeri yang stabil. Diperkirakan, hari ini (6/8) indeks akan bergerak dengan support 5.753 dan resistance di 5.873.

Lantas apa yang harus dilakukan investor jika perang antara AS dan Korea Utara terjadi? Selain berpindah ke aset safe haven (seperti emas dan yen), ada sejumlah saham yang disarankan analis untuk dikoleksi. Seperti saham-saham di sektor konstruksi, karena belanja pemerintah diprediksi meningkat di semester dua tahun ini, Pilihannya adalah ADHI, PTPP, dan WSKT.

Sedangkan saham-saham yang harus dilepas antara lain dari sektor perbankan seperti BBCA, BJBR, BMRI dan BBRI. Apalagi dilihat dari price earning ratio (PER), saham-saham bank  sudah terlalu mahal.

Selain saham perbankan, saham semen seperti SMGR dan INTP juga patut dijual. Ini lantaran valuasi kedua saham yang tinggi. 

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 20 Pebruari 2017 | 11:59 WIB
Jokowi Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Dukung Pemerataan Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sejak awal pemerintah memandang pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan…

Senin 26 Desember 2016 | 20:07 WIB
PLN Jadi Penyuplai Listrik MRT Jakarta

PT MRT Jakarta dan Perusahaan Listrik Negara PLN) menandatangani kesepakatan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL)…

Senin 31 Agustus 2015 | 21:25 WIB
Panen Raya Bisnis Duit

Menjelang pengumuman kenaikan suku bunga The Fed, transaksi valas di money changer dan bank meningkat tajam. Untung…

Senin 07 Nopember 2016 | 19:49 WIB
Intiland Raup Prapenjualan Rp 1,4 Triliun

Emiten properti, PT Intiland Development Tbk. meraup prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp1,4 triliun per September…

Senin 12 Oktober 2015 | 10:01 WIB
BI dalam Sorotan

BPK menduga ada kesalahan kebijakan moneter yang membuat rupiah terus melemah dan cadangan devisa terkuras.