Sabtu, 21 Oktober 2017

Lego Saham Gaya Lippo

Riset

Lego Saham Gaya Lippo

Oleh: Satrio Adi Nugroho - Jumat 22 September 2017 | 13:16 WIB

Artikel Terkait

Lippo Group sedang butuh uang? Entahlah. Yang jelas,  kelompok usaha milik Keluarga Mochtar Riady ini belakangan gemar menjual beberapa aset miliknya. Menjelang pertengahan bulan ini, misalnya, Pacific Asia Holdings Ltd sebagai pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melepas kepemilakan sahamnya di pasar negosiasi. Bertindak sebagai broker jual dan beli pada transaksi crossing senilai total Rp 1,3 triliun ini adalah PT Ciptadana Sekuritas.

Nasabah beli dalam transaksi itu terdiri atas PT Inti Anugrah Propertindo dan Conrex Ltd. Sebaliknya, dari pihak penjual adalah Conrex Ltd dan Pacific Asia Holdings. Jumlah saham ditransaksikan total sebanyak 12,01 juta saham LPKR.

Crossing saham LPKR dilakukan pada harga Rp 1.060 per saham. Harga penutupan saham properti milik Lippo Group itu di level Rp 735 per saham atau naik 15 poin (2,08%).

Sekadar diketahui, PT Inti Anugrah Propertindo adalah perusahaan properti (real estate) yang berdiri pada 2013. Pemegang sahamnya terdiri atas PT Trijaya Utama Mandiri dan Fullerton Capital Ltd.

Pada Agustus 2017, PT Inti Anugrah Propertindo juga membeli 63,49% saham PT Lippo Securities Tbk (LPPS) dari tangan Pacific Asia Holdings senilai Rp 144,6 miliar. Kepemilikannya di LPPS total sebesar 67,52% pasca transaksi itu.

Di bulan yang sama, sisa kepemilikan saham Pacific Asia Holdings di LPKR tinggal 4,88%. Pada laporan kepemilikan efek yang mencapai 5% atau lebih, Pacific Asia Holdings yang beralamat di British Virgin Islands sudah tak bersisa lagi.

LPKR sendiri saat ini sedang fokus pada pengembangan proyek terbarunya dan disebut sebagai investasi terbesar Lippo Group dalam enam dekade terakhir, yakni proyek Meikarta.

Sejak proyek Meikarta diluncurkan, LPKR membukukan marketing sales (penjualan) sebesar Rp 2,4 triliun pada semester I-2017.

Kinerja keuangan LPKR itu telah berhasil mendorong indeks saham sektor tersebut melaju di teritori positif dua pekan lalu. Bahkan, penguatan ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak delapan dari 10 sektor tercatat melemah. Artinya, hanya ada dua sektor yang bergerak menguat pada dua pekan lalu, yaitu sektor properti dan infrastruktur yang masing-masing menguat 1,79% dan 0,55%.

Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan, perbaikan kinerja industri properti juga dapat dilihat dari kenaikan harga properti baru (primary market) sebesar 5,7% secara bulanan pada Juli 2017. Sementara, untuk harga properti second (second market) naik 3,5%.

"Tapi berbeda untuk segmen apartemen. Supply naik sedangkan permintaan tidak," kata Bima.

Bila dilihat secara kuartal, supply apartemen dari kuartal I 2017 hingga kuaral II 2017 tumbuh 87%. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan permintaan pasar yang masih stagnan.

"Kalau dicermati marketing sales semester I-2017 masih relatif lemah, namun positif dari hal pencapaian target," sambung Bima.

Apakah ini berarti permintaan pasar akan Meikarta bakal tersendat-sendat? Entahlah. Yang jelas, proyek Meikarta banyak disorot berbagai pihak. “Kota raksasa” di pinggiran paling Timur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 278 triliun itu sedang bermasalah. Banyak kalangan—yang bukan kalangan ecek-ecek—yang meminta agar pemilik Lippo Group, James Riady menghentikan pembangunan proyek Meikarta.

 

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 17 Oktober 2016 | 20:31 WIB
Masih Bisa Menguatkah BCA?

Banyak yang menilai, saham BCA sudah kemahalan. Tapi, kalau melihat profil usahanya, bank ini memang cukup menjanjikan.

Rabu 16 Agustus 2017 | 18:30 WIB
IHSG Setelah Pidato Jokowi

Indeks harga saham gabungan ditutup menguat. Itu karena sentimen positif dari luar dan dalam negeri.

Senin 05 Oktober 2015 | 22:34 WIB
Pamornya Mulai Meredup

Akibat perekonomian  memburuk, bisnis lembaga keuangan berbasis syariah semakin terpuruk. Beberapa perusahaan…

Senin 14 Nopember 2016 | 18:47 WIB
Selamat Jalan Newmont

Newmont  bakal hengkang dari Indonesia setelah semua sahamnya dibeli Medco.

Senin 24 Oktober 2016 | 20:18 WIB
Batu Bara Mulai Membara

Permintaan batu bara di pasar dunia melonjak. Harga selanjutnya diprediksi bergantung pada pertemua OPEC November depan.