Kamis, 14 Desember 2017

Lego Saham Gaya Lippo

Riset

Lego Saham Gaya Lippo

Oleh: Satrio Adi Nugroho - Jumat 22 September 2017 | 13:16 WIB

Artikel Terkait

Lippo Group sedang butuh uang? Entahlah. Yang jelas,  kelompok usaha milik Keluarga Mochtar Riady ini belakangan gemar menjual beberapa aset miliknya. Menjelang pertengahan bulan ini, misalnya, Pacific Asia Holdings Ltd sebagai pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melepas kepemilakan sahamnya di pasar negosiasi. Bertindak sebagai broker jual dan beli pada transaksi crossing senilai total Rp 1,3 triliun ini adalah PT Ciptadana Sekuritas.

Nasabah beli dalam transaksi itu terdiri atas PT Inti Anugrah Propertindo dan Conrex Ltd. Sebaliknya, dari pihak penjual adalah Conrex Ltd dan Pacific Asia Holdings. Jumlah saham ditransaksikan total sebanyak 12,01 juta saham LPKR.

Crossing saham LPKR dilakukan pada harga Rp 1.060 per saham. Harga penutupan saham properti milik Lippo Group itu di level Rp 735 per saham atau naik 15 poin (2,08%).

Sekadar diketahui, PT Inti Anugrah Propertindo adalah perusahaan properti (real estate) yang berdiri pada 2013. Pemegang sahamnya terdiri atas PT Trijaya Utama Mandiri dan Fullerton Capital Ltd.

Pada Agustus 2017, PT Inti Anugrah Propertindo juga membeli 63,49% saham PT Lippo Securities Tbk (LPPS) dari tangan Pacific Asia Holdings senilai Rp 144,6 miliar. Kepemilikannya di LPPS total sebesar 67,52% pasca transaksi itu.

Di bulan yang sama, sisa kepemilikan saham Pacific Asia Holdings di LPKR tinggal 4,88%. Pada laporan kepemilikan efek yang mencapai 5% atau lebih, Pacific Asia Holdings yang beralamat di British Virgin Islands sudah tak bersisa lagi.

LPKR sendiri saat ini sedang fokus pada pengembangan proyek terbarunya dan disebut sebagai investasi terbesar Lippo Group dalam enam dekade terakhir, yakni proyek Meikarta.

Sejak proyek Meikarta diluncurkan, LPKR membukukan marketing sales (penjualan) sebesar Rp 2,4 triliun pada semester I-2017.

Kinerja keuangan LPKR itu telah berhasil mendorong indeks saham sektor tersebut melaju di teritori positif dua pekan lalu. Bahkan, penguatan ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak delapan dari 10 sektor tercatat melemah. Artinya, hanya ada dua sektor yang bergerak menguat pada dua pekan lalu, yaitu sektor properti dan infrastruktur yang masing-masing menguat 1,79% dan 0,55%.

Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan, perbaikan kinerja industri properti juga dapat dilihat dari kenaikan harga properti baru (primary market) sebesar 5,7% secara bulanan pada Juli 2017. Sementara, untuk harga properti second (second market) naik 3,5%.

"Tapi berbeda untuk segmen apartemen. Supply naik sedangkan permintaan tidak," kata Bima.

Bila dilihat secara kuartal, supply apartemen dari kuartal I 2017 hingga kuaral II 2017 tumbuh 87%. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan permintaan pasar yang masih stagnan.

"Kalau dicermati marketing sales semester I-2017 masih relatif lemah, namun positif dari hal pencapaian target," sambung Bima.

Apakah ini berarti permintaan pasar akan Meikarta bakal tersendat-sendat? Entahlah. Yang jelas, proyek Meikarta banyak disorot berbagai pihak. “Kota raksasa” di pinggiran paling Timur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 278 triliun itu sedang bermasalah. Banyak kalangan—yang bukan kalangan ecek-ecek—yang meminta agar pemilik Lippo Group, James Riady menghentikan pembangunan proyek Meikarta.

 

Komentar

Artikel Lainnya
Selasa 11 April 2017 | 12:44 WIB
BNI-BPJS Kesehatan Perkuat Kerja Sama

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Minggu 03 September 2017 | 13:30 WIB
Prediksi IHSG Awal September

Belum ada sentimen positif yang sinifikan yang bisa menggerakkan indeks. Awal bulan, investor masih berhati-hati.

Senin 16 Nopember 2015 | 20:29 WIB
Sang Korban

Ibarat mayat dalam keranda, Petral tinggal dikuburkan. Namun, kendati sudah masuk ke liang lahat sekalipun, anak perusahaan…

Senin 25 September 2017 | 13:41 WIB
Hati-Hati, Ini Akhir Bulan

Indeks diperkirakan masih akan menguat. Tapi investor disarankan untuk tetap  waspada terhadap aksi profit…

Minggu 06 September 2015 | 13:09 WIB
Awas, Utang Swasta (LAPUT BOM KRISIS DARI MALAYSIA Bagian 3)

Pelemahan nilai tukar mata uang negara emerging market, termasuk rupiah, bakal menjadi bom waktu terhadap utang luar negeri…