Sabtu, 21 Oktober 2017

Hari ini Menguat, Entah Besok

Hari ini Menguat, Entah Besok

Oleh: Bastaman - Senin 09 Oktober 2017 | 21:51 WIB

Rupiah diselamatkan isu geopolitik. Apiknya penampilan ekonomi Amerika dan ketidakpastian di Eropa tetap menjadi ancaman serius buat rupiah.

Kalau melihat eloknya data perekonomian Amerika, di awal pekan ini sudah semestinya kurs rupiah memasuki tren pelemahan. Apalagi Janet Yellen, Gubernur The Fed, sudah memberi aba-aba untuk kembali mengerek tingkat suku bunganya. Tapi, nanti dulu, apiknya data ekonomi Amerika tak berarti dolar akan langsung menguat. Sebab, masih banyak hal yang dapat menghambat pergerakan si greenback.

Salah satu faktor penghambat penguatan dolar itu datang dari Semenanjung Korea. Gara-gara Korea Utara dikabarkan sedang mempersiapkan uji coba rudal terbaru, indeks dolar (yang mengukur kekuatan kurs dolar terhadap sejumlah mata uang utama) langsung melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. Seperti kita saksikan, hari ini (Senin, 9/10) nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 5 poin (0,04%) ke level Rp 13.514 per dolar.

Sebenarnya, isu uji coba rudal bukanlah hal baru karena kerap dilontarkan pemerintahan Korea Utara untuk menggertak Amerika. Itu sebabnya,   sejumlah analis menduga, penguatan yang terjadi pada rupiah hari ini bersifat sementara. Dengan kata lain, besok atau lusa dolar berpeluang untuk kembali menguat. Apalagi, saat ini mata uang Amerika itu tengah disesaki sejumlah sentimen positif.

Itu sebabnya, tidak aneh bila pelaku di pasar uang bersikap pesimistis. Mereka begitu yakin, posisi rupiah akan cenderung tetap berada di atas Rp 13.500 per dolar. Apalagi, menurut Rully Arya, ekonom Bank Mandiri, saat ini benua Eropa tengah dilanda ketidakpastian. “Masalah referendum Catalunya melemahkan kurs euro dan membuat dolar terus menguat atas mata uang lainnya,” ujarnya.

Gejala inilah yang patut dicermati. Maklum, bila dolar terus menguat, bukan tidak mungkin para investor akan menarik dananya dari pasar dan kembali beralih ke aset dolar. Apalagi tak sedikit dana asing yang beredar di sini adalah investasi jangka pendek, yang sewaktu-waktu bisa terbang. Nah, bila itu terjadi, bukan hanya rupiah yang akan loyo, harga saham dan obligasi negara pun bisa rontok.

Komentar

Artikel Lainnya
Kamis 18 Agustus 2016 | 19:49 WIB
Awas, Asing Bisa Angkat Koper

  Mulai besok, formula suku bunga acuan bank akan diubah dari BI rate menjadi BI 7-day…

Minggu 14 Agustus 2016 | 15:47 WIB
BACA Perketat Penayangan Iklan

Agensi marketing telah berjalan sendiri dan melanggar kesepakatan. 

Senin 15 Agustus 2016 | 19:28 WIB
Letoi Karena Siklus Agustusan

Indeks kembali terkoreksi. Selain akibat aksi profit taking, pelemahan juga dipengaruhi siklus Agustusan. Mudah-mudahan…

Senin 02 Januari 2017 | 17:46 WIB
DUNIA INDOMIE

Indomie kuah rasa kaldu ayam menjadi awal cerita manis sebuah produk makanan yang dinikmati berjuta manusia di dunia saat…

Senin 16 Oktober 2017 | 19:18 WIB
Peluang Menguat Masih Ada

Setelah terus menguat, rupiah diperkirakan bakal melemah. Namun surplus neraca perdagangan bulan September dipercaya mampu…