Kamis, 14 Desember 2017

AALI Boleh Dikoleksi

Dok. Review

AALI Boleh Dikoleksi

Oleh: Nikita Jagad - Selasa 10 Oktober 2017 | 22:56 WIB

Untuk jangka menengah panjang, AALI cukup menjanjikan. Potensi penguatannya pun cukp besar.

Mencari saham murah, di kala indeks sudah tinggi seperti sekarang, memang bukan perkara mudah. Tapi, jangan putus asa, Anda bisa berkonsentrasi pada saham-saham blue chip yang menjamin investasi Anda tak akan tergerogoti terlalu dalam. Salah satu yang bisa dipilih  adalah saham PT Astra Agro Lestari alias AALI.

AALI berhasil mencatatkan pertumbuhan 35% pada semester I/2017 atau sebesar Rp8,54 triliun, pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh membaiknya harga CPO pada kuartal I. Adapun net profit AALI tumbuh sebesar 32% atau sebesar Rp1,04 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp792 miliar.

Makanya, pendapatan AALI 2017 diproyeksikan tumbuh 8,7% menjadi Rp15.34 triliun lebih tinggi dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp14,12 triliun.

Produksi Sawit AALI diproyeksikan meningkat 17% di tahun 2017. Sehingga, produksi tandan buah segarnya akan naik menjadi 1,81 Juta ton.

Nah, dengan adanya prediksi-prediksi tersebut OSO Securities   merekomedasikan “BELI” untuk saham AALI. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF), dengan asumsi terminal growth 2% serta WACC 9,80%. maka diperoleh harga wajar AALI ada pada level Rp 17.800.

Sedangkan UOB Kay Hian merekomendasikan beli terhadap saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dengan target Rp19.045 sampai akhir 2017.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 09 Mei 2016 | 22:59 WIB
Pedagang Culas

Diduga ada maladministrasi hingga terjadi selisih sampai 300% antara harga beras di tingkat petani dengan harga beras di…

Senin 22 Agustus 2016 | 00:40 WIB
FWD Life Perluas Asuransi di Bali

PT FWD Life Indonesia membuka kantor cabang di Denpasar, Bali dalam upaya meningkatkan nasabah di Tanah Air, karena dinilai…

Senin 05 Oktober 2015 | 05:47 WIB
Pinjaman dengan Bunga Selangit

Pinjaman dari China, bukan soal bunganya yang tinggi. Dikhawatirkan ini menjadi gadai saham.

Senin 14 Nopember 2016 | 20:23 WIB
Berkah Dari Kemenangan Donald Trump

Naiknya Trump, diprediksi akan mendongkrak harga komoditas. Analis pun beramai-ramai merekomendasikan saham-sahamnya.

Senin 04 April 2016 | 22:12 WIB
Babak Baru Hambalang

Bermula dari kebiasaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belakangan ini, yang gemar memamerkan masa pemerintahannya…