Sabtu, 21 Oktober 2017

Masih Akan Bergoyang

Dok. Review

Masih Akan Bergoyang

Oleh: Bastaman - Rabu 11 Oktober 2017 | 18:28 WIB

Setelah dua hari menguat, hari ini rupiah kembali melemah terhadap dolar. Mata uang RI itu diyakini masih akan terus bergoyang.

Nyaris tak ada sentimen positif sedikit pun yang bisa membuat rupiah mampu melanjutkan penguatannya. Pengakuan Putu Agus Pransuamitra, Research & Analyst Monex Investindo, itu ada benarnya. Terbukti, setelah dua hari menguat, hari ini (Rabu, 11/10) nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 18 poin (0,13%) ke level Rp 13.530 per dolar.

Pelaku pasar menilai, peluang rupiah untuk menguat, khususnya terhadap dolar Amerika, kini semakin terbatas. Kalau toh hari ini pelemahan rupiah tidak terlalu dalam, hal itu dikarenakan positifnya data ekonomi kawasan Eropa. “Ditundanya rencana kemerdekaan Catalonia dari Spanyol menambah sentimen positif bagi mata uang euro,” papar riset Asia Trade Point Futures (ATPF).

Potensi pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh kaburnya dana-dana asing. Akibat sentimen kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember serta reformasi perpajakan yang digagas Presiden Donald Trump, sejumlah investor menutup sementara portfolionya di sini. Dana asing di surat berharga negara (SBN), misalnya, telah berkurang Rp 17,93 triliun selama 27 September hingga 9 Oktober.

Anil Kumar, Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia, juga pesimistis rupiah bakal menguat dalam waktu dekat. Kumar menduga, dana asing yang ke luar masih akan terjadi. “Investor asing tengah bersiap-siap menyuntikkan dana mereka di pasar Amerika,” ujarnya.

Sejumlah analis melihat, beberapa hari ke depan rupiah masih akan terus mengalami fluktuasi. Selain gara-gara rencana kenaikan suku bunga, naiknya harga minyak dunia tetap dianggap sebagai faktor yang bisa menjungkirbalikkan rupiah. Dalam pergitungan para analis, pekan ini mata uang RI akan bergerak di kisaran Rp 13.450 - Rp 13.550 per dolar.

Komentar

Artikel Lainnya
Selasa 10 Oktober 2017 | 17:58 WIB
Freeport Memang Sakti

Tidak lama lagi PT Freeport Indonesia bakal menikmati fasilitas perpajakan yang menggiurkan. Freeport lagi-lagi mendapat…

Minggu 20 Agustus 2017 | 10:00 WIB
Rokok Indonesia Dibunuh

Industri rokok kita kembali dioyak-oyak. Gagal menerapkan harga rokok Rp 50.000 per bungkus, kini pemerintah berencana…

Senin 28 Maret 2016 | 21:31 WIB
Sembilan Bulan Lahir Reshuffle

Perombakan Kabinet Kerja jilid I tak bisa dilepaskan dari kegusaran Jokowi saat sidak di Tanjung Priok. Indroyono dan Gobel…

Senin 24 Oktober 2016 | 20:13 WIB
Gairah Itu Mulai Hilang

Dipicu isu kenaikan suku bunga The Fed, terjadi pelarian dana dari SBN dalam dua pekan terakhir. Beberapa penerbitan obligasi…

Senin 14 Nopember 2016 | 20:01 WIB
Kekhawatiran Itu Masih Tebal

Pasar masih menunggu kebijakan yang akan diayunkan Donald Trump. Makanya, rupiah diyakini masih akan terus bergoyang.