Kamis, 14 Desember 2017

Yang Tangguh Dari Sektor Properti

Dok. Review

Yang Tangguh Dari Sektor Properti

Oleh: Nikita Jagad - Kamis 26 Oktober 2017 | 16:01 WIB

Recurring income PWON sudah seimbang. Dan kondisi ini akan tetap dipertahanan manajemen. Sahamnya, diperediksi masih berpotensi untuk menguat.

Gelar PT Pakuwon Jati, sebagai pengembang properti dengan kontribusi recurring income terbesar, bukan bualan belaka. Salah satu buktinya, dari pendapatan bersih kuartal III-2017 sebesar Rp 4,39 triliun, separonya berasal dari pendapatan berkelanjutan (R p 2,15 triliun).

Sementara itu, laba kotornya tetap bisa tumbuh 21,2% yoy menjadi Rp 2,51 triliun. Total laba komprehensif PWON mencapai Rp 1,54 triliun atau naik 11,3% yoy. Laba komprehensif ini sudah dikurangi biaya penalti penebusan utang obligasi senior notes 2019 sebesar Rp 154 miliar.

Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON, optimistis, seluruh proyek PWON akan berkontribusi positif sampai tahun depan. Misalnya saja Superblok Pakuwon Mall, apartemen dan kantor di Kota Kasablanka tahap II, Pakuwon City dan Grand Pakuwon.

Saat ini, komposisi pendapatan PWON sebesar 49% berasal dari pendapatan berulang dan 51% dari pendapatan development. "Strategi kami memang memiliki pendapatan seimbang," ujar Minarto, Rabu (25/10).

Ia juga mengatakan, hingga September lalu realisasi marketing sales PWON mencapai Rp 1,78 triliun. Pendapatan ini ditopang oleh penjualan apartemen sebesar 70%, landed residential sebesar 25% dan kantor sebesar 5%.

Bagaimana dengan pergerakan sahamnya? Sebagai penghuni sektor properti, saham Pakuwon tergolong yang prospektif . Makanya, di engah lesunya pasar industri ini harga PWON tetap stabil dan menguat. Lihat saja, di awal tahun PWON hanya di perdagangkan di level Rp 565. Tapi hari ini sudah naik menjadi Rp 650 (26/10) atau menguat sekitar 15%.  Lumayan jika dibanding dengan saham-saham properti lainnya.

Untuk ke depan, Analis Credit Suisse menargetkan PWON ke level Rp 720. Sementara Anggun Trader merekomendasikan saham ini dengan target Rp 780.

Komentar

Artikel Lainnya
Selasa 19 Januari 2016 | 00:26 WIB
Timah Guyur Dana ke Mitra Binaan

PT Timah (Persero) Tbk mempercepat penyaluran bantuan modal usaha kecil, guna meningkatkan kemandirian dan daya saing usaha…

Kamis 06 April 2017 | 13:19 WIB
Jokowi: Penghematan Dilakukan Agar Belanja Modal Makin Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, agar semua kementerian/lembaga (K/L) melakukan penghematan besar-besaran. Instruksi…

Senin 31 Oktober 2016 | 22:10 WIB
Surat Pembaca Edisi 11-VI

Indonesia memang sangat tertinggal dalam pembangunan jalan tol. Meski merintis jalan tol sejak tahun 1970-an, sejauh ini…

Rabu 09 Nopember 2016 | 18:57 WIB
Trump menang, Bursa Meriang

Efek negatif kemenangan Trump memang masih akan terasa beberapa hari ke depan. Jadi, untuk sementara, investor bisa istirahat…

Senin 22 Agustus 2016 | 22:20 WIB
Menunggu Keberanian Jokowi

Apakah Jokowi berani mendepak Freeport setelah kontrak berakhir tahun 2021?