Kamis, 14 Desember 2017

Beli Dolar Sekarang

Dok. Review

Beli Dolar Sekarang

Oleh: Bastaman - Jumat 27 Oktober 2017 | 19:32 WIB

Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan berada di jalur melemah. Bahkan ada yang percaya, di akhir tahun rupiah akan berada di level Rp 14.000 per dolar.

Ramalan para analis pasar uang akhirnya menjadi kenyataan juga. Hari ini (Jum’at, 27/10), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 22 poin (0,16%) ke level Rp 13.609 per dolar. Sementara kurs tengah Bank Indonesia turun 70 poin ke posisi Rp 13.630. Tapi, tak hanya rupiah, pelemahan juga dialami mata uang negara lain seperti won Korea dan rupee India.

Rilis pertemuan European Central Bank (ECB)  dituding sebagai pemicu melemahnya sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. Seperti diberitakan oleh banyak media, Mario Draghi menyatakan pengurangan pembelian obligasi akan dimulai Januari - September 2018. Pernyataan Gubernur ECB itu direspon dovish oleh pelaku pasar.

Maklum, sebelumnya pelaku pasar berspekulasi bahwa pengurangan stimulus akan dimulai Oktober ini. Keputusan itu jelas memudarkan harapan akan terjadinya kenaikan suku bunga ECB. Sebaliknya, peluang naiknya suku bunga The Fed (fed fund rate) justru semakin besar setelah bank sentral Amerika itu berencana untuk normalisasi aset sebesar US$ 4,5 triliun.

Bukan hanya dipicu oleh faktor kebijakan ECB, penguatan dolar juga didorong oleh sentimen  John Taylor yang disebut-sebut berpeluang besar menggantikan Janet Yellen sebagai Gubernur The Fed. Ekonom Stanford Univercity itu memang cenderung hawkish karena pro kenaikan suku bunga.

Yang paling ditakutkan pelaku pasar adalah bila pemerintahan Spanyol mengambil alih otonomi Catalonia dan Catalonia mendeklarasaikan kemerdekaanya dari Spanyol. Jika ini sampai terjadi, maka dikhawatirkan akan berpengaruh pada nilai tukar euro. Padahal, sebagian dari cadangan devisa Indonesia sudah dialihkan ke mata uang euro.

Melihat kenyataan pahit tersebut, tak banyak yang bisa diharapkan oleh rupiah dalam waktu dekat ini. Sialnya, banyak pelaku pasar yang percaya bahwa mata uang RI itu masih akan melemah. Coba dengar kata Lukman Leong. Reserach & Analyst Valbury Asia Future ini percaya nilai tukar rupiah bakal melemah hingga Rp 14.000 per dolar. Tapi, menurutnya, level itu baru akan terjadi di akhir tahun.

Mengerikan, memang. Tapi perkiraan Lukman itu sangat mungkin bisa terjadi. Soalnya, rencana kenaikan suku bunga The Fed dan libur panjang di akhir tahun akan mendorong korporasi membeli dolar sejak dini. Itu dilakukan untuk mengurangi resiko yang ditanggung perusahaan. Apalagi, belakangan ini, ada kecenderungan dolar berada di jalur menguat.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 02 Mei 2016 | 20:47 WIB
Nasib Taksi Online

Taksi berbasis aplikasi online memiliki payung hukum berupa Peraturan Menteri No. 32 tahun 2016. Nantinya, STNK mobil harus…

Rabu 21 Oktober 2015 | 18:03 WIB
Kucuran Kredit Masih Akan Seret

Sejumlah bank mulai giat memangkas suku bunga pinjaman maupun kredit. Tapi standar Basel III bakal membatasi ruang gerak…

Senin 18 April 2016 | 23:45 WIB
Pekan Ini Masih Konsolidasi

Harga minyak menentukan perdagangan saham pekan ini. Ekonomi China juga mendukung.

Senin 26 September 2016 | 12:42 WIB
Bos Besar Minta Diampuni

Pengusaha besar ramai-ramai mengikuti program tax amnesty. Mereka memanfaatkan periode pertama bertarif murah.

Senin 28 Nopember 2016 | 20:16 WIB
Kemelut Masih Berlanjut

Bursa dikepung oleh sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Investor sebaiknya wait and see.