Kamis, 14 Desember 2017

Ribuan Mahasiswa USU Sambut Kehadiran BUMN

Dok. BTN

Ribuan Mahasiswa USU Sambut Kehadiran BUMN

Oleh: Satrio Adi Nugroho - Senin 30 Oktober 2017 | 08:38 WIB

MEDAN-Ribuan mahasiswa Universitas Sumatera Barat (USU) menyambut dengan antusias program BUMN Hadir di Kampus yang digagas oleh Kementrian BUMN. Program yang digelar tersebut bertujuan untuk menyampaikan update perkembangan kondisi ekonomi nasional sekaligus mengajak perguruan tinggi melalui mahasiswanya ikut terlibat dalam mengawal peningkatan ekonomi nasional dimana BUMN telah berperan aktif untuk itu.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu tulang punggung dalam membangun perekonomian nasional. Untuk itu peran BUMN yang sangat strategis tersebut haruslah disosialiasikan ke berbagai kalangan termasuk ke kampus dan universitas di Indonesia.

Salah satu program BUMN Hadir untuk Negeri adalah BUMN Hadir di Kampus. Di Medan BUMN hadir di kampus diselenggarakan di USU dengan nara sumber Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono, Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Mas Wigrantoro. Adapun tema diskusi yang dibahas dalam BUMN Hadir di kampus di USU yakni "Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan".

Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol mengatakan, visi dan mimpi BUMN dilandaskan pada misi BUMN sebagai agen pembangunan dan penciptaan nilai tambah. Ada empat hal yang ditetapkan dalam roadmap BUMN sebagai agen pembangunan yakni kemandirian, kesejahteraan, keberlanjutan, pemerataan dan kesetaraan.

"Empat program tersebut diimplementasikan dalam sinergi antar BUMN, hilirisasi dan kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah terpadu serta kemandirian keuangan dan penciptaan nilai," kata Sahala dalam paparannya di depan ribuan mahasiswa USU di Auditorium USU.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Maryono mengungkapkan, selain mencari keuntungan, BUMN juga mempunyai peran dalam hal mendorong masyarakat lebih sejahtera. Untuk itu, BUMN banyak ditugaskan oleh pemerintah dalam menjalankan program mereka di antaranya BTN yang mempunyai tugas memberikan pembiayaan untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Bulog yang  berperan dalam penyediaan dan penyaluran beras bersubsidi, serta PLN yang ditugaskan melakukan penyediaan dan distribusi tenaga listrik. "Jadi BUMN juga menjalankan program sosial untuk bisa mensejahterakan rakyat," katanya.

Maryono menambahkan dalam  mendorong ekonomi rakyat BUMN  telah melakukan beberapa  program yakni pembiyaan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), Balkondes (Balai Ekonomi Desa) dan Rumah Kreatif BUMN (RKB). Untuk Mekaar yang merupakan program layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra sejahtera saat ini nasabahnya sudah mencapai 1.684.223 orang dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp2,84 triliun di 400 kabupaten/kota. 

"Untuk RKB pada tahun 2016 dibangun 100 RKB di 100 Kabupaten/Kota, sedangkan pada September 2017 jumlahnya mencapai 176 RKB dengan UKM yang terdaftar di e-commerce belanja.com sebanyak 14.891 UKM," paparnya. 

Menurut Maryono, hadirnya BUMN di kampus salah satu tujuannya untuk memberikan pemahaman mengenai kemajuan yang telah dilakukan pemerintah selama tiga tahun ini khususnya yang dikerjakan BUMN. BTN sendiri di Medan selain berkontribusi mengajar di USU, juga telah hadir di Universitas Negeri Medan pada Jumat (27/10). "Harapannya perguruan tinggi dapat berperan dalam mendukung pemerintah karena memiliki sumber daya manusia yang profesional," katanya.
 

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 25 April 2016 | 20:32 WIB
Setelah Indeks Melompati Batas Psikologis

Indeks harga saham gabungan di kelilingi oleh banyak sentimen positif. Tapi tetaplah waspada terhadap aksi profit taking.

Senin 01 Agustus 2016 | 21:06 WIB
Musuh-musuh Maduro

Presiden Nicolas Maduro menuding AS dan kalangan elit kaya Venezuela berada di balik krisis ekonomi dan politik di negaranya.

Selasa 10 Januari 2017 | 18:44 WIB
Mau Ngapain Sih di 2017?

Nulis.co.id menyelenggarakan kompetisi menulis untuk umum dengan tema Mau Ngapain Sih di 2017.

Senin 18 Juli 2016 | 20:44 WIB
Rp 2,7 triliun untuk BlackBerry

Emtek mengeluarkan dana Rp 2,7 triliun untuk membeli lisensi software dan hak kekayaan intelektual BlackBerry.

Rabu 27 Juli 2016 | 12:14 WIB
Jawara Proyek Palapa

Konsorsium Moratelindo-IBS- Smart Telecom menang tender Palapa Ring dengan nilai proyek Rp 14 triliun.