Kamis, 14 Desember 2017

Masih Bergantung Kandidat Bos The Fed

Dok. Review

Masih Bergantung Kandidat Bos The Fed

Oleh: Bastaman - Senin 30 Oktober 2017 | 19:46 WIB

Disebut-sebut Trump cenderung memilih Powell ketimbang Taylor. Jika Powel terpilih, kebijakan suku bunga Yellen bakal berlanjut.

Angin segar bertiup dari Amerika. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan kurs dolar terhadap sejumlah mata uang utama, di awal pekan ini (Senin, 30/10) melemah 0,16% ke level 94,678. Seperti biasa, jika indeks dolar turun, maka nilai tukar mata uang di berbagai negara pun menguat. Tak terkecuali kurs rupiah di pasar spot, yang hari ini menguat 27 poin (0,20%) ke level Rp 13.582 per dolar.

Salah satu yang menjadi pemicu adalah ciutan Donald Trump di Twitters. Presiden Amerika itu memastikan akan mengumumkan bos The Fed baru pada pekan ini. Yang menarik, tiga sumber Bloomberg menyebutkan bahwa Trump cenderung memilih Jerome Powell (anggota Dewan Gubernur The Fed) ketimbang John Taylor (ekonom Stanford Univercity).

Seperti diketahui, Powell dan Taylor merupakan dua dari lima kandidat yang disebut-sebut paling berpeluang untuk menggantikan posisi Janet Yellen sebagai Gubernur The Fed pada Februari 2018. Konon, Powell mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Ada pun Taylor mendapat sokongan dari Wakil Presiden Mike Pence.

Kabar itulah yang membuat dolar melemah terhadap sejumlah mata uang dunia. Maklum, selama ini Powell disebut-sebut mendukung pendekatan Yellen dalam penentuan suku bunga. Jika Powell terpilih, ini akan menjamin kontinuitas kebijakan moneter The Fed yang diinginkan pasar. Lain halnya dengan Taylor yang cenderung memilih kenaikan suku bunga lebih tinggi dari target.

Sebuah jejak pendapat yang dirilis harian El Mundo, juga turut melemahkan nilai tukar dolar terhadap euro. Dalam jejak pendapat tersebut, sekitar 43,4% resonden menyatakan anti-kemerdekaan Catalonia. Sementara sekitar 42,5% pro-kemerdekaan. Penolakan terhadap kemerdekaan Catalonia juga datang dari anggota Uni Eropa.

Jadi aman? Pasti belum. Sebab, semua tahu, ucapan Trump sulit dipegang alias bisa berubah setiap saat. Begitu pun dengan kondisi di Catalonia. Jadi, kata beberapa analis, sebaiknya para investor tetap pegang dolar. Setidaknya sampai ada pengumuman dari Trump atau setelah Janet Yellen berbicara di Federal Open Market Committee (FOMC), pekan depan.

Komentar

Artikel Lainnya
Kamis 17 Agustus 2017 | 17:30 WIB
Menjaga Panas Batubara

Produksi batubara China susut banyak. Ini karena terjadi penutupan belasan tambangnya.

Senin 12 Desember 2016 | 20:21 WIB
Diprotes tapi Digandrungi

Tiap negara menerapkan kebijakan berbeda-beda merespon kehadiran taksi online berbasis aplikasi. 

Senin 15 Pebruari 2016 | 22:00 WIB
Mekar di Musim Gugur Bunga

Ketika sejumlah keranjang investasi terkoyak, reksa dana pendapatan tetap jutsru memancarkan pesonanya. Syaratnya, BI rate…

Senin 04 April 2016 | 21:01 WIB
Harus Berbadan Hukum

Data  Business Monitor International (BMI) menyebutkan jumlah pengeluaran biaya IT di Indonesia pada tahun 2015  mencapai…

Senin 05 September 2016 | 12:30 WIB
Para Penggarong Tambang

Penyematan status tersangka terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam oleh KPK semakin menambah pembenaran bahwa sektor…