Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 03-V

Suwandi, Putri Maesaroh, Dan Kholilah

Senin, 31 Agustus 2015 - 20:25 WIB

Istimewa
Istimewa
A A A

Menteri Kok Beda Pendapat 

SAYA kecewa dengan harga daging sapi yang sejak Lebaran lalu masih tetap tinggi. Belum lagi ikut pula naik harga daging ayam. Sementara pemerintah seperti kebingungan mengambil langkah untuk menurunkan harga keduanya.

Bahkan yang membuat saya heran, bagaimana bisa Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian berbeda kebijakan terkait impor sapi. Menteri yang satu bakal kembali membuka lebar keran impor, sementara menteri lainnya tak sepakat.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan bakal membuka lebar-lebar keran impor sapi potong. Jumlahnya sekitar 200 ribu-300 ribu. Tujuannya untuk memukul para penimbun agar harga sapi hancur karena persediaan sapi melimpah pasca impor.

Sedangkan Menteri Pertanian tak sepakat impor, karena menganggap stok sapi di dalam negeri masih mencukupi untuk kebutuhan sampai akhir tahun. Stok sapi nasional saat ini jumlahnya 198 ribu ekor.

Entahlah, kebijakan mana yang nanti bakal diputuskan oleh Presiden Jokowi. Sebagai rakyat, saya hanya berharap kebijakan terbaik yang bakal diambil. Yang penting adalah harga daging bisa segera kembali normal. Syukur-syukur malah bisa turun.

Semoga Presiden Jokowi benar-benar bisa membuat kebijakan yang membuat harga daging turun. Kasihan rakyat karena sekarang harga-harga barang kebutuhan pokok justru naik.

Suwandi,
Vila Mutiara, Bogor

Rizal Ramli Oke Juga

DI TENGAH kondisi saat ini yang serba menekan, saya merasa terhibur juga dengan dipilihnya Rizal Ramli menjadi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya. Seolah muncul hiburan baru dengan kritikan-kritikan pedasnya terhadap koleganya di kabinet. Bayangkan saja, Wapres Jusuf Kalla saja sempat sewot.

Belakangan, Rizal ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk membereskan masalah lambatnya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika Menko sebelumnya gagal, mudah-mudahan Rizal Ramli tak seperti itu.

Begitu dipercaya presiden, Rizal ternyata bergerak cepat. Dia tampaknya segera mempelajari masalah keruwetan di Tanjung Priok. Saya senang ketika dia menyatakan bakal membabat habis mafia di sana. Termasuk berani menghadapi backing para mafia tersebut.

Jika saat ini dwelling time 5 hari lebih, Rizal Ramli dan tim bentukannya menyatakan sanggup membuatnya tinggal 2,5 hari pada Oktober nanti. Hebat betul, membereskan semuanya hanya dalam sebulan.

Mudah-mudahan saja apa yang dijanjikan bakal terealisasi. Menurut saya, Rizal Ramli harus membuktikan bahwa dirinya juga bisa bekerja. Tak cuma pandai melontarkan kritik yang sudah jadi trade mark-nya selama ini. Selamat bekerja Pak Rizal Ramli.

Putri Maesaroh
Petukangan, Jakarta Selatan

Aduh, Rupiah 14 Ribu

SAYA bukan ekonom dan bukan pula pengamat ekonomi. Tapi saya merasa sedih jika kini rupiah makin lemah dan tembus angka 14 ribu per dolar AS. Katanya hal itu disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi banyak negara di dunia. Entahlah.

Cuma yang saya rasakan, harga-harga barang kebutuhan pokok sekarang menjadi sangat mahal. Mulai dari cabe, telor ayam, bumbu, sayur-mayur, apalagi daging ayam dan sapi. Saya melihat berita di televisi, katanya kondisi krisis seperti sekarang ini, bisa berlangsung sampai Oktober atau bahkan bisa lebih lama lagi.

Waduh, sepertinya masyarakat yang bakal terjepit dengan kondisi ini. Saat ini saja sudah berat, apalagi jika bakal berlangsung sampai beberapa bulan ke depan. 

Mudah-mudahan pemerintah mampu membuat langkah antisipasi agar masyarakat tak makin susah. Saya kira pemerintah dan para ekonom bisa mengambil strategi terbaik dalam menghadapi krisis ekonomi ini. Semoga mereka bisa.

Kholilah
Citayam, Bogor

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 31 menit yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 43 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.