Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 05-V

Toni Rianto, Bhinno Satryo, Komaruddin

Minggu, 06 September 2015 - 10:04 WIB

Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)
A A A

Jaga UMKM

Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) adalah salah satu motor penggerak perekonomian di negara kita. Disadari atau tidak, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. 
Ketika perusahaan-perusahaan kakap dan BUMN porak-poranda diterjang krisis, sektor usaha mikro kecil dan menengah ini mampu bertahan. Sektor inilah yang menggerakkan perekonomian hingga krisis berlalu.
Saat krisis menerjang di tahun 1998, UMKM dianggap sebagai katup penyelamat. UMKN dinilai sebagai benteng terakhir ekonomi nasional.  Dengan menjadi pilar dari ekonomi global dalam mengatasi beragam tantangan selama krisis, bisnis UMKM membuktikan peran pentingnya dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah dan kelompok ekonomi telah menyadari bahwa pembangunan berkelanjutan bisnis UMKM memiliki dampak langsung dan positif terhadap perekonomian negara. Saat ini, UMKM yang ada di negara kita menyumbang sekitar 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto) dan juga memberikan kesempatan kerja pada masyarakat. 
Karena itu, UMKM harus lebih didorong dan diperkuat peran sertanya untuk bersama-sama membangun ekonomi daerah. UMKM yang banyak tumbuh di berbagai daerah harus dikembangkan oleh pemda, karena bisa menjadi salah satu kunci bagi peningkatan ekonomi daerah. Dan, yang lebih penting sektor UMKM mampu berhadapan dari serangan krisis.

Toni Rianto
Jl  Masjid, Cidodol,
Jakarta Selatan

Kepastian dan Kestabilan Ekonomi 

Sebagai seorang pengusaha, awalnya saya sangat optimistis dengan stabilitas politik di Tanah Air serta proyeksi dan rencana kerja pemerintahan baru dalam mendorong investasi dan pembangunan infrastruktur.

Tetapi belakangan, optimis saya runtuh, karena melihat banyaknya gesekan yang terjadi di antara lembaga pemerintahan dan para pelaku politik sehingga memunculkan aroma politik yang tak sedap di ranah ini. Tentu ini sangat mengkhawatirkan. 

Berbagai peristiwa yang terjadi telah membuat rencana investor untuk berinvestasi di Indonesia bisa menjadi rusak. Bila gonjang-ganjing yang terjadi  tak segera diselesaikan, hal itu akan mengganggu investasi langsung luar negeri alias foreign direct investment (FDI). Jika FDI terganggu, proyeksi penambahan 2 juta lapangan kerja per tahun yang dicanangkan pemerintah saat ini tak tercapai.

Saya berharap pemerintah dengan tegas bisa memberi kepastian dan kestabilan ekonomi, hukum dan politik agar pencapaian target investasi tersebut bisa sukses. Pemerintah juga harus mampu, mengejar daya saing investasi agar mampu merebut hati investor. Seharusnya, tahun 2015 menjadi momentum percepatan pergerakan ekonomi setelah perlambatan pada 2014. Tetapi yang terjadi, perekonomian kita tetap melambat. 

Bhinno Satryo
Jl Pangeran Jayakarta,
Jakarta Pusat

Dampak dari Era SBY

Di era pemerintahan Jokowi-JK, pertumbuhan ekonomi terus melambat. Nilai tukar rupiah menunjukkan tren menurun hingga menyentuh level Rp 14.000 per dolar AS. Kondisi itu diperparah dengan naiknya harga sembako dan biaya hidup masyarakat. Daging sapi hingga daging ayam sempat menghilang di pasaran. Kondisi ini mengingatkan kita pada masa kondisi 1998. Dan, Presiden Jokowi pun kena getahnya, dia yang disalahkan atas kondisi seperti ini. 

Padahal kalau harus jujur, sebenarnya, penurunan pertumbuhan ekonomi sudah terjadi sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peristiwa yang sekarang terjadi merupakan dampak dari peristiwa yang sebelumnya. 

Di era SBY, pemerintah berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2011.  Tetapi,  terjadi pelemahan harga komoditas pada akhir 2012. Dan pelamahan terjadi hingga sekarang. Kerena gelembung stimulasi moneter di negara maju yang berimbas ke ekonomi global masuk ke Indonesia. Jadi harga naik luar biasa.

Tentu saja, ini PR bagi pemerintah sekarang untuk mengembalikan kestabilan ekonomi. 

Komaruddin 
Jl Haji Nawi, Gandaria Selatan,
Jakarta Selatan

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.