Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 05-V

Toni Rianto, Bhinno Satryo, Komaruddin

Minggu, 06 September 2015 - 10:04 WIB

Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)
A A A

Jaga UMKM

Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) adalah salah satu motor penggerak perekonomian di negara kita. Disadari atau tidak, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. 
Ketika perusahaan-perusahaan kakap dan BUMN porak-poranda diterjang krisis, sektor usaha mikro kecil dan menengah ini mampu bertahan. Sektor inilah yang menggerakkan perekonomian hingga krisis berlalu.
Saat krisis menerjang di tahun 1998, UMKM dianggap sebagai katup penyelamat. UMKN dinilai sebagai benteng terakhir ekonomi nasional.  Dengan menjadi pilar dari ekonomi global dalam mengatasi beragam tantangan selama krisis, bisnis UMKM membuktikan peran pentingnya dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah dan kelompok ekonomi telah menyadari bahwa pembangunan berkelanjutan bisnis UMKM memiliki dampak langsung dan positif terhadap perekonomian negara. Saat ini, UMKM yang ada di negara kita menyumbang sekitar 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto) dan juga memberikan kesempatan kerja pada masyarakat. 
Karena itu, UMKM harus lebih didorong dan diperkuat peran sertanya untuk bersama-sama membangun ekonomi daerah. UMKM yang banyak tumbuh di berbagai daerah harus dikembangkan oleh pemda, karena bisa menjadi salah satu kunci bagi peningkatan ekonomi daerah. Dan, yang lebih penting sektor UMKM mampu berhadapan dari serangan krisis.

Toni Rianto
Jl  Masjid, Cidodol,
Jakarta Selatan

Kepastian dan Kestabilan Ekonomi 

Sebagai seorang pengusaha, awalnya saya sangat optimistis dengan stabilitas politik di Tanah Air serta proyeksi dan rencana kerja pemerintahan baru dalam mendorong investasi dan pembangunan infrastruktur.

Tetapi belakangan, optimis saya runtuh, karena melihat banyaknya gesekan yang terjadi di antara lembaga pemerintahan dan para pelaku politik sehingga memunculkan aroma politik yang tak sedap di ranah ini. Tentu ini sangat mengkhawatirkan. 

Berbagai peristiwa yang terjadi telah membuat rencana investor untuk berinvestasi di Indonesia bisa menjadi rusak. Bila gonjang-ganjing yang terjadi  tak segera diselesaikan, hal itu akan mengganggu investasi langsung luar negeri alias foreign direct investment (FDI). Jika FDI terganggu, proyeksi penambahan 2 juta lapangan kerja per tahun yang dicanangkan pemerintah saat ini tak tercapai.

Saya berharap pemerintah dengan tegas bisa memberi kepastian dan kestabilan ekonomi, hukum dan politik agar pencapaian target investasi tersebut bisa sukses. Pemerintah juga harus mampu, mengejar daya saing investasi agar mampu merebut hati investor. Seharusnya, tahun 2015 menjadi momentum percepatan pergerakan ekonomi setelah perlambatan pada 2014. Tetapi yang terjadi, perekonomian kita tetap melambat. 

Bhinno Satryo
Jl Pangeran Jayakarta,
Jakarta Pusat

Dampak dari Era SBY

Di era pemerintahan Jokowi-JK, pertumbuhan ekonomi terus melambat. Nilai tukar rupiah menunjukkan tren menurun hingga menyentuh level Rp 14.000 per dolar AS. Kondisi itu diperparah dengan naiknya harga sembako dan biaya hidup masyarakat. Daging sapi hingga daging ayam sempat menghilang di pasaran. Kondisi ini mengingatkan kita pada masa kondisi 1998. Dan, Presiden Jokowi pun kena getahnya, dia yang disalahkan atas kondisi seperti ini. 

Padahal kalau harus jujur, sebenarnya, penurunan pertumbuhan ekonomi sudah terjadi sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peristiwa yang sekarang terjadi merupakan dampak dari peristiwa yang sebelumnya. 

Di era SBY, pemerintah berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2011.  Tetapi,  terjadi pelemahan harga komoditas pada akhir 2012. Dan pelamahan terjadi hingga sekarang. Kerena gelembung stimulasi moneter di negara maju yang berimbas ke ekonomi global masuk ke Indonesia. Jadi harga naik luar biasa.

Tentu saja, ini PR bagi pemerintah sekarang untuk mengembalikan kestabilan ekonomi. 

Komaruddin 
Jl Haji Nawi, Gandaria Selatan,
Jakarta Selatan

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 49 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 2 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 18 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 21 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 22/07/2019 09:59 WIB

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.