Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

PENERUS KERAJAAN MEDIA MURDOCH (James Murdoch)

Sri Wulandari

Minggu, 06 September 2015 - 12:23 WIB

James Murdoch (Foto: www.huffingtonpost.com)
James Murdoch (Foto: www.huffingtonpost.com)
A A A

TERLAHIR dari keluarga Rupert Murdoch adalah keberuntungan bagi James Murdoch. Betapa tidak, pria kelahiran 13 desember 1972 ini diwarisi kerajaan bisnis sang ayah, yang dikenal sebagai konglomerat media. Murdoch memiliki perusahaan 21st Century Fox dan News Corp. 21st Century Fox dibentuk dua tahun lalu sesudah dipisahkan dari News Corp, yang dianggap tidak terlalu menguntungkan. 

News Corp fokus pada bisnis media cetak, seperti New York Post, HaperCollins, Wall Street Journal, The Times dan The Sun. Sementara, 21st Century Fox berkembang menjadi perusahaan film dan broadcasting, seperti Fox News Channel dan Fox Movie. Perusahaan ini memiliki studio film Fox di Hollywood dan usaha televisi. Rupert merupakan Chairman News Corp dan keluarga Murdoch memiliki 39% saham di kedua perusahaan tersebut.

Nah, tak lama lagi, Murdoch yang saat ini berusia 84 tahun ini, akan segara mundur sebagai bos atau chief executive officer (CEO) 21st Century Fox. Kerajaan bisnisnya diserahkan kepada James dan kakaknya, Lachlan. Menurut orang dekat keluarga Murdoch, James dan Lachland memiliki hubungan yang baik. James akan menjabat CEO, sedangkan Lachlan menduduki pos Chairman. Ini sesuai rencana sang ayah. James akan berkantor di New York, dan Lachlan di Los Angeles.

James pun akan memegang bisnis di sejumlah stasiun televisi dan media untuk kawasan Asia dan Eropa. Sudah lama memang, Murdoch menyiapkan anak-anaknya untuk mengambil kendali kerajaan hiburan global yang lama dimilikinya. Pada Maret 2014, James dipromosikan sebagai co-Chief Operating Officer (COO) bersama Carey di Fox. Pada saat bersamaan, Lachlan menjabat sebagai non-executive co-chairman di kedua perusahaan itu.

James sendiri sudah bergabung dengan News Corp sejak pertengahan 1990-an dan memperoleh kompensasi sebesar US$ 8,8 juta atau Rp 79 miliar setahun. Jabatan itu dia peroleh setelah mendirikan perusahaan label musik hip-hop independen. Dia didaulat menjadi Chairman dan CEO “Star”. Tugas James adalah menjalankan operasi perusahaan itu di Asia. 

Berkat tangan dingin James, aset The Star, terutama di India, tumbuh menjadi bagian tangguh dari bisnis global Fox. Bahkan, baru-baru ini, James menjalankan tugas sebagai CEO dan Chairman BSkyB, TV satelit Inggris-sekarang bernama Sky PL-yang 39% sahamnya dimiliki Fox. Di kuartal terakhir tahun ini, pendapatan bersih 21st Century Fox sebesar US$ 975, sementara News Corp meraup keuntungan sebesar US$ 23 juta atau setara dengan Rp 39,8 miliar.

PETUGAS PERUSAHAAN

James, sebagaimana dilansir WJS, merupakan pria yang sangat berbakat dan dia diyakini bakal menjadi petugas perusahaan yang jujur dan terhormat. Demikian dikatakan Leo Hindery Jr, mantan CEO John Malone Tele-Communications Inc yang bekerja sama dengan kerajaan Murdoch selama puluhan tahun. James juga dikenal sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman mengoperasikan perusahaan media di berbagai negara. Karena dia lebih muda dan fresh, tak heran jika dia memiliki perspektif yang berbeda dalam bisnis. 

James membantu deal bisnis Fox, termasuk menjalin kemitraan dengan Apollo Global Management untuk membangun kongsi televisi terbesar dunia. Dia jugalah yang mendorong Murdoch mengambil saham di Vice, perusahaan media muda, dan mengakuisisi TrueX, perusahaan teknologi periklanan. James sangat menyadari dunia industri media saat ini mengalami perubahan. Karena itulah, dia harus memandu dunia baru media yang lebih kompleks dengan teknologi distribusi dan periklanan digital pada tahun-tahun mendatang.

Sejumlah investor percaya James memiliki kemampuan menjalankan Fox. Beberapa investor Fox menggambarkan James sebagai orang yang penuh rasa penasaran dan berani mengambil risiko seperti ayahnya. “James adalah raksasa!” begitu kata Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi, salah seorang pemegang saham di Fox, sebagaimana dilansir Reuters. James juga dinilai matang dalam mendorong ekspansi dalam distribusi digital produk Fox.

Toh sesungguhnya sudah lama Murdoch menyerahkan tampuk pimpinannya kepada anak-anaknya. Tetapi, peristiswa pada Juli 2011, tentang skandal peretasan dan penyadapan yang dilakukan wartawan tabloid News of the World, memaksanya untuk memimpin kembali tampuk kerajaan bisnisnya. Kasusnya sendiri rumit, karena skandal penyadapan dan peretasan demi mendapatkan berita eksklusif itu betul-betul mengguncang Inggris dan memicu kemarahan publik. Setelah diselidiki polisi, ternyata jumlah korban penyadapan telepon mencapai 4.000 orang, termasuk di antaranya keluarga para prajurit Inggris yang gugur dalam perang Irak dan Afganistan.

Posisi James di News Corp, ketika itu terancam. Kepolisian Inggris mengusut dugaan kasus kesaksian palsu yang dilakukan James di depan parlemen. Dalam sidang dengar pendapat di parlemen Inggris, 19 Juli 2011, Murdoch ditemani James menolak bertanggung jawab atas skandal itu, meski mengakui skandal itu sangat memalukan. Keluarga Murdoch pun menyampaikan permohonan maaf atas skandal peretasan telepon tersebut.

Skandal itu membuat News Corp menarik diri dari rencana pembelian raksasa satelit British Sky Broadcasting. Dan, Murdoch menutup tabloid mingguan terlaris di Inggris (tiras terakhir 2,7 juta eksemplar) yang berusia 168 tahun itu. Murdoch menyanggupi membayar seluruh gugatan. Murdoch lalu meminta James hijrah ke AS. 

Belum cukup, dia memecah induk perusahaan News Corporation menjadi News Corporation, perusahaan skala lebih kecil yang memayungi seluruh bisnis penerbitan konvensional, dan 21st Century Fox sebagai penguasa aset-aset mentereng di bisnis hiburan. rw

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 40 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 1 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.