Selasa, 20 Agustus 2019 | Jakarta, Indonesia

Meramal Nasib Najib (LAPUT BOM KRISIS DARI MALAYSIA Bagian 2))

Latihono Sujantyo Dan Kukuh Bhimo Nugroho

Minggu, 06 September 2015 - 13:22 WIB

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Foto: Istimewa)
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Foto: Istimewa)
A A A

NAJIB memang memiliki pengalaman luas di bidang politik dan pemerintahan di Malaysia sejak ia memasuki dunia politik dalam negeri pada 1976 sebagai anggota parlemen Pekan, setelah kematian ayahnya, Tun Abdul Razak Hussein.

PM Malaysia ke-6 yang lahir 1953 di Pahang ini memang anak sulung dari pasangan Abdul Razak Hussein dan Rahah Mohamad Noah. Ayahnya sudah banyak yang mengenal, yaitu PM Malaysia ke-2, Tun Abdul Razak yang memerintah dari tahun 1970-1974. Bukan itu saja, Najib juga keponakan PM ke-3 Malaysia Hussein Onn, yang meneruskan Abdul Razak sampai tahun 1978.

Kini, Najib sedang menghadapi tekanan politik yang berat dari rakyatnya. Ia dituding menerima uang sebesar US$ 700 juta dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), meskipun belakangan Komisi Antikorupsi Malaysia atau MACC mengumumkan bahwa dana tersebut bukan berasal dari 1MDB tapi dari donasi. Gara-gara tudingan ini pula, ia didemo sekitar 250 ribu rakyatnya dan diminta mundur. 

Sejauh ini, Najib menolak tuntutan itu. Bahkan, kepada mereka yang ingin mengusut kasus ini, ia tak segan untuk membungkam. Menjelang akhir Juli lalu, dia mencopot wakilnya dan mengganti beberapa menteri dalam kabinetnya. 

Pencopotan Wakil PM Muhyiddin Yassin tersebut diramalkan banyak pihak bakal memicu keretakan dalam tubuh partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menguasai politik Malaysia. Muhyiddin sebelumnya menyerukan agar Najib menjelaskan kepada publik soal skandal korupsi 1MDB.

Berbagai langkah Najib untuk membungkam para peng-kritiknya dan pernyataan kontroversial MACC tampaknya bakal menyulut tensi politik di Malaysia semakin mendidih. Para lawan politik Najib yang didukung tokoh berpengaruh, Mahathir Mohamad terus bergerak menggoyang Najib.

Mampukah Najib menyelamatkan kursi emasnya sebagai PM Malaysia? Banyak kalangan memprediksi peluang Najib fifty-fifty. Sebab, Najib yang bekas Menteri Pertahanan, dikenal cukup dekat dengan kalangan militer. Tapi, jika tekanan dari rakyat Malaysia semakin membesar, hampir pasti Najib bakal terguling. rw

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…