Senin, 24 Juni 2019 | Jakarta, Indonesia

Meramal Nasib Najib (LAPUT BOM KRISIS DARI MALAYSIA Bagian 2))

Latihono Sujantyo Dan Kukuh Bhimo Nugroho

Minggu, 06 September 2015 - 13:22 WIB

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Foto: Istimewa)
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Foto: Istimewa)
A A A

NAJIB memang memiliki pengalaman luas di bidang politik dan pemerintahan di Malaysia sejak ia memasuki dunia politik dalam negeri pada 1976 sebagai anggota parlemen Pekan, setelah kematian ayahnya, Tun Abdul Razak Hussein.

PM Malaysia ke-6 yang lahir 1953 di Pahang ini memang anak sulung dari pasangan Abdul Razak Hussein dan Rahah Mohamad Noah. Ayahnya sudah banyak yang mengenal, yaitu PM Malaysia ke-2, Tun Abdul Razak yang memerintah dari tahun 1970-1974. Bukan itu saja, Najib juga keponakan PM ke-3 Malaysia Hussein Onn, yang meneruskan Abdul Razak sampai tahun 1978.

Kini, Najib sedang menghadapi tekanan politik yang berat dari rakyatnya. Ia dituding menerima uang sebesar US$ 700 juta dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), meskipun belakangan Komisi Antikorupsi Malaysia atau MACC mengumumkan bahwa dana tersebut bukan berasal dari 1MDB tapi dari donasi. Gara-gara tudingan ini pula, ia didemo sekitar 250 ribu rakyatnya dan diminta mundur. 

Sejauh ini, Najib menolak tuntutan itu. Bahkan, kepada mereka yang ingin mengusut kasus ini, ia tak segan untuk membungkam. Menjelang akhir Juli lalu, dia mencopot wakilnya dan mengganti beberapa menteri dalam kabinetnya. 

Pencopotan Wakil PM Muhyiddin Yassin tersebut diramalkan banyak pihak bakal memicu keretakan dalam tubuh partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menguasai politik Malaysia. Muhyiddin sebelumnya menyerukan agar Najib menjelaskan kepada publik soal skandal korupsi 1MDB.

Berbagai langkah Najib untuk membungkam para peng-kritiknya dan pernyataan kontroversial MACC tampaknya bakal menyulut tensi politik di Malaysia semakin mendidih. Para lawan politik Najib yang didukung tokoh berpengaruh, Mahathir Mohamad terus bergerak menggoyang Najib.

Mampukah Najib menyelamatkan kursi emasnya sebagai PM Malaysia? Banyak kalangan memprediksi peluang Najib fifty-fifty. Sebab, Najib yang bekas Menteri Pertahanan, dikenal cukup dekat dengan kalangan militer. Tapi, jika tekanan dari rakyat Malaysia semakin membesar, hampir pasti Najib bakal terguling. rw

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 57 menit yang lalu

Pemerintah Mulai Prioritaskan Pasokan Batubara untuk Dalam Negeri

Produksi batubara tahun 2018 lalu mencapai 528 juta ton.

Global 5 jam yang lalu

Di Paris, Airbus Raih Kontrak 595 Pesawat

Airbus mendominasi lapangan udara Le Bourget. Pada ajang Paris Air Show.

Business 6 jam yang lalu

Kemenperin dan Blibli.com Gelar Kompetisi Creativepreneur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap e-Commerce menjadi gerbang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan transformasi.

Global 6 jam yang lalu

Carrefour Jual 80% Sahamnya di China

Raksasa ritel Prancis, Carrefour Group, Minggu (23/6/2019), mengumumkan, pihaknya telah setuju untuk menjual 80% saham ekuitas di Carrefour China kepada Suning.com, peritel terkemuka China Suning.com…

Money 8 jam yang lalu

Bitcoin Kembali Menembus Puncak

Harga bitcoin terus mencetak posisi tertinggi baru.

Money 24 jam yang lalu

LPS Siapkan Proses Likuidasi BPR Legian

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan dan proses likuidasi PT BPR Legian. Langkah itu sebagai tindak lanjut atas keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang…

Global 23/06/2019 11:55 WIB

Konsumen Pakaian AS Terbebani Kenaikan Tarif

Sebuah studi mengungkapkan, ancaman kenaikan tarif 25% pada tambahan impor China senilai USD300 miliar akan membuat konsumen AS membayar USD4,4 miliar lebih banyak setiap tahun untuk pakaian.

Business 23/06/2019 11:26 WIB

Bank Dunia Pinjami USD150 Juta untuk Rekonstruksi Sulteng

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD150 juta untuk membiayai rekonstruksi maupun penguatan perumahan dan fasilitas umum yang terkena dampak tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Global 23/06/2019 10:13 WIB

2021, Pasar VR China Capai USD7,5 Miliar

Pasar realitas virtual (VR) China terus berkembang.

Global 22/06/2019 09:59 WIB

Huawei Tetap Diterima di Banyak Negara

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ternyata tidak menyurutkan sejumlah negara untuk menggandeng perusahaan asal China itu.