Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Martin Winterkorn, CEO Volkswagen AG : Akhirnya Mundur

Sri Wulandari

Kamis, 08 Oktober 2015 - 19:49 WIB

autoevolurion
autoevolurion
A A A

KABAR mengejutkan datang dari industri otomotif.  Adalah Martin Winterkorn, chief executive officer  (CEO) Volkswagen AG yang membuat berita. Pria kelahiran 24 Mei 1947 ini, memutuskan mengundurkan diri menyusul mencuatnya skandal manipulasi hasil uji emisi kendaraan produksi pabrikan otomotif asal Jerman itu di Amerika Serikat.

Dalam temuan Environmental Protection Agency (EPA, dinas perlindungan lingkungan) AS ditemukan, piranti lunak di sejumlah model VW berbahan bakar diesel, bisa memanipulasi uji emisi. Inilah skandal terberat sepanjang sejarah Volkswagen. VW diperintahkan untuk menarik lagi lebih dari setengah juta unit mobil produksinya. Selain harus membayar biaya penarikan mobil, VW juga terancam hukuman denda miliaran dolar, dan para eksekutifnya terancam dipidanakan pula.

Winterkorn pergi tak dengan tangan kosong. Karena, dia akan mendapatkan dan pensiun hingga Rp 471 miliar setelah mengundurkan diri dari jabatannya itu. Berdasarkan laporan Bloomberg sebagaimana dilansir Left Lane News, Winterkorn akan menerima dana hingga US$ 32.000.000.  Dana pensiun sebesar itu adalah akumulasi dari nilai pengabdian Winterkorn di Volkswagen sejak 1993 ketika direkrut menjadi head of Group Quality Assurance dan kemudian dipromosikan menjadi CEO pada 2007.

Meski mengantongi uang pensiun, tetap saja Winterkorn dibayang-bayangi jeratan hukum. Jaksa penuntut Jerman melakukan investigasi pada mantan Winterkorn, dengan tuduhan penipuan atas skandal uji emisi bahan bakar mesin diesel di Amerika Serikat. Tuntutan Jaksa didasari komplain dari 10 individual yang identitasnya disembunyikan. Mereka meminta dilakukan investigasi kriminal untuk mencari penyebab dan siapa yang bertanggungjawab atas kesalahan Volkswagen.

Sebelum mengundurkan diri, Winterkorn memang mengakui  adanya kecurangan pada uji emisi  itu.  Meski demikian, dalam keterangan resminya, Volkswagen menyebutkan bahwa Winterkorn tidak terlibat dalam skandal ini. Winterkorn sendiri juga mengakui bahwa tidak terlibat. “Volkswagen membutuhkan lembaran baru, terutama menyangkut sumber daya manusia.  Dengan mengundurkan diri, saya memberikan jalan bagi anak-anak muda untuk maju,” kata Winterkorn.

Winterkorn pun menyatakan permintaan maafnya secara terbuka. Dia mengaku terkejut, dan tidak menyangka terjadi manipulasi semacam itu terjadi di perusahaan yang dipimpinnya. Winterkorn menegaskan pengunduran diri ini sebagai bentuk tanggung jawab sebagai CEO. Pengunduran diri Winterkorn mengakhiri gejolak harga saham VW hingga turun mencapai 35%, pekan lalu.

Untuk meredam gejolak akibat skandal itu, Volkswagen sudah menyiapkan dana sebesar 6,5 miliar euro untuk membayar denda. Namun sebagian analis  beeranggapan jumlah itu tidak cukup, sebab perusahaan asal Jerman itu mengaku skandal tersebut kemungkinan mempengaruhi sekitar 11 juta unit kendaraan produksinya di seluruh dunia. “Proses klarifikasi dan transparansi harus terus. Ini adalah satu-satunya cara untuk memenangkan kembali kepercayaan. Saya yakin bahwa Grup Volkswagen dan tim akan mengatasi krisis  ini,” kata Winterkorn.

Ini bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Winterkorn. April lalu, dia juga harus menerima kenyataan berhadap langsung mantan ketua dewan direksi Ferdinand Piech  yang menuduh Winterkorn bertanggungjawab atas lemahnya penjualan Volkswagen di AS. Piech akhirnya mengundurkan diri.

Sekarang, skandal manipulasi hasil emisi di pasar AS, yang jadi pasar mobil paling penting di dunia bisa jadi batu sandungan besar. Apalagi, skandal ini menambah sulit pencapaian target yang diinginkan, yaitu penjualan 800.000 unit kendaraan sampai 2018 dan mampu menyalip penjualan Toyota. Ditambah lagi dengan kekhawatiran skandal itu akan mencoreng citra "Made in Germany" yang jadi lambang jaminan kualitas di dunia

Bagi Volkswagen, pasar AS selalu jadi tantangan, sebab  warga AS kebanyakan lebih suka memilih mobil merek Ford atau General Motors. Tak hanya itu saja, mobil-mobil merek Jepang masuk ke AS sejak 1990 dan berhasil mengungguli merek Eropa. Alhasil, Volkswagen harus berjuang keras. Volkswagen berhasil  menancapkan kaki di AS dengan memperkenalkan VW kodok versi baru, New Beetle pada 1997. Tetapi dalam dekade setelahnya tidak ada kemajuan berarti, bahkan mengecewakan.

Winterkorn menjabat sebagai CEO sejak 2013, ketika jumlah penjualan VW di AS merosot pada 7%. Dia menggantikan posisi  Michael Horn. Sebelumnya Winterkorn,  menjabat CEO Audi (unit usaha Volkswagen), sejak 1 Januari 2007 menggantikan Bernd Pischetsrieder. Pada 2013, Winterkorn menempati posisi kedua pejabat dengan gaji  yang sangat tinggi mencapai US$ 19.920.167  atau setara Rp 232,5 miliar. **

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.