Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

ROMAN ABRAMOVICH: DARI BONEKA MENJADI BOS

Sri Wulandari

Senin, 21 September 2015 - 00:46 WIB

Riset
Riset
A A A

Menyebut nama Roman Abramovich, bagi penggemar bola dunia, pasti mengenalnya dengan baik. Dialah sang pemilik klub elit Inggris, Chelsea yang bermarkas di Stamford Bridge, London Barat. Pengusaha asal Rusia ini membeli Chelsea pada tahun 2003. Dan, sepanjang kepemilikannya, dia sudah memecat sembilan pelatih dan menghamburkan lebih dari 700 juta poundsterling untuk transfer pemain demi keuntungan komersial yang ditawarkan dari perputaran bisnis sepakbola.

Abramovich adalah orang yang tahu betul bagaimana caranya menghasilkan uang yang membuat dirinya semakin kaya raya. Majalah Forbes mencatatnya sebagai orang terkaya ke-68 di dunia dengan total kekayaan mencapai US$ 10,2 miliar. Sementara situs berita Business Insider, pada Mei lalu, mencatat kekayaan Abramovich mencapai US$ 12,1 miliar atau sekitar Rp 115,53 triliun.

Kehidupan pria kelahiran Saratov, Rusia, pada 24 Oktober 1966 ini, terbilang glamor. Dia memiliki kapal pesiar terbesar di dunia, Eclipse, senilai US$ 1 miliar. Kapal ini memiliki dua kolam renang dan sebuah kapal selam. Kapal itu juga dilengkapi dengan laser untuk menghadang aksi para paparazzi, sementara kamar utamanya yang megah didesain anti-peluru.

Tak cuma itu saja, Abramovich juga memiliki dua mobil limusin Maybach 62 anti-peluru, yang dilengkapi alat keamanan super mahal. Masing-masing mobil mewahnya ini bernilai US$ 2 juta. Dia juga punya 9 apartemen di London yang disatukannya menjadi sebuah rumah mewah. Setelah renovasi selesai, rumah seluas 30.000 meter persegi ini dikabarkan menjadi rumah termahal di seantero Inggris.

Abramovich yang memutuskan terjun ke politik dan menjadi Gubernur Provinsi Chukotka, salah satu distrik otonom di Rusia pada 1999, menginvestasikan jutaan pound dalam pengembangan sistem pendidikan, rumah sakit, dan perguruan tinggi di Anadyr. Dari tahun 2003 - 2008, dia memakai dana pribadinya untuk distrik itu sebesar US$ 1,3 juta. Dalam kehidupan sehari-hari, dia dikawal oleh 40 pengawal yang digajinya hingga US$ 2 juta per tahun.

MASA KECIL

Bila kini kehidupannya sekarang bergelimang harta, tetapi tidak demikian dengan masa kecil yang justru kebalikannya. Lahir dari sebuah keluarga Yahudi di Lithuania, Abramovich harus merasakan betapa getirnya kemiskinan yang mendera keluarganya. Ibunya, Irina Abramovich Ostrowski, meninggal sebelum dia berumur dua tahun dan ayahnya, Arkady Abramovich, tewas dalam kecelakaan konstruksi kurang dari dua tahun kemudian. Akibatnya, dia dibesarkan oleh kakek dari pihak ayah dalam iklim Arktik yang dingin di kampung halaman mereka di Lithuania.

Kehidupannya yang miskin ini membekas kuat dalam dirinya. Demi mendapat sepiring makanan, Abramovich harus rela melakukan apa saja. Tak heran, jika Abramovich bertekad untuk memperbaiki nasib. Saat mengenyam pendidikan di bangku sekolah, Abramovich menyambinya dengan menjadi pedagang kaki lima. Profesinya naik tingkat menjadi mekanik, ketika mengeyam pendidikan di Moskow Auto Transport Institute pada 1987. Sebelumnya, dia belajar di Institut Industri di Ukhta, dan sempat mengikuti wajib militer Uni Soviet.

Abramovich juga melakoni bisnis kecil-kecilan. Usaha kecil-kecilan ini yang membantunya bertahan. Dia menjual suvenir bebek plastik dari apartemennya yang kecil di Moskow. Sampai kemudian pada 1988, dia mendirikan pabrik boneka. Kurun waktu 1992 – 1995, Abramovich mulai berinvestasi di bisnis lain. Dia membuat perusahaan perantara jual beli dan akhirnya dia menfokuskan bisnisnya pada jual beli minyak.

Pada 1995, dia bermitra dengan Boris Berezovsky membeli saham mayoritas dari perusahaan minyak Sibneft senilai US$ 100 juta. Hal ini menjadikan Abramovich sebagai taipan minyak atau raja minyak asal Rusia dan tercatat sebagai seorang miliarder baru. Sepanjang tahun 1990-an, Abramovich melikuidasi 20 perusahan, mendirikan lima perusahaan dagang. Dia juga mendirikan 10 perusahaan lain. Pada tahun 2005, Abramovich membuat keputusan untuk menjual perusahaan ini ke perusahaan migas milik Rusia, Gazprom. Dengan nilai fantastis sebesar US$ 13 miliar.

Saat dia memutuskan membeli Chelsea, dia mengubah strategi pemasaran dari permainan serta kemampuan untuk “membeli” pemain. Dia juga membangun fasilitas seni dan menawarkan gaji besar bagi pemain untuk bergabung dengan timnya, terlepas dari status keuangan dari tim itu sendiri.

Untuk pertama kalinya, sejak dia membeli Chelsea Football Club 12 tahun lalu, Abramovich membuka total pinjaman tanpa bunga yang sudah digelontorkannya, yang mencapai £1 miliar atau setara Rp 20 triliun. Hal ini diungkap oleh Fordstam, perusahaan yang digunakan Abramovich untuk mengakuisisi Cehlsea.

Menurut akun Fordstam sebagaimana dilansir CNN, sampai saat ini rincian total uang yang sudah digelontorkan adalah £ 1.041.243.000 atau naik dari nilai tahun lalu yang mencapai £ 984 juta. Meski demikian, tidak ada tanda-tanda Abramovich bakal mencari pembayaran pinjaman tersebut dalam masa depan.

Aset yang dikelola Fordstam sendiri termasuk di antaranya adalah perusahaan manajemen hotel, pusat kebugaran di belakang stadion, perusahaan media digital milik klub, dan termasuk juga klub itu sendiri. Fordstam juga menunjukkan bahwa secara pribadi, Abramovich menghabiskan £1 juta di kursi eksekutifnya di Stamford Bridge untuk menyaksikan laga-laga Chelsea.

Tag

  1. profil9v

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.