Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Carlos Slim : Jadi Pengusaha di Usia Muda

Sri Wulandari

Rabu, 21 Oktober 2015 - 18:12 WIB

dok: famous-entrepreneurs
dok: famous-entrepreneurs
A A A

Saat berusia 11 tahun, Slim melakukan investasi pertamanya dan memiliki saham di bank Meksiko. Kerja keras, dan berorientasi pada perubahan jaman, adalah kunci suksesnya. 

Di Meksiko, nama Carlos begitu sangat dikenal. Maklum saja, dia adalah pria terkaya dan memiliki kerajaan bisnis yang begitu luas serta beragam. Tak cuma di Meksiko bisnisnya berkibar, tetapi juga di Amerika Serikat. Oleh Majalah Forbes, Carlos Slim ditempatkan sebagai orang terkaya dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 72,5 miliar.

Pria kelahiran 1940 ini, saat ini menduduki jabatan sebagai chairman dan CEO perusahaan telekomunikasi Telmex dan American Movil. American Movil adalah operator terbesar Amerika Latin dan menyumbangkan sebagian besar kekayaan Slim. Namanya menjadi buah bibir pada 2014 saat mengakuisisi saham raksasa telekomunikasi AT & T (American Telephone and Telegraph Company Inc) sebesar 8,3% atau setara US$ 5,6 miliar, sehingga secara keseluruhan keluarga besarnya memiliki 62% kepemilikan di perusahaan itu.

Untuk mencapai kedudukan seperti saat ini, sesungguhnya Slim harus menempuh jalan panjang dan berliku. Keluarganya, menurut Bussines Insider, merupakan keluarga imigran asal Lebanon yang hijrah ke Meksiko. Ayahnya Julian Slim Haddad, sudah menjadi saudagar kaya dan ingin mewariskan kemampuan bisnisnya kepada anak-anaknya.

Jangan heran, bila di usia 11 tahun, Slim sudah ditulari semangat kewirausahaan. Slim diajarkan membaca dokumen keuangan dan berinvestasi di usia muda dengan prinsip-prinsip akuntabilitas. Di usia terbilang muda pula, Slim berani menanamkan investasi pada obligasi pemerintah. Di sinilah awalnya, dia sungguh-sungguh mempelajari tentang konsep bunga majemuk. Setiap transaksi keuangan dia tulis di buku hariannya. “Ketika aku masih sangat muda, aku sudah mulai membuat investasi sendiri,” cerita Slim suatu ketika.

Di usia 12 tahun, Slim berani membeli saham salah satu bank Meksiko. Pekerjaan rumah terbesar Slim, ketika ayahnya wafat. Dia baru berusia 13 tahun ketika itu dan ayahnya meninggal dan mewariskan beberapa unit bisnis, antara lain toko serba ada, real estate, dan sejumlah kepemilikan saham.

Tongkat estafet bisnis keluarga pun jatuh ke tangan Slim. Anak kelima dari enam bersaudara ini memutar otaknya dengan keras agar bisnis keluarganya tetap berjalan. Kerja keras, tak pernah mengeluh dan pantang menyerah dia jalani. Di saat anak-anak seusianya sedang asyik bermain dan menikmati masa remajanya, Slim malah fokus mengelola bisnis. Saat berusia 15 tahun, Slim telah menjadi pemegang saham bank terbesar Meksiko.

Meski fokus menjalankan bisnis, Slim tetap meneruskan pendidikannya. Dia mengambil jurusan teknik sipil di National Autunomous University of Mexico. Karena otaknya yang cemerlang, dia sempat dijadikan asisten dosen. Tak cukup dengan satu program pendidikan, Slim juga mengambil  kursus ekonomi di Chili sebelum memasuki dunia bisnis secara total.

EKSPANSI DAN AKUISISI

Begitu lulus kuliah, Slim mencoba bekerja sebagai pialang saham. Dia rela bekerja begitu keras hingga 14 jam setiap harinya. Kerja kerasnya berbuah manis setelah pada 1965, dari hasil investasi pribadinya sebesar US$ 400.000, dia mendirikan perusahaan pialang saham Inversora Bursatil. “Pada umur 25 tahun, aku sudah membuat beberapa perusahaan. Aku berpikir seperti seorang pebisnis, Aku menciptakan segala macam perusahaan dari yang kecil sampai agak besar. Aku coba terlibat dalam banyak aktivitas, dari keuangan, real estate, pertambangan,” tuturnya.

Slim lalu mendirikan grup usaha yang disebut Grup Carso. Melalui perusahaan barunya ini, dia membeli saham perusahaan Jarritos del Sur. Di usia 26 tahun, dengan kekayaan US$ 40 juta,  Slim mendirikan perusahaan komunikasi Inmobilaria Carso. Dan pada 1970-an, dia mendirikan tujuh perusahaan, salah satunya adalah penyewaan perlengkapan konstruksi.

Namanya juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas 60%, atau senilai US$ 1 juta, di perusahaan percetakan kemasan rokok Galas de Mexico. Slim kembali melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi Cigarros la Tabacelera Mexicana (Cigatam), produsen rokok terbesar kedua di Meksiko pada 1981.

Bisnis Slim makin berkibar, saat dia mengakuisisi Telmex, BUMN yang tengah terseok-seok kekurangan suntikan modal. Dia juga terjun melantai di bursa efek dan terus mengakuisisi berbagai perusahaan kelas dunia. Slim melakukan beberapa strategi bisnis seperti membeli saham mayoritas dari perusahaan real estate yang dirintis olehnya, Innmeubles Carso, dengan menggelontorkan dana US$ 450 juta. Dia  juga menjadi pemegang saham terbesar di The New York Times, dengan kepemilikan saham hampir 17%.

Sli mengaku kunci sukses bisnisnya, karena dia memfokuskan diri pada modernisasi, pertumbuhan, pelatihan, kualitas, penyederhanaan dan perbaikan proses produksi secara terus-menerus. Dia juga tak berhenti meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan ukuran global. Slim  tidak ragu untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan jaman.  “Bila Anda ingin berkembang, jangan ragu untuk membidik target global. Jangan ragu pula untuk mengeluarkan dana untuk mengembangkan usaha Anda,” kata dia.

Meski kaya raya, hidup Slim sangat sederhana. Sebagaimana dikutif dari Financial Times, edisi 21 September 2015, dia tidak pernah  neko-neko.  Dia lebih betah tinggal di rumah lamanya di kota Meksiko City. Dia senang makan bersama enam orang anak dan para cucunya. Dia juga tak punya sopir pribadi.  Ke mana-mana dia lebih sennag menyetir sendiri. Barang mewah kesukaannya adalah benda-benda seni yang antara lain menghiasi rumahnya. rw

Tag

  1. profil9v

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 43 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 1 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.