Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Carlos Slim : Jadi Pengusaha di Usia Muda

Sri Wulandari

Rabu, 21 Oktober 2015 - 18:12 WIB

dok: famous-entrepreneurs
dok: famous-entrepreneurs
A A A

Saat berusia 11 tahun, Slim melakukan investasi pertamanya dan memiliki saham di bank Meksiko. Kerja keras, dan berorientasi pada perubahan jaman, adalah kunci suksesnya. 

Di Meksiko, nama Carlos begitu sangat dikenal. Maklum saja, dia adalah pria terkaya dan memiliki kerajaan bisnis yang begitu luas serta beragam. Tak cuma di Meksiko bisnisnya berkibar, tetapi juga di Amerika Serikat. Oleh Majalah Forbes, Carlos Slim ditempatkan sebagai orang terkaya dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 72,5 miliar.

Pria kelahiran 1940 ini, saat ini menduduki jabatan sebagai chairman dan CEO perusahaan telekomunikasi Telmex dan American Movil. American Movil adalah operator terbesar Amerika Latin dan menyumbangkan sebagian besar kekayaan Slim. Namanya menjadi buah bibir pada 2014 saat mengakuisisi saham raksasa telekomunikasi AT & T (American Telephone and Telegraph Company Inc) sebesar 8,3% atau setara US$ 5,6 miliar, sehingga secara keseluruhan keluarga besarnya memiliki 62% kepemilikan di perusahaan itu.

Untuk mencapai kedudukan seperti saat ini, sesungguhnya Slim harus menempuh jalan panjang dan berliku. Keluarganya, menurut Bussines Insider, merupakan keluarga imigran asal Lebanon yang hijrah ke Meksiko. Ayahnya Julian Slim Haddad, sudah menjadi saudagar kaya dan ingin mewariskan kemampuan bisnisnya kepada anak-anaknya.

Jangan heran, bila di usia 11 tahun, Slim sudah ditulari semangat kewirausahaan. Slim diajarkan membaca dokumen keuangan dan berinvestasi di usia muda dengan prinsip-prinsip akuntabilitas. Di usia terbilang muda pula, Slim berani menanamkan investasi pada obligasi pemerintah. Di sinilah awalnya, dia sungguh-sungguh mempelajari tentang konsep bunga majemuk. Setiap transaksi keuangan dia tulis di buku hariannya. “Ketika aku masih sangat muda, aku sudah mulai membuat investasi sendiri,” cerita Slim suatu ketika.

Di usia 12 tahun, Slim berani membeli saham salah satu bank Meksiko. Pekerjaan rumah terbesar Slim, ketika ayahnya wafat. Dia baru berusia 13 tahun ketika itu dan ayahnya meninggal dan mewariskan beberapa unit bisnis, antara lain toko serba ada, real estate, dan sejumlah kepemilikan saham.

Tongkat estafet bisnis keluarga pun jatuh ke tangan Slim. Anak kelima dari enam bersaudara ini memutar otaknya dengan keras agar bisnis keluarganya tetap berjalan. Kerja keras, tak pernah mengeluh dan pantang menyerah dia jalani. Di saat anak-anak seusianya sedang asyik bermain dan menikmati masa remajanya, Slim malah fokus mengelola bisnis. Saat berusia 15 tahun, Slim telah menjadi pemegang saham bank terbesar Meksiko.

Meski fokus menjalankan bisnis, Slim tetap meneruskan pendidikannya. Dia mengambil jurusan teknik sipil di National Autunomous University of Mexico. Karena otaknya yang cemerlang, dia sempat dijadikan asisten dosen. Tak cukup dengan satu program pendidikan, Slim juga mengambil  kursus ekonomi di Chili sebelum memasuki dunia bisnis secara total.

EKSPANSI DAN AKUISISI

Begitu lulus kuliah, Slim mencoba bekerja sebagai pialang saham. Dia rela bekerja begitu keras hingga 14 jam setiap harinya. Kerja kerasnya berbuah manis setelah pada 1965, dari hasil investasi pribadinya sebesar US$ 400.000, dia mendirikan perusahaan pialang saham Inversora Bursatil. “Pada umur 25 tahun, aku sudah membuat beberapa perusahaan. Aku berpikir seperti seorang pebisnis, Aku menciptakan segala macam perusahaan dari yang kecil sampai agak besar. Aku coba terlibat dalam banyak aktivitas, dari keuangan, real estate, pertambangan,” tuturnya.

Slim lalu mendirikan grup usaha yang disebut Grup Carso. Melalui perusahaan barunya ini, dia membeli saham perusahaan Jarritos del Sur. Di usia 26 tahun, dengan kekayaan US$ 40 juta,  Slim mendirikan perusahaan komunikasi Inmobilaria Carso. Dan pada 1970-an, dia mendirikan tujuh perusahaan, salah satunya adalah penyewaan perlengkapan konstruksi.

Namanya juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas 60%, atau senilai US$ 1 juta, di perusahaan percetakan kemasan rokok Galas de Mexico. Slim kembali melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi Cigarros la Tabacelera Mexicana (Cigatam), produsen rokok terbesar kedua di Meksiko pada 1981.

Bisnis Slim makin berkibar, saat dia mengakuisisi Telmex, BUMN yang tengah terseok-seok kekurangan suntikan modal. Dia juga terjun melantai di bursa efek dan terus mengakuisisi berbagai perusahaan kelas dunia. Slim melakukan beberapa strategi bisnis seperti membeli saham mayoritas dari perusahaan real estate yang dirintis olehnya, Innmeubles Carso, dengan menggelontorkan dana US$ 450 juta. Dia  juga menjadi pemegang saham terbesar di The New York Times, dengan kepemilikan saham hampir 17%.

Sli mengaku kunci sukses bisnisnya, karena dia memfokuskan diri pada modernisasi, pertumbuhan, pelatihan, kualitas, penyederhanaan dan perbaikan proses produksi secara terus-menerus. Dia juga tak berhenti meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan ukuran global. Slim  tidak ragu untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan jaman.  “Bila Anda ingin berkembang, jangan ragu untuk membidik target global. Jangan ragu pula untuk mengeluarkan dana untuk mengembangkan usaha Anda,” kata dia.

Meski kaya raya, hidup Slim sangat sederhana. Sebagaimana dikutif dari Financial Times, edisi 21 September 2015, dia tidak pernah  neko-neko.  Dia lebih betah tinggal di rumah lamanya di kota Meksiko City. Dia senang makan bersama enam orang anak dan para cucunya. Dia juga tak punya sopir pribadi.  Ke mana-mana dia lebih sennag menyetir sendiri. Barang mewah kesukaannya adalah benda-benda seni yang antara lain menghiasi rumahnya. rw

Tag

  1. profil9v

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.