Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Ralph Dommermuth: Jagoan Bisnis Internet

Sri Wulandari

Senin, 12 Oktober 2015 - 06:37 WIB

Ralph Dommermuth (welt.de)
Ralph Dommermuth (welt.de)
A A A

Hanya bemodalkan uang komisi hasil penjualan komputer, Ralph Dommermuth berhasil membangun perusahaan internet yang tersebar di berbagai negara.

 

Di daratan Eropa, terutama Jerman, nama Ralph Dommermuth cukup populer. Betapa tidak, dari tangannyalah lahir United Internet AG, sebuah perusahaan jasa internet terbesar di Eropa. Menurut Forbes, nama Dommermuth tercatat sebagai orang terkaya nomor 30 di Jerman dengan taksiran kekayaan mencapai US$ 4,4 miliar atau setara dengan Rp 64,66 triliun (US$ = Rp 14.696).

 

Dommermuth memang jeli memanfaatkan situasi ketika booming internet terjadi. Padahal ketika itu, dia cuma pedagang komputer. Dia sadar, bisnis internet adalah bisnis masa depan. Pada 1988, Dommermuth nekat mengibarkan perusahaan jasa internet. Insting bisnisnya memang jeli. Hasilnya perusahaannya cukup disegani di Eropa.

 

Dilahirkan pada 19 November 1963, Dommermuth mengawali karier di perbankan selepas kuliah. Awalnya, dia bekerja sebagai pekerja magang di Deutsche Bank. Tak lama di sana, Dommermuth mengikuti jejak sang ayah bekerja sebagai tenaga sales komputer.

 

Hanya lima tahun saja, Dommermuth bekerja sebagai tenaga sales komputer untuk distributor lokal. Dia memutuskan keluar. Namun Dommermuth ber-hasil mengumpulkan uang komisinya sebesar US$ 285.000. Uang inilah yang kemudian dia gunakan sebagai modal perusahaannya.

 

Awalnya, dia mendirikan perusahaan 1&1 Internet AG. Perusahaan ini menawarkan jasa pembuatan situs (hosting), jasa internet dan komputasi (cloud). Di samping itu, dia juga menjual perangkat lunak (software). Dommermuth tak sendirian, dia punya mitra bisnis, yang di awal perusahaannya berdiri, harus rela berbagi perlengkapan kantor dan meja.

 

Hanya dalam waktu singkat, Dommermuth berhasil menarik banyak klien. Salah satunya, Deutsche Bank, IBM, dan Compaq. Pemerintah setempat sampai memberinya penghargaan usaha kecil dan menengah (UKM) terbaik. Dommermuth meluncurkan produk internet yang dipakai banyak UKM, yakni GMX. Produk ini menyediakan jasa layanan surat elektronik bagi pebisnis UKM.

 

Pada awal GMX diluncurkan, Dommermuth hanya berharap ada 50.000 pelanggan. Nyatanya, pemakai GMX mencapai 200.000 pelanggan. Adalah keahlian Dommermuth yang berhasil memasarkan GMX. Saat ini, terdapat 12 jenis produk yang dipasarkan United Internet, antara lain layanan internet, web hosting, penyimpanan data, layanan e-mail, dan jasa pemasaran online.

 

Jangan heran, jika bertahun-tahun kemudian 1&1 berubah nama menjadi United Internet. Tak hanya ada di Jerman saja, Dommermuth mengembangkan sayap bisnis di 11 negara Eropa, bahkan sampai kawasan ke Amerika Serikat dan Meksiko.

 

Tercatat jumlah pelanggan United Internet mencapai 47 juta akun. United Internet sudah memiliki tujuh pusat data dan 70.000 server di Eropa dan AS. Perusahaan ini juga berhasil membangun jaringan infrastruktur fiber optik sepanjang 40.000 km.

 

Bahkan, United Internet sudah masuk bursa saham atau resmi menggelar initial public offering (IPO) pada 1998. 1&1 Internet AG tercatat sebagai perusahaan internet pertama yang masuk Neuer Markt atau Bursa Efek Frankfurt. Bursa Neuer Markt merupakan bursa saham baru di Jerman yang khusus dihuni perusahaan teknologi. Setelah IPO, Dommermuth tetap menggenggam 40% saham perusahaan.

 

Pada semester I-2015, United Internet berhasil membukukan pendapatan € 1,82 miliar atau naik 27,2% bila dibandingkan periode sama pada tahun lalu. Laba bersih sebelum pajak dan amortisasi (EBITDA) meningkat 47,9% menjadi € 51,3 juta. United Internet juga berhasil menambahkan jumlah pelanggan tetap sebanyak 430.000 konsumen menjadi 15,21 juta per Juni 2015. Sisanya, masih didominasi pelanggan tak tetap hingga total pelanggan lebih dari 47 juta. Sungguh pencapaian yang luar biasa, di tengah anjloknya perekenomian dunia.

 

AKUISI SANA-SINI

 

Dommermuth yang menduduki posisi Chief Executive Officer (CEO) memang gencar melakukan ekspansi. Pada 2014 United Internet berhasil menguasai 100% saham perusahaan fiber optik terbesar kedua di Jerman, Versatel GmbH. United Internet merogoh kocek hingga € 586 juta untuk meningkatkan kepemilikan saham dari 25% menjadi 100%.

 

United Internet juga menghabiskan dana € 435 juta untuk mengempit 10,7% saham Rocket Internet AG. Dalam aksi ini, Dommermuth menggandeng Global Founders Capital Funds yang menginjeksi dana hingga US$ 135 juta. Sebelumnya, pada Oktober 2005, United Internet mengambil alih portal internet Web.de dan kini menjadi salah satu lini bisnis United Internet AG. Pada 2007, United Internet membenamkan investasi yang setara 10% saham perusahaan ponsel Drillisch. Satu tahun kemudian, yaitu pada Juli 2008, United Internet mengakuisisi 30% saham Jimdo GmbH.

 

Pada Februari 2014, United Internet mengakuisisi 25% saham di perusahaan e-commerce ePages. Selain mengakuisisi, ePages juga resmi digadang-gadang sebagai platform e-commerce United Internet di pasar global. Selanjutnya, pada September 2014, United Internet melakukan transaksi pembelian terhadap Rocket Internet sebesar 10,7% saham. United Internet merogoh kocek US$ 582 juta untuk menutup transaksi tersebut.

 

Dommermuth juga mengakuisisi 74,9% saham atau mayoritas saham Versatel dari tangan private equity KKR. Dommermuth menggelontorkan bujet € 586 juta demi menguasai Versattel. Di bawah kendali Dommermuth, penjualan Versatel melesat menjadi € 3,2 miliar dan laba operasional mengalami kenaikan sebesar 28% menjadi € 560 juta per Juni 2015. Salah satu penopangnya, pertambahan pelanggan baru internet sebanyak 80.000 atau 10% dari total pelanggan lama, dalam tempo enam bulan. rw

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.