Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 08-V

Benny, Yanto, Dan Sani

Senin, 12 Oktober 2015 - 10:30 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Percepat Masuknya Investor Asing

Keterpurukan mata uang rupiah terhadap dolar yang sempat berlangsung beberapa saat lamanya telah menimbulkan kerusakan cukup parah. Khususnya, pada kelangsungan hidup sejumlah perusahaan.

Pelan namun pasti, informasi tentang berapa banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar dan berapa besar jumlah tenaga kerja yang di PHK mulai terkuak lebar.

Ketika berkunjung ke Provinsi Banteng baru-baru ini, Presiden Joko Widodo menerima penjelasan langsung dari pejabat Gubernur Banten Rano Karno ihwal adanya 7.000 pekerja yang terpaksa di PHK. Itu merupakan akibat dari perusahaan tempat mereka bekerja tutup, lantaran tak kuat mengatasi risiko kenaikan mata uang dolar.

Kini, setelah mata uang rupiah mulai menguat, apakah masalah buruh-buruh yang di-PHK itu serta-merta bisa diatasi? Rasanya tidak akan pernah sesederhana itu.

Perusahaan yang sudah telanjur gulung tikar, tidak akan bisa langsung bangkit setelah rupiah menjadi mata uang terkuat sekalipun. Mempercepat proses masuknya investasi asing untuk mendirikan pabrik-pabrik di Indonesia merupakan solusi terbaik untuk saat ini.

Benny

Ciledug, Banten

Kerugian Kabut Asap

Kabut asap yang melanda saudara sebangsa di Tanah Riau dan sekitarnya sungguh sangat memprihatinkan. Jarak pandang manusia saat beraktivitas sehari-hari hanya kurang dari lima meter jauhnya.

Kondisi seperti ini secara otomatis memaksa warga menghentikan kegiatan rutinnya, terutama kebutuhan untuk mencari nafkah sehari-hari. Bagi para siswa, kegiatan belajar mengajar sudah pasti sangat terganggu.

Semakin memilukan rasanya ketika mendengar kabar adanya bayi yang meninggal dunia akibat mengalami sesak napas akut lantaran selalu menghirup asap. Situasi yang terjadi benar-benar di luar batas kewajaran.

Publik pun bertanya-tanya. Sejauh apa upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan kabut asap itu sendiri?

Kita tentu belum lupa ketika Presiden RI Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI, dia mengupayakan hujan buatan sekadar untuk mengatasi kemarau panjang. Lantas mengapa hujan buatan yang pernah dicoba dengan pesawat TNI-AU itu tidak kembali diupayakan dalam mengatasi kabut asap di Riau dan sekitarnya?

Publik juga tidak melihat adanya pengerahan pesawat-pesawat terbang yang ada baik milik TNI, Polri, maupun sipil, dikerahkan untuk mengatasi kebakaran atau pembakaran hutan yang memicu kabut asap tersebut.

Kesan yang kuat tertangkap, jauh lebih banyak wacana yang disampaikan ketimbang langkah nyata untuk mengatasi kabut asap yang sudah menelan korban jiwa.

Yanto

Citra Indah, Cibubur

Bulan Madu Ojek IT

Setelah Go-jek dan Grab-bike, kini bermunculan jasa kendaraan angkutan roda dua sejenis yakni Blue-Jek dan Lady-Jek. Maraknya bisnis angkutan penumpang roda dua dengan aplikasi berbasis IT ini merupakan fenomena yang mustahil untuk dihindari.

Mengapa? Karena begitu regulator memberi peluang untuk satu investor, sangat tidak mungkin untuk membatasi investor lain yang ingin masuk ke bisnis ini. Hasilnya sangat mudah ditebak. Jalan-jalan di Jakarta, kini diwarnai dengan pemotor dengan seragam yang khas mencirikan masing-masing perusahaan jasa angkutan.

Situasi ini benar-benar menciptakan suatu ironi. Sepeda motor yang dulu dihujat-hujat sebagai biang keladi kemacetan. Selain juga banyak dihujat lantaran perilaku pengemudinya yang ugal-ugalan, kini tiba-tiba menjadi primadona.

Dipuja-puja sebagai sarana bermobilitas yang praktis dan bebas macet. Pertanyaan yang layak dikemukakan adalah, sampai kapan kondisi bulan madu antara publik dan perusahaan jasa angkutan roda dua ini akan berbuah manis?

Barangkali jawabannya adalah sampai batas jenuh jumlah sepeda motor ojek resmi tercapai. Jika jumlah pengojek terlalu banyak dan mulai menciptakan gangguan, saat itulah, hujatan kembali akan dialamatkan kepada mereka.

Sani

Bantargebang, Bekasi

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.