Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Orji Kalu : Belajar dari Sang Aktivis

Sri Wulandari

Selasa, 27 Oktober 2015 - 22:17 WIB

dok. riset
dok. riset
A A A

Aktivis mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi ini menjelma menjadi pengusaha kaya raya. Kerja keras dan pantang menyerah, adalah kunci suksesnya. Dia berhasil meraup pendapatan tiap bulan US$ 2,5 miliar.

Orji Kalu tak pernah mengira dia bakal menjadi nahkoda dari  perusahaan besar bernama SLOK Holdings yang dia dirikan. Kalau perusahaan itu tak menghasilkan pundi-pundi dolar ke kantongnya, mungkin namanya tak tercatat di majalah Forbes sebagai sosok kaya raya dari negeria Afrika. Total kekayaannya mencapai  sebesar US$ 1 miliar dan dia berada di urutan ke-26 sebagai orang terkaya di Afrika.

Terlahir pada  21April 1960, dia memiliki pribadi dan watak yang keras. Semasa menjadi mahasiswa di University of Maiduguri, dia mengambil jurusan ilmu politik. Kalu tak pernah absen  dalam barisan aksi demonstrasi mahasiswa Nigeria. Lama-lama dia bosen juga menjadi aktivis. Apalagi dia dituduh sebagai dalang dari setiap aksi unjuk rasa yang kerap berakhir dengan kerusuhan

Akhirnya dia memutuskan berhenti kuliah, memilih berbisnis. Semula orangtuanya menentang keputusan Kalu. Tapi Kalu tetap bersikukuh tak mau kuliah. Toh, akhirnya, sang ibu terpaksa menyetujui dan bahkan memberinya pinjaman modal sebesar US$ 35. Itu saat usianya masih 19 tahun. Kalu pun sadar, jika ingin sukses maka dia harus bekerja keras. Apalagi dengan status putus kuliah, banyak kerabat yang meramalkan masa depannya bakal suram. Kalu ingin membuktikan, bahwa dia bisa berhasil dan meraih sukses.

Maka, mulailah Kalu berdagang. Dia membeli berbagai barang-barang komoditas seperti minyak sawit, beras, gula, garam dan tepung dari kawasan Nigeria Timur dengan harga lebih murah dan menjualnya kembali ke kawasan Nigeria Utara dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Setelah setahun berdagang, Kalu mulai melirik sektor manufaktur. Dia pun mendirikan perusahaan furnitur. Di luar dugaan  bisnis furnitur yang digeluti Kalu berkembang pesat. Tak puas sampai di situ, Kalu mencoba bisnis transportasi. Tangan dingin Kalu memang mujarab. Bisnis transportasinya juga berkembang pesat.

Bisnisnya pula yang menghantarkan Kalu bertemu dengan sejumlah konglomerat lain asal Afrika, seperti Mike Adenuga dan Aliko Dangote. Dari  mereka, Kalu belajar bagaimana membangun bisnis dan melakukan ekpansi. Dia juga menjalin hubungan yang baik dengan sejumlah pejabat tinggi militer. Dan, akhirnya pada awal 1980, Kalu mendapatkan kontrak dari Pemerintah Nigeria untuk memasok dan mengimpor senjata serta amunisi angkatan bersenjata.

BERBISNIS DENGAN MILITER

Berbisnis dengan militer memberi keuntungan yang cukup besar, sehingga Kalu bisa  memperoleh lebih banyak modal untuk mengembangkan usaha dan mendirikan SLOK Holdings. Kalu lalu melakukan ekspansi bisnis dengan menerjuni bisnis realestat komersial maupun residensial. Bisnisnya pun merambah hingga mancanegara.

Di usia 33 tahun, Kalu nekat menjalin kerjasama dengan China Sino Pacific Shipbuilding untuk mengembangkan bisnis perkapalan. Untuk kepentingan ini, Kalu mendirikan Slok Shipping dengan dana pinjaman dan uang pribadi. Kalu membangun bisnis perkapalan secara bertahap, mulai dari kapal-kapal ukuran kecil untuk mengangkut pekerja sampai kebutuhan patroli. Lambat laun, armada Slok Shipping  bertambah menjadi kapal-kapal berukuran lebih besar.

Saat ini, Slok Shipping beroperasi secara luas memenuhi kebutuhan kapal canggih dari pengusaha offshore migas. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20 kapal canggih, yang membuat mereka menjadi salah satu pemain terbesar di Afrika. Bisnisnya pun merambah dari migas, perbankan, media dan penerbitan, real estate, manufaktur, perdagangan, asuransi, sampai pariwisata.

Untuk bisnis media, Kalu memiliki dua koran besar di Nigeria. Yakni, Daily Sun yang memiliki oplag sebesar 135.000 eksemplar. Daily Sun merupakan surat kabar paling populer di Nigeria dan beroperasi sejak tahun 2001. New Telegraph, adalah surat kabar berikutnya yang dia miliki. Koran yang fokus menulis berita politik, sosial, dan budaya,  memiliki tiras 100.000 eksemplar.

Pada akhirnya, Slok Holdings menjadi perusahaan raksasa dengan jejaring yang tersebar mulai dari Ghana, Togo, Cotonou, Guinea, Afrika Selatan, Liberia, Botswana, hingga Korea. Saban tahunnya, Kalu berhasil mengeruk pendapatan sebesar US$ 2,5 miliar

Jangan heran, bila akhhirnya Kalu menjadi orang Nigeria termuda yang menerima penghargaan Nigerian National Merit Award (NNMA) dari Presiden Ibrahim Babangida pada 986, saat masih berusia 26 tahun. Penghargaan lain yang dia terima, antara lain Nigeria Chamber of Commerce industrialis of the Year,  penghargaan khusus Uni Eropa di Brussels, dan World Bank Leon Sullivan Award.

Dia juga  tercatat sebagai anggota Nigeria-Amerika Chamber of Commerce and Industry. Kegemaran berpolitik semasa muda, juga tersalurkan saat dia terpilih menjadi Gubernur Abia sepanjang periode 29 Mei 1999–29 Mei 2007. Selama delapan tahun menjabat, hubungan Kalu dengan Presiden Nigeria pada saat itu, Jenderal Olusegun Obasanjo  terbilang tak harmonis.

Pasalnya, Obasanjo sempat melakukan manuver politis dan berdampak bagi bisnis Kalu.  Obasanjo menutup beberapa usaha Kalu yang sedang berkembang, seperti Slok Air. Maskapai ini dilarang terbang pada Maret 2004.  Izin Hallmark Bank, sebuah bank komersial, di mana Kalu miliki saham hingga sebesar 70% dicabut.  Saat turun dari kursi jabatan Gubernur Abia pada tahun 2007, Kalu mengakui telah kehilangan puluhan juta dolar karena sejumlah ladang bisnisnya ditutup.

Meski mendapat tekanan yang cukup keras, Kalu tak patah semangat.  Dia masih memiliki sejumlah rencana bisnis untuk direalisasikan. Yang terbaru,  Kalu membangun hotel yang diberi nama  "Sun Heaven Hotel and Resort" di Victoria Island, Lagos. Rencananya,  hotel itu akan dirilis pada awal tahun 2016.  Dia juga akan membangun sejumlah hotel di Lekki, Ikoyi, Asokoro, Gudu, Umuahia dan Enugu bekerjasama dengan pengusaha asal Turki,  Elis Seval. rw

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 33 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.