Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 13-V

Fredi Fajar Sugara, Teguh P., Radovan Chaniago

Senin, 16 November 2015 - 22:06 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Batasi Batik Impor Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga ingin belanja batik untuk acara pernikahan salah satu keluarga kami. Karena memerlukan baju batik dalam jumlah banyak, kami memilih untuk belanja ke Pasar Tanah Abang, Jakarta. Selain banyak pilihan, menurut informasi tetangga harga batik di pasar grosir terbesar di Asia Tenggara ini terbilang lebih murah dibanding tempat lain di Jakarta.

Ketika memasuki sebuah toko, seorang pegawai toko menawarkan baju batik berbagai corak dan ukuran. Saya begitu tercengang karena sang pegawai mengatakan hampir semua batik yang ada di toko miliknya adalah batik impor dari China.  Siapapun anak bangsa ini pasti mengerutkan kening. Betapa tidak, ternyata keberadaan batik tulis Indonesia sudah terancam dengan banyaknya batik impor asal China yang masuk ke sini.  

Bayangkan saja,hampir  60% batik yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah batik impor. Hal ini yang membuat terjadi persaingan tidak sehat karena batik impor dijual dengan harga yang sangat murah karena cara pembuatannya pun mudah, yakni dicetak.

Pemerintah mestinya membuat regulasi guna membatasi serta menjaga  batik tulis Indonesia agar bisa bertahan dari serbuan batik cetak China yang begitu dahsyat. Karena dengan harga yang murah meriah, batik-batik China cepat menguasai pasar, apalagi sebagian mereka memakai motif-motif Indonesia. Dari segi kualitas, jelas batik tulis lebih bagus ketimbang batik cetak asal China.

Bagi masyarakat Indonesia, sebaiknya kita lebih mengedepankan kualitas daripada harga. Belilah batik buatan Indonesia, meskipun harganya sedikit mahal,  tapi kualitasnya bagus. Mari kita lestarikan produk batik tulis kebanggaan bangsa dan membendung gempuran batik-batik impor murah tersebut.

Fredi Fajar Sugara

Jln. Cibubur II No. 7 Blok Duku, Cibubur – Ciracas, Jakarta Timur

Menanti Transportasi yang Bersahabat

Kebutuhan akan transportasi yang murah dan nyaman pasti menjadi idaman masyarakat, khususnya kaum hawa di Jakarta. Saya rasa, hal ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat pokok bagi masyarakat.

Selama ini, transportasi di Jakarta kurang bersahabat. Supir angkutan umum di Jakarta selalu ugal-ugalan dalam mengemudi tanpa mempedulikan rasa keamanan bagi penumpangnya. Belum lagi, di dalam angkutan umum, kerap terjadi tindak kejahatan. Penumpang pun selalu masuk berjejal, memenuhi angkutan umum tanpa menyisakan ruang. 

Transportasi Trans Jakarta yang sebelumnya digadang-gadang sebagai primadona angkutan umum dan solusi mengatasi kemacetan, ternyata juga jauh dari nyaman dan aman. Penumpang selalu berjejal, baik saat menunggu di shelter bus hingga masuk ke dalam bus. Selain itu, banyak bus yang terbakar dan kecelakaan serta beberapa kali terjadi tindakan kejahatan. Jangan heran, bila banyak yang beralih menggunakan mobil pribadi. Jalanan pun semakin parah kemacetannya.

Tantangan yang sangat serius bagi pemerintah untuk membuat transportasi yang nyaman, aman dan murah untuk masyarakat di Jakarta khususnya,  harus ditingkatkan dengan kemanan yang baik untuk para pengguna guna mengurangi kemacetan yang semakin hari semakin parah. Semoga MRT yanga tengah dibangun ini menjadi solusi yang sesungguhnya.

Teguh P.

Srengseng Sawah, Meruya, Jakarta Barat

Meminta KPK  Lebih Berani

Sudah banyak pejabat hingga menteri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  termasuk beberapa pengusaha.

 Kita memberi apresiasi kepada keberanian KPK. Tentu ini langkah maju karena publik meyakini korupsi kelas berat justru ada di eksekutif, karena mereka lah kuasa pengguna anggaran.

Masih banyak kasus yang belum ditangani secara memuaskan. BLBI, Century, dan banyak kasus lain membutuhkan keberanian lebih dari KPK. Karena ini menyangkut eksekutif top level yang tentu saja memiliki power yang lebih hebat. Beranikah KPK masuk ke inti utama lingkaran kekuasaan?

Saya sebagai anggota masyarakat tentu ingin KPK lebih berani. KPK harus mengambil tanggung jawab atas ekspektasi publik terhadap lembaga ini. Ada banyak kejahatan korupsi yang tak tersentuh, dan keberanian KPK melakukannya sangat diharapkan. Maju terus KPK.

Radovan Chaniago

Cipondoh, Tangerang

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.