Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Manusia Ide (Otobiografi dan Biografi)

Penerbit: Buku Kompas 2015

Senin, 25 Januari 2016 - 08:58 WIB

buku.kompas.com
buku.kompas.com
A A A

Lahir di Kota Malang, 12 Mei 1929, Mochtar Riady kita kenal sebagai pengusaha Indonesia terkemuka, pendiri dan presiden komisaris dari Lippo Group. Ayah tiga putra dan tiga putri itu juga salah seorang konglomerat Indonesia keturunan Tionghoa yang berhasil membangun Bank Central Asia (BCA) dan Lippo Bank. Tangan dingin Mochtar mampu membuat Lippo Grup bisa bertahan dan terus berkembang hingga generasi berikurtnya. Ekspansi Lippo juga merambah ke properti, eceran, telekomunikasi, hingga ke media massa.

Kejelian Mochtar memang terasa sejak dia kecil, belum bersekolah. Suatu kali saat di dapur dengan neneknya, Mochtar melontarkan sebuah pertanyaan cerdas “Kalau kayu pegunungan habis ditebang orang kampung untuk menanak nasi, lalu dengan bahan bakar apa kita menanak nasi?” (halaman 4 Otobiografi).

Kepekaan terhadap lingkungan itulah yang kemudian seringkali berbuah menjadi ide hebat. Kiprahnya di perbankan sebenarnya diawali dari persepsi positifnya melihat orang berpakaian rapi dan perlente yang keluar-masuk dari sebuah gedung megah, yang ternyata adalah kantor bank. Dari situlah suami Suryawati Lidya itu kemudian bercita-cita menjadi bankir.

Dan, Mochtar pun berjuang luar biasa keras mewujudkan idenya itu. Demikian gigih dan konsisten hingga saat ini dia dikenal sebagai filsuf bisnis jasa keuangan yang kaya solusi untuk mengatasi masalah. Mochtar juga dinilai jeli melihat peluang pasar tidak hanya di Indonesia tapi juga merambah ke Tiongkok dan Amerika Serikat.

Kompetensinya dibarengi dengan kemampuan mengembangkan relasi dengan berbagai kalangan. Tidak heran, dalam bukunya kita akan mendapati tulisan Presiden RI ketiga BJ Habibie, mantan Rektor UI Prof Usman dan Prof Gumilar, politisi Jusuf Wanandi dan Theo Sambuaga, serta beberapa old friends seperti Jacob Oetama, Sukamdani, Ciputra dan Mari Pangestu. Pengakuan internasional terhadap Mochtar juga terlihat dari paper yang dia bawakan di hadapan civitas academica Universitas Harvard pada 1984.

Beberapa Testimoni

“Manusia Ide” sangat pantas disebut sebagai buku yang bermanfaat dan menarik. Di dalamnya kita mendapati kronologi seorang Buyut (Mochtar memiliki lebih dari 40 cicit) dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai (values) keluarga. Sehingga Suryawati Lidya (istri) dan John Riady (cucu) merasakan Mochtar sosok yang sungguh mengutamakan keluarga (family man, halaman 179 Biografi).  James Riady yang kita kenal dengan penerus usaha Lippo sekalipun menegaskan dirinya tidak mau dan tidak akan melebihi pencapaian yang dilakukan ayahnya (“Tidak Berani Mencuri Kemuliaannya” halaman 146 Biografi).

Yang menarik dari buku ini kita juga mendapatkan sebuah ‘pelurusan sejarah’ lewat testimoni Hari Darmawan tentang pengalihan kepemilikan Matahari. “Sama sekali tidak benar bahwa Matahari dicaplok. Justru saya berterima kasih karena diselamatkan.” (halaman 39 Biografi).

Secara umum buku ini pada akhirnya memang menghadirkan kejujuran tentang Mochtar. Bayangkan, Begawan perbankan itu ternyata awalnya kepusingan membaca balance sheet. Karena tidak paham dia meminta tolong temannya yang bekerja di Standard Chartered Bank untuk mengajarinya, tetapi masih saja tidak mengerti.

Ziarah 12 Hari

Dalam kata pengantarnya Mochtar menulis, ia sebenarnya tidak sengaja membuat buku ini. Pada 2014, saat berziarah 12 hari ke Timur Tengah bersama kawannya Pendeta Yu Jie Ling,  Mochtar seringkali dipancing oleh kawannya itu untuk menceritakan masa lalunya. Rupanya, diam-diam pendeta Yu Jie Ling mencatat kata demi kata yang keluar. Sepulang ziarah, Mochtar kaget mendapat kiriman catatan yang diberi judul 'Uraian Lisan Saudara Mochtar Riady' yang kemudian lahir menjadi buku ini.

Buku yang dipecah menjadi lima babak ini –tiap babak bercerita tentang periode 20 tahun perjalanan hidup— rasanya perlu dibaca oleh para eksekutif maupun kaum muda yang berminat menggeluti bisnis. Selain berisi sisi lain sejarah Republik Indonesia, Mochtar juga memberi pelajaran hidup tentang ketekunan, kesederhanaan, dan mewujudkan cita-cita.

Dijelaskan, meski sangat kaya, Mochtar bukan sosok yang suka tidur di hotel berbintang mewah saat berkunjung ke luar negeri. Mochtar memilih tinggal di apartemen milik cucunya yang sempit dan berantakan. Kisah-kisah bagaimana sederhananya Mochtar terungkap dari pengakuan anak, besan, menantu, cucunya, dan tentu saja istrinya.

Irwan Soerawisastra

(Pendiri Sane Indonesia Foundation dan Pemerhati Buku)

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.