Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 21-V

Agustono, Aprilia H, Surojo

Senin, 25 Januari 2016 - 09:37 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Rindu Jadi Eksportir Gula

Saya bangga ketika membaca sebuah artikel bahwa kita pernah jadi eksportir gula terbesar di dunia. Katanya, itu terjadi di era tahun 1930-an.

Sayangnya, kondisi seperti itu hanya tinggal kenangan. Kini, Indonesia justru sudah menjadi negara importir gula. Bahkan, produksi gula nasional untuk sekedar memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sudah tak mencukupi.

Faktor alam seperti kekeringan yang disebabkan oleh El Nino, selalu dituding jadi penyebab kita gagal memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kekeringan telah menyebabkan turunnya kualitas tebu yang merupakan bahan baku utama gula.

Namun ketika saya coba cari data lain, ternyata masih ada faktor lain yang menyebabkan kita gagal ber-swasembada gula.  Yakni semakin menurunnya luas lahan pertanian yang dipergunakan menanam tebu. Rendahnya harga gula di sepanjang tahun 2013 dan 2014, telah menyebabkan banyak petani enggan menanam tebu.

Hal yang selanjutnya membuat miris, kebijakan pemerintah mengimpor gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ternyata pernah dijadikan bancakan bagi mafia gula. Ada pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi melalui impor tersebut.

Kini, Presiden Jokowi harus punya sikap tegas untuk mengembalikan kejayaan Indonesia dalam hal produksi gula. Jika presiden mau dan punya ketetapan hati, rasanya swasembada gula, dan bahkan predikat jadi eksportir gula, bisa kembali kita pegang. Semoga.

Agustono

Perumahan Griya Kencana, Ciputat, Tangerang

Selamatkan Petani Karet

Jumlah petani karet di negeri ini mencapai 2,1 juta jiwa. Mereka kini kabarnya sedang terpuruk akibat rendahnya harga karet. Harga di tingkat petani hanya Rp 5.000/kg, sementara biaya produksi sekitar Rp 12.000/kg. Para petani pun tekor sekitar Rp 7.000/kg.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan. . Berdasarkan data resmi, sejak empat tahun terakhir,  harga karet alam jatuh hingga 75%. Maka wajar jika kemudian banyak perkebunan karet milik rakyat yang telantar tak terawat.

Pemerintah sudah sejak lama mengetahui hal ini. Sayangnya, belum bisa memberi solusi agar petani selamat dari keterpurukan yang sedang dialaminya. Janji pemerintah untuk mendorong konsumsi karet di pasar domestik, ternyata baru sekedar pemanis mulut.

Sebanyak 2,1 juta petani karet dan keluarganya sedang menunggu kebijakan pemerintah yang bisa menyelamatkan mereka. Sudah terlalu lama mereka terpuruk karena harga yang tak kunjung membaik.

Aprilia H

Pancoran Mas, Depok

Pemerintah, Bijaklah Tangani Freeport

Mengurus Freeport sepertinya memang tak mudah. Sekian presiden berganti, Freeport seolah terlalu digdaya dan selalu bisa menaklukkan pemerintah. Buktinya, bisnis mereka tetap aman meski telah mengeruk kekayaan bumi Papua sejak 1967 silam.

Kini, Freeport sedang terpuruk. Perusahaan induk di Amerika Serikat, Freeport-McMoran, sedang dalam posisi sulit secara keuangan.  Kondisi itu, pastilah berdampak pada PT Freeport Indonesia.

Maka wajar, jika kini mereka menawarkan 10,67% saham divestasi kepada pemerintah Indonesia dengan harga yang luar biasa. Mencapai sekitar Rp 23 triliun. Tentu, duit hasil penjualan itu diharapkan mampu menyelamatkan perusahaan yang sedang goyang.

Pemerintah Indonesia harus jeli dan bijaksana.  Harus pandai dan akurat dalam menentukan harga yang layak. Jangan mentah-mentah menerima harga yang ditawarkan. Jadikan kondisi keuangan Freeport yang amburadul sebagai daya tawar.

Bahkan ke depan, jika Presiden Jokowi berani, putus saja kontrak karya Freeport yang bakal habis tahun 2021. Tak usah lagi diperpanjang hingga 2041. Rasanya, bangsa kita sudah memiliki banyak SDM yang mumpuni dan mampu menangani dan melanjutkan pengolahan tambang di Grasberg, Papua. Kekayaan Papua benar-benar bisa dimanfaatkan maksimal buat rakyat Papua dan bangsa ini. Pertanyaan kuncinya, beranikah Presiden Jokowi bersikap tegas melawan AS? Wallahu alam bi showab.

Surojo

Taman Griya Kencana, Tanah Sareal, Kota Bogor

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 38 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.