Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 22-V

Taufan, H. Soleh, Toni

Kamis, 04 Februari 2016 - 09:55 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Mengapa Memusuhi PKL?

Sampai hari ini, jujur, saya sangat tidak memahami sikap Pemerintah Provinsi DKI yang sangat memusuhi eksistensi pedagang kaki lima (PKL). Dari sekitar lima program utama institusi ini, program tertib PKL termasuk salah satu di antaranya.

Wujud dari program tertib kaki lima ini sungguh mengerikan. Melalui aparat Satpol PP, para PKL ini benar-benar dikuras habis modalnya. Modusnya dengan cara dibiarkan berdagang di tempat-tempat terlarang, kemudian dirampas seluruh barang dagangan, termasuk gerobak dan perlengkapan jualan lainnya.

Modus ini sangat nyata dilakukan Pemprov DKI di lingkungan  Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Petugas  sebenarnya bisa bertindak preventif dengan mencegah orang berdagang secara liar di kawasan ini. Namun, hal itu tidak dilakukan.

Pedagang itu justru dibiarkan bebas berjualan. Setelah beberapa hari, barulah petugas beraksi melakukan razia. Ini seperti permainan menguras modal PKL. 

Jika mereka membeli lagi gerobak baru dan berdagang lagi, petugas satpol PP akan terus menangkapnya. Terus dan terus, mungkin sampai modal mereka ludes.

Taufan

Pondok Indah -  Jakarta Selatan

Langkah Jitu Menteri Susi

Langkah pucuk pimpinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, kembali menarik perhatian masyarakat. Setelah membuat heboh dengan langkah penenggelaman kapal-kapal asing pencuri ikan, kini dia mencanangkan proyek bagi-bagi kapal gratis kepada ribuan koperasi nelayan yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Menurut rencana, pada 2016 saja akan dibangun sebanyak 4.000 unit kapal ikan dengan bobot antara 10 gross ton hingga 30 gross ton. Kapal jenis ini akan sangat efektif bila dipakai untuk mencari ikan yang tidak terlalu jauh ke tengah samudra. Dengan begitu, biaya produksi untuk penangkapan ikan tidak akan terlalu besar bagi para nelayan.

Program pembangunan kapal nelayan ini juga ibarat angin segar bagi industri galangan kapal yang tersebar di seluruh Tanah Air. Industri pembangunan kapal akan semakin bergairah karena mendapatkan pasokan dana segar dari proyek yang dikembangkan oleh KKP. 

Langkah Menteri Susi ini benar-benar sesuai ungkapan ‘sekali mendayung dua-tiga pulau terlewati’. Nelayan mendapatkan kapal gratis untuk mencari nafkah. Pada saat bersamaan, industri kapal ikan juga mendapatkan angin segar.

H. Soleh

Depok

Kasus Kopi Beracun

Merebaknya kasus pembunuhan dengan modus peracunan di kafe kopi memiliki implikasi yang cukup mencemaskan bagi kalangan pelaku bisnis kedai kopi.

Bayangkan saja, di saat orang-orang tengah bersantai menikmati sajian kopi kesukaan mereka, mendadak ada yang keracunan dan langsung menyebut kopi yang dipesan sebagai penyebabnya.

Bagaimanapun, kejadian kematian seperti itu, sangat memukul imej kafe kopi. Kemungkinan besar ada nada keragu-raguan di benak sementara orang untuk membeli kopi di kedai kedai langganan mereka.  

Sikap seperti itu bisa disebut sebagai trauma kolektif.  Setidaknya mereka harus menunggu sampai perasaan trauma atas kejadian mengerikan itu hilang dari ingatan.

Tentunya, situasi akan kembali pulih jika polisi bekerja cepat menuntaskan kasus peracunan di kedai  kopi ini. Dengan terungkapnya kasus ini, publik akan kembali yakin bahwa terjadinya keracunan bukan akibat kesalahan pengelola kedai kopi, melainkan akibat dari tindak pidana pembunuhan berencana.

Toni

Kelapa Gading - Jakarta Utara

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.