Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Si 'Raja Bisnis Multimedia'

Latihono Sujantyo

Senin, 08 Februari 2016 - 13:28 WIB

Dok. Review
Dok. Review
A A A

Kunci sukses Hary Tanoesoedibjo, antara lain lantaran ia punya akses modal yang tersebar di berbagai negara.

Siapa sih Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo? Kalau dulu orang bertanya seperti ini, rasanya memang pantas. Tapi sekarang? Rasanya keterlaluan. Sebab, pria yang baru berusia 49 tahun ini adalah raja bisnis multimedia di Indonesia. Jaringan bisnis medianya tersebar, mulai dari televisi, televisi berbayar, radio, koran, majalah, situs online, sampai rumah produksi.

Pria kelahiran Surabaya, 26 September 1965, yang akrab disapa Hary Tanoe atau HT ini, adalah jebolan Carlton University, Kanada. Di negeri ini ia sering bermain saham di Bursa Toronto, lalu mengenal sejumlah investor kakap dunia.

Lulus dengan meraih gelar Master of Business Administration dari Carlton University, ia pulang ke Surabaya. Di kota kelahirannya ini, Hary mendirikan perusahaan sekuritas PT Bhakti Investama, dengan modal awal hanya Rp 200 juta, pinjaman dari sang ayah.

Tak berselang lama, ia mengadu peruntungan di Jakarta. Ia masukkan PT Bhakti Investama ke lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ). “Tahun 1997, usaha saya go public. Lalu pada 1998 terjadi krisis. Tapi saya manfaatkan momentum itu karena saya memiliki keyakinan Indonesia akan besar,” kata Hary beberapa tahun lalu.

Jakarta ternyata membawa hoki bagi Hary. Perusahaannya mulai terlibat dalam kegiatan investment banking, merger, dan akuisisi. Beberapa perusahaan bermasalah dia akuisisi, lalu diperbaiki, dan dijual. Konon, ia jarang menggunakan dana sendiri dalam aksi akuisisi. Caranya, ia mencari dana dari publik, dengan menawarkan saham atau melalui konsrosium.

Lihat saja, dalam peralihan saham berpengaruh PT Bimantara Citra Tbk, awal tahun 2000. Saat masuk ke Bimantara, 2002, ia tidak membentuk konsorsium dan tidak melakukan pinjaman modal. Modalnya justru dari keuntungan kegiatan investment banking Bhakti Investama.

Sejak mengambil-alih Bimantara, ia sudah berangan-angan ingin menjadi kampiun di bisnis media. Angan-angan itu ternyata bukan berupa khayalan. Tak sampai lima tahun, ia berhasil menguasai tiga stasiun televisi, yakni RCTI, TPI, dan Global TV. Saham MNC sendiri 99% awalnya dimiliki oleh Bimantara, grup usaha yang dulunya digenggam Bambang Trihatmodjo, putera mendiang Soeharto.

Sejak memiliki Bimantara, Hary kian agresif di bidang media. Kini, ia memiliki puluhan media, baik elektronik maupun cetak. Tak hanya itu. Hary juga mendirikan rumah produksi, perusahaan rekaman,  sampai agen periklanan.  Tak heran kalau banyak orang menyebutnya sebagai ‘Raja Multimedia’.

Banyak orang mengakui, kunci sukses Hary terletak pada kemampuannya menata kembali perusahaan yang sudah kusut alias bermasalah. Lihat saja ketika ia membenahi Bimantara yang terbelit utang.

Namun, tak sedikit yang menduga, awal keberhasilan Hary lantaran ia punya akses modal yang tersebar di berbagai negara. Ia juga diisukan sempat mengundang fund manager George Soros untuk ambil bagian 14,5% saham Bhakti Investama. Soros, pemilik Quantum Fund, adalah orang yang sampai sekarang dituding sebagai tokoh di balik krisis moneter di Indonesia tahun 1998.

Tag

  1. laput23v

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…