Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 26-V

Dadan, Desi Dan Rastim

Senin, 29 Februari 2016 - 09:35 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Sesalkan Izin Ekspor Freeport

Saya kecewa dengan keputusan Kementerian ESDM yang kembali memberi rekomendasi untuk keluarnya izin konsentrat buat PT Freeport Indonesia. Apalagi, pemberian izin diberikan hanya berselang tak sampai dua minggu setelah sebelumnya memutuskan tak memberi izin.

Awalnya saya salut dengan pernyataan Kementerian ESDM yang tak memberi rekomendasi izin jika PT Freeport Indonesia tak membayar uang jaminan US$ 530 juta sebagai bukti kesungguhan untuk membangun smelter di Tanah Air. “Wah, hebat nih, beraani melawan perusahaan asal AS,” pikir saya.

Tapi tak sampai dua minggu kemudian, saya lemas sekaligus jengkel, begitu mengetahui ternyata Kementerian ESDM mengeluarkan rekomendasi izin ekspor konsentrat. Apalagi ternyata, PT Freeport Indonesia juga tetap tidak membayar uang jaminan US$ 530 juta.

Jadi apa alasannya? Katanya sih, Freeport mau menaikkan royalti dari ekspor tersebut. Duh, cemen amat. Saya gak jadi bangga, tapi malah berpikir negatif. Begitu kuatkah lobi dan dollar Freeport untuk menggelontor para pejabat di negeri ini? Entahlah. Mungkin sudah jadi takdir kalau pejabat di negeri ini memang tak ada yang layak untuk membela kepentingan rakyatnya.

Dadan

Parung, Bogor

Bantulah Petani Karet

Petani karet sedang sekarat. Sebanyak 2,1 juta petani karet plus keluarganya, pada saat ini sedang kelimpungan. Harga karet sadapan mereka jatuh hingga Rp 5.000 per kg. Padahal untuk sekedar menutup biaya produksi, harusnya harganya Rp 12.000 per kg.

Hal yang membuat miris, jatuhnya harga karet hingga Rp 5.000 sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Selama dan separah itukah beban yang harus ditanggung para petani karet?

Herannya, kenapa pemerintah tak bisa menemukan solusi untuk mengangkat harga karet yang jeblok ini? Mengapa harus terpuruk hingga tiga tahun, padahal karet merupakan komoditi andalan ekspor Indonesia.

Tak adakah orang pintar di negeri ini yang bisa mencarikan jalan keluar buat menaikkan harga karet? Pemerintah sendiri seolah hanya sanggup berwacana bakal mendorong penyerapan karet di dalam negeri melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur. Berwacana selama tiga tahun, agaknya hanya bia dilakukan oleh mereka yang tak mumpuni. Salam.

Desi

Cililitan, Jaktim

Segera Rapikan Batam

Sebanyak 30% investor asing di Batam dikabarkan bakal hengkang dari Kawasan  Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas tersebut. Kabar itu tentu bukan kabar baik. Saya membayangkan bakal banyak buruh yang di-PHK sebagai akibatnya.

Oleh sebab itu, saya berharap pemerintah segera mencarikan jalan keluar agar para investor itu tak hengkang. Katanya penyebab hengkang adalah buruknya iklim investasi. Khususnya, buruknya masalah perizinan dan birokrasi. Rupanya telah terjadi tumpang tindih kewenangan antara Badan Pengelola (BP) Batam dengan pemerintah daerah setempat.

Persoalan tumpang tindih kewenangan seperti itu, tentu terasa menggelikan di tengah upaya pemerintah pusat menggenjot masuknya investor asing. Karenanya, pemerintah pusat harus segera menyelesaikan persoalan tersebut. Jangan sampai hengkangnya investor di Batam menodai iklim investasi di negeri ini.

Rastim

Citayam, Bogor 

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.