Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Sang Penemu Layanan 4G LTE

Sri Wulandari

Senin, 14 Maret 2016 - 18:02 WIB

Riset
Riset
A A A

Sempat ditertawakan, temuannya yang diilhami dari tokoh Dragon Ball Z itu kini dimanfaatkan oleh seluruh dunia.

Saat ini operator telepon selular di Tanah Air tengah berlomba menawarkan  layanan 4G LTE (Fourth Generation Long Term Evolution). Mereka saling klaim sebagai penyedia 4G LTE tercepat, terluas, dan termurah. Bahkan di penghujung 2015 merupakan titik terpanas persaingan bagi operator dalam menyediakan layanan 4G, ditandai dengan rampungnya pembangunan infrastruktur untuk akses internet kecepatan tinggi itu. 
Beberapa kota di Indonesia saat ini sudah bisa menikmati layanan 4G LTE yang telah disediakan oleh setiap operator seluler. Sementara di negara-negara maju, teknologi sudah dicicipi sejak lama, 
Tapi tahukah Anda, siapa yang menciptakan 4G LTE? Tak banyak yang tahu bahwa pencipta 4G LTE yang diklaim sebagai akses internet berkecepatan tinggi itu adalah putra asli Indonesia, kelahiran kota Kediri, 22 Agustus 1978. Dialah Prof Dr Khoirul Anwar yang lahir dari pasangan Sudjiarto dan Siti Patmi.
Tak hanya dikenal sebagai penemu, Khoirul juga menjadi pemilik hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.
Sebagaimana dikutip Advanced Institute of Science and Technology (JAIST),  Selasa (8/3), teknologi yang dikembangkan Khoirul berasal dari disertasi doktoralnya yang berjudul  Peak Power Reduction for Multicarrier Systems in Satellite and Radio Communications. Dia menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah Fast Fourirer Transform (FFT), yaitu FFT kecil dan FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) di California, AS dan menjadi standard International Telecommunication Union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.
Disertasinya ini berangkat dari pemikiran masalah power atau catu daya pada Wi-Fi yang kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat,  namun kemudian melemah. Khoirul pun  menggunakan algoritma FFT berpasangan untuk memberikan solusi. FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Khoirul  memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.
Asal tahu saja, saat mencetuskan idenya ini,  Khoirul dianggap gila, ditertawakan, bahkan dicemooh. Idenya dianggap tak masuk akal. Presentasinya dianggap tak berguna. 
Tak putus asa, Khoirul ke Australia untuk memperkenalkan temuannya. Di Negeri Kanguru ini, temuannya dianggap angin lalu. Lalu da terbang ke  Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan di sana. 
Nah, di negeri Obama ini, temuan Khoirul disambut  luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Pada 2008, temuan Khoirul ini dijadikan  standar telekomunikasi oleh ITU, sebuah organisasi internasional yang berbasis di Jenewa, Swiss.  Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.
INGIN PULANG
Cerita Khoirul, orangtuanya hanyalah buruh tani di kampung mereka, di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Tapi kedua orangtuanya sangat mengedepan pendidikan. Khoirul kecil pun sepulang sekolah selalu membantu orangtuanya di sawah. Karena gemar membaca buku, sejak kecil Khoirul sudah kenal  sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Jangan heran, bila Khoirul pun bercita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.
Impiannya nyaris musnah saat ayahnya meninggal dunia. Beruntung ibunya tak mematahkan impian sang anak dan menyuruhnya tetap sekolah hingga perguruan tinggi. “Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” begitu kata sang ibu.
Selepas SMA 2 Kediri, Khoirul diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. 
Kemudian, dia mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo. Sayang, Khoirul tidak lolos seleksi universitas tersebut.  Karena tak ingin dipulangkan, dia beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima. Khoirul mendapat gelar Doktor dari Graduate School of Information Science dari universitas yang sama pada 2008.
Saat dirinya terdesak karena harus mengajukan sebuah tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul terilhami tokoh Dragon Ball Z. Dia mendapatkan inspirasi ketika Son Goku, tokoh utama Dragon Ball Z melayangkan jurus genkidama atau bola energi. Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa dan konsep itulah yang dipakai dalam teknologi 4G.
Kini Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Dia bekerja sehari-hari ini di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) sebagai asisten  profesor. “Suatu saat nanti, saya akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 38 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 1 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.