Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Sang Penemu Layanan 4G LTE

Sri Wulandari

Senin, 14 Maret 2016 - 18:02 WIB

Riset
Riset
A A A

Sempat ditertawakan, temuannya yang diilhami dari tokoh Dragon Ball Z itu kini dimanfaatkan oleh seluruh dunia.

Saat ini operator telepon selular di Tanah Air tengah berlomba menawarkan  layanan 4G LTE (Fourth Generation Long Term Evolution). Mereka saling klaim sebagai penyedia 4G LTE tercepat, terluas, dan termurah. Bahkan di penghujung 2015 merupakan titik terpanas persaingan bagi operator dalam menyediakan layanan 4G, ditandai dengan rampungnya pembangunan infrastruktur untuk akses internet kecepatan tinggi itu. 
Beberapa kota di Indonesia saat ini sudah bisa menikmati layanan 4G LTE yang telah disediakan oleh setiap operator seluler. Sementara di negara-negara maju, teknologi sudah dicicipi sejak lama, 
Tapi tahukah Anda, siapa yang menciptakan 4G LTE? Tak banyak yang tahu bahwa pencipta 4G LTE yang diklaim sebagai akses internet berkecepatan tinggi itu adalah putra asli Indonesia, kelahiran kota Kediri, 22 Agustus 1978. Dialah Prof Dr Khoirul Anwar yang lahir dari pasangan Sudjiarto dan Siti Patmi.
Tak hanya dikenal sebagai penemu, Khoirul juga menjadi pemilik hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.
Sebagaimana dikutip Advanced Institute of Science and Technology (JAIST),  Selasa (8/3), teknologi yang dikembangkan Khoirul berasal dari disertasi doktoralnya yang berjudul  Peak Power Reduction for Multicarrier Systems in Satellite and Radio Communications. Dia menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah Fast Fourirer Transform (FFT), yaitu FFT kecil dan FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) di California, AS dan menjadi standard International Telecommunication Union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.
Disertasinya ini berangkat dari pemikiran masalah power atau catu daya pada Wi-Fi yang kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat,  namun kemudian melemah. Khoirul pun  menggunakan algoritma FFT berpasangan untuk memberikan solusi. FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Khoirul  memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.
Asal tahu saja, saat mencetuskan idenya ini,  Khoirul dianggap gila, ditertawakan, bahkan dicemooh. Idenya dianggap tak masuk akal. Presentasinya dianggap tak berguna. 
Tak putus asa, Khoirul ke Australia untuk memperkenalkan temuannya. Di Negeri Kanguru ini, temuannya dianggap angin lalu. Lalu da terbang ke  Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan di sana. 
Nah, di negeri Obama ini, temuan Khoirul disambut  luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Pada 2008, temuan Khoirul ini dijadikan  standar telekomunikasi oleh ITU, sebuah organisasi internasional yang berbasis di Jenewa, Swiss.  Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.
INGIN PULANG
Cerita Khoirul, orangtuanya hanyalah buruh tani di kampung mereka, di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Tapi kedua orangtuanya sangat mengedepan pendidikan. Khoirul kecil pun sepulang sekolah selalu membantu orangtuanya di sawah. Karena gemar membaca buku, sejak kecil Khoirul sudah kenal  sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Jangan heran, bila Khoirul pun bercita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.
Impiannya nyaris musnah saat ayahnya meninggal dunia. Beruntung ibunya tak mematahkan impian sang anak dan menyuruhnya tetap sekolah hingga perguruan tinggi. “Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” begitu kata sang ibu.
Selepas SMA 2 Kediri, Khoirul diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. 
Kemudian, dia mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo. Sayang, Khoirul tidak lolos seleksi universitas tersebut.  Karena tak ingin dipulangkan, dia beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima. Khoirul mendapat gelar Doktor dari Graduate School of Information Science dari universitas yang sama pada 2008.
Saat dirinya terdesak karena harus mengajukan sebuah tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul terilhami tokoh Dragon Ball Z. Dia mendapatkan inspirasi ketika Son Goku, tokoh utama Dragon Ball Z melayangkan jurus genkidama atau bola energi. Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa dan konsep itulah yang dipakai dalam teknologi 4G.
Kini Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Dia bekerja sehari-hari ini di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) sebagai asisten  profesor. “Suatu saat nanti, saya akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…