Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Sang Penemu Layanan 4G LTE

Sri Wulandari

Senin, 14 Maret 2016 - 18:02 WIB

Riset
Riset
A A A

Sempat ditertawakan, temuannya yang diilhami dari tokoh Dragon Ball Z itu kini dimanfaatkan oleh seluruh dunia.

Saat ini operator telepon selular di Tanah Air tengah berlomba menawarkan  layanan 4G LTE (Fourth Generation Long Term Evolution). Mereka saling klaim sebagai penyedia 4G LTE tercepat, terluas, dan termurah. Bahkan di penghujung 2015 merupakan titik terpanas persaingan bagi operator dalam menyediakan layanan 4G, ditandai dengan rampungnya pembangunan infrastruktur untuk akses internet kecepatan tinggi itu. 
Beberapa kota di Indonesia saat ini sudah bisa menikmati layanan 4G LTE yang telah disediakan oleh setiap operator seluler. Sementara di negara-negara maju, teknologi sudah dicicipi sejak lama, 
Tapi tahukah Anda, siapa yang menciptakan 4G LTE? Tak banyak yang tahu bahwa pencipta 4G LTE yang diklaim sebagai akses internet berkecepatan tinggi itu adalah putra asli Indonesia, kelahiran kota Kediri, 22 Agustus 1978. Dialah Prof Dr Khoirul Anwar yang lahir dari pasangan Sudjiarto dan Siti Patmi.
Tak hanya dikenal sebagai penemu, Khoirul juga menjadi pemilik hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.
Sebagaimana dikutip Advanced Institute of Science and Technology (JAIST),  Selasa (8/3), teknologi yang dikembangkan Khoirul berasal dari disertasi doktoralnya yang berjudul  Peak Power Reduction for Multicarrier Systems in Satellite and Radio Communications. Dia menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah Fast Fourirer Transform (FFT), yaitu FFT kecil dan FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) di California, AS dan menjadi standard International Telecommunication Union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.
Disertasinya ini berangkat dari pemikiran masalah power atau catu daya pada Wi-Fi yang kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat,  namun kemudian melemah. Khoirul pun  menggunakan algoritma FFT berpasangan untuk memberikan solusi. FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Khoirul  memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.
Asal tahu saja, saat mencetuskan idenya ini,  Khoirul dianggap gila, ditertawakan, bahkan dicemooh. Idenya dianggap tak masuk akal. Presentasinya dianggap tak berguna. 
Tak putus asa, Khoirul ke Australia untuk memperkenalkan temuannya. Di Negeri Kanguru ini, temuannya dianggap angin lalu. Lalu da terbang ke  Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan di sana. 
Nah, di negeri Obama ini, temuan Khoirul disambut  luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Pada 2008, temuan Khoirul ini dijadikan  standar telekomunikasi oleh ITU, sebuah organisasi internasional yang berbasis di Jenewa, Swiss.  Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.
INGIN PULANG
Cerita Khoirul, orangtuanya hanyalah buruh tani di kampung mereka, di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Tapi kedua orangtuanya sangat mengedepan pendidikan. Khoirul kecil pun sepulang sekolah selalu membantu orangtuanya di sawah. Karena gemar membaca buku, sejak kecil Khoirul sudah kenal  sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Jangan heran, bila Khoirul pun bercita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.
Impiannya nyaris musnah saat ayahnya meninggal dunia. Beruntung ibunya tak mematahkan impian sang anak dan menyuruhnya tetap sekolah hingga perguruan tinggi. “Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” begitu kata sang ibu.
Selepas SMA 2 Kediri, Khoirul diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. 
Kemudian, dia mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo. Sayang, Khoirul tidak lolos seleksi universitas tersebut.  Karena tak ingin dipulangkan, dia beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima. Khoirul mendapat gelar Doktor dari Graduate School of Information Science dari universitas yang sama pada 2008.
Saat dirinya terdesak karena harus mengajukan sebuah tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul terilhami tokoh Dragon Ball Z. Dia mendapatkan inspirasi ketika Son Goku, tokoh utama Dragon Ball Z melayangkan jurus genkidama atau bola energi. Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa dan konsep itulah yang dipakai dalam teknologi 4G.
Kini Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Dia bekerja sehari-hari ini di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) sebagai asisten  profesor. “Suatu saat nanti, saya akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.