Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Robert Cattanach DITANTANG NOKIA

Sri Wulandari

Senin, 07 Maret 2016 - 21:00 WIB

Riset
Riset
A A A

Robert Cattanach ditantang untuk meningkatkan penjualan Nokia di Indonesia. Ia memang punya pengalaman lebih 30 tahun  di bidang penjualan, pemasaran dan telekomunikasi. 

Ada wajah baru di tubuh Nokia Indonesia. Dia adalah Robert Cattanach yang ditunjuk sebagai Presiden Direktur Nokia Indonesia yang baru. 
Penunjukkan ini sebagai bagian dari konsolidasi yang direncanakan oleh Nokia dan Alcatel-Lucent, setelah Nokia mengakusisi lebih dari 50% saham Alcatel-Lucent pada 15 April 2015 dengan nilai sekitar US$ 16,6 miliar atau sekitar Rp 213 triliun. 
Penggabungan ini membuat dua perusahaan tersebut akhirnya menjadi perusahaan infrastruktur telekomunikasi  terbesar kedua secara global di belakang Ericsson asal Swedia.
Bukan tanpa sebab bila Nokia mempercayakan tongkat komando Nokia Indonesia kepada Cattanach. Pria asal Australia ini punya pengalaman lebih 30 tahun di bidang penjualan, pemasaran dan telekomunikasi. Spesialisasinya di bidang pemasaran perusahaan kelas dunia dan pengembangan korporat.
Ia berkarier di Nokia selama lebih dari delapan tahun. Selama berkarya di Nokia, Cattanach ditempatkan di Selandia Baru, Jerman, dan Vietnam dalam posisi manajemen senior sebelum memangku jabatan terbarunya di Indonesia. Di Vietnam, Cattanach menetap di Hanoi sejak 2013 dan dipercaya sebagai Direktur Umum (CEO) Nokia Vietnam dan Indochina.
Sebelum bergabung dengan Nokia, Cattanach memimpin tim account management Alcatel Telestra dalam kapasitas sebagai Executive General Manager. Pada tahun 2005,  Cattanach sukses meloloskan proyek senilai US$ 3,5 miliar dengan operator Telsra Australia dan pada saat itu menjadi aksi perusahaan terbesar  dalam sejarah Alcatel di seluruh dunia. “Ini suatu kehormatan bagi saya, saat  ditunjuk untuk menjadi bagian dalam penggabungan Nokia dan Alcatel-Lucen. Bagi saya pribadi ini adalah tantangan,” ujar Cattanach di Jakarta. 
HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN 
Dengan jabatan barunya ini, Cattanach akan mengelola dan mengawasi operasional pelanggan perusahaan yang ada di Indonesia, menerapkan beberapa strategi bisnis dan meningkatkan hubungan bisnis perusahaan tersebut dengan pelanggan, yang fokus pada inovasi dan kualitas. Secara struktur perusahaan, Cattanach akan melapor kepada Paul Tyler, Head of Asia Pacific dan Japan Nokia.
“Cattanach memiliki track record yang baik dan pengalaman yang luas dalam mendorong solusi pelanggan yang terbaik di kelasnya di Indonesia. Saya menantikan untuk bekerja sama dengan beliau karena kami ingin terus berusaha mendorong momentum bisnis di unit pasar tersebut. Karenanya kami sangat senang dengan penunjukkan dirinya,” kata Paul Tyler, Head of Asia Pacific dan Japan Nokia.
Cattacach sendiri mengakui, meleburnya Nokia dan Alcatel telah memberikan ambisi baru bagi Nokia untuk menguasai industri perangkat telekomunikasi Tanah Air. Ambisi itu bisa dilihat dari sektor penyedia jaringan mobile 4G. Di sektor tersebut, Nokia menduduki peringkat pertama dengan market share atau pangsa pasar sebanyak 29%. “Kami juga menduduki peringkat pertama di sektor fixed broadband dengan market share sebanyak 35%,” kata dia.
Dia bilang, baik Nokia dan Alcatel memiliki pangsa pasar yang tinggi ketimbang kompetitornya, Ericsson atau Huawei. Nokia akan tetap fokus membesarkan bisnisnya. Sejauh ini Alcatel-Lucent dominan di ranah fixed broadband dan klien berasal dari perbankan, pemerintah dan enterprise. Sementara Nokia menyediakan solusi infrastruktur untuk operator mobile.
Perusahaan gabungan Nokia dan Alcatel Lucent ini, menurut Cattanach, juga telah siap dengan berbagai teknologi komunikasi penerus 4G.  Nokia yang menjadi market leader untuk penerapan teknologi LTE ini, bahkan tidak hanya siap untuk menyajikan teknologi jaringan mobile saja, tetapi juga sudah siap dengan teknologi dan layanan IP Connected untuk masyarakat seluruh dunia.
Dengan teknologi 5G, gabungan dua perusahaan besar ini akan membuat konektivitas tanpa batas bagi setiap orang dimanapun mereka berada. Perusahaan akan menyesuaikan dengan teknologi-teknologi komunikasi generasi terbaru, termasuk untuk teknologi cloud dan Internet of Things. Nokia, dengan dukungan finansial yang kuat, sumber daya, dan kemampuannya, memiliki ambisi memimpin industri. Sekitar 106 ribu karyawan Nokia melayani operator dalam telekomunikasi, penyedia layanan, dan perusahaan, serta pemerintah dan warga negara di seluruh dunia. 
Seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/3/), Head of Marketing & Communication PT Nokia Solution and Networks Indonesia, Niko Steffanus Sutikno, mengatakan  dari sisi pengguna, akuisisi yang diumumkan pada 15 April 2015 tersebut juga membuat nilai yang didapatkan pelanggan menjadi lebih tinggi. Portofolio Nokia kepada pelanggan menjadi jadi lebih lengkap. Selain mobile network, pelanggan juga mendapatkan application analytic, IP untuk telko operator dan fixed network. 

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 38 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.