Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Robert Cattanach DITANTANG NOKIA

Sri Wulandari

Senin, 07 Maret 2016 - 21:00 WIB

Riset
Riset
A A A

Robert Cattanach ditantang untuk meningkatkan penjualan Nokia di Indonesia. Ia memang punya pengalaman lebih 30 tahun  di bidang penjualan, pemasaran dan telekomunikasi. 

Ada wajah baru di tubuh Nokia Indonesia. Dia adalah Robert Cattanach yang ditunjuk sebagai Presiden Direktur Nokia Indonesia yang baru. 
Penunjukkan ini sebagai bagian dari konsolidasi yang direncanakan oleh Nokia dan Alcatel-Lucent, setelah Nokia mengakusisi lebih dari 50% saham Alcatel-Lucent pada 15 April 2015 dengan nilai sekitar US$ 16,6 miliar atau sekitar Rp 213 triliun. 
Penggabungan ini membuat dua perusahaan tersebut akhirnya menjadi perusahaan infrastruktur telekomunikasi  terbesar kedua secara global di belakang Ericsson asal Swedia.
Bukan tanpa sebab bila Nokia mempercayakan tongkat komando Nokia Indonesia kepada Cattanach. Pria asal Australia ini punya pengalaman lebih 30 tahun di bidang penjualan, pemasaran dan telekomunikasi. Spesialisasinya di bidang pemasaran perusahaan kelas dunia dan pengembangan korporat.
Ia berkarier di Nokia selama lebih dari delapan tahun. Selama berkarya di Nokia, Cattanach ditempatkan di Selandia Baru, Jerman, dan Vietnam dalam posisi manajemen senior sebelum memangku jabatan terbarunya di Indonesia. Di Vietnam, Cattanach menetap di Hanoi sejak 2013 dan dipercaya sebagai Direktur Umum (CEO) Nokia Vietnam dan Indochina.
Sebelum bergabung dengan Nokia, Cattanach memimpin tim account management Alcatel Telestra dalam kapasitas sebagai Executive General Manager. Pada tahun 2005,  Cattanach sukses meloloskan proyek senilai US$ 3,5 miliar dengan operator Telsra Australia dan pada saat itu menjadi aksi perusahaan terbesar  dalam sejarah Alcatel di seluruh dunia. “Ini suatu kehormatan bagi saya, saat  ditunjuk untuk menjadi bagian dalam penggabungan Nokia dan Alcatel-Lucen. Bagi saya pribadi ini adalah tantangan,” ujar Cattanach di Jakarta. 
HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN 
Dengan jabatan barunya ini, Cattanach akan mengelola dan mengawasi operasional pelanggan perusahaan yang ada di Indonesia, menerapkan beberapa strategi bisnis dan meningkatkan hubungan bisnis perusahaan tersebut dengan pelanggan, yang fokus pada inovasi dan kualitas. Secara struktur perusahaan, Cattanach akan melapor kepada Paul Tyler, Head of Asia Pacific dan Japan Nokia.
“Cattanach memiliki track record yang baik dan pengalaman yang luas dalam mendorong solusi pelanggan yang terbaik di kelasnya di Indonesia. Saya menantikan untuk bekerja sama dengan beliau karena kami ingin terus berusaha mendorong momentum bisnis di unit pasar tersebut. Karenanya kami sangat senang dengan penunjukkan dirinya,” kata Paul Tyler, Head of Asia Pacific dan Japan Nokia.
Cattacach sendiri mengakui, meleburnya Nokia dan Alcatel telah memberikan ambisi baru bagi Nokia untuk menguasai industri perangkat telekomunikasi Tanah Air. Ambisi itu bisa dilihat dari sektor penyedia jaringan mobile 4G. Di sektor tersebut, Nokia menduduki peringkat pertama dengan market share atau pangsa pasar sebanyak 29%. “Kami juga menduduki peringkat pertama di sektor fixed broadband dengan market share sebanyak 35%,” kata dia.
Dia bilang, baik Nokia dan Alcatel memiliki pangsa pasar yang tinggi ketimbang kompetitornya, Ericsson atau Huawei. Nokia akan tetap fokus membesarkan bisnisnya. Sejauh ini Alcatel-Lucent dominan di ranah fixed broadband dan klien berasal dari perbankan, pemerintah dan enterprise. Sementara Nokia menyediakan solusi infrastruktur untuk operator mobile.
Perusahaan gabungan Nokia dan Alcatel Lucent ini, menurut Cattanach, juga telah siap dengan berbagai teknologi komunikasi penerus 4G.  Nokia yang menjadi market leader untuk penerapan teknologi LTE ini, bahkan tidak hanya siap untuk menyajikan teknologi jaringan mobile saja, tetapi juga sudah siap dengan teknologi dan layanan IP Connected untuk masyarakat seluruh dunia.
Dengan teknologi 5G, gabungan dua perusahaan besar ini akan membuat konektivitas tanpa batas bagi setiap orang dimanapun mereka berada. Perusahaan akan menyesuaikan dengan teknologi-teknologi komunikasi generasi terbaru, termasuk untuk teknologi cloud dan Internet of Things. Nokia, dengan dukungan finansial yang kuat, sumber daya, dan kemampuannya, memiliki ambisi memimpin industri. Sekitar 106 ribu karyawan Nokia melayani operator dalam telekomunikasi, penyedia layanan, dan perusahaan, serta pemerintah dan warga negara di seluruh dunia. 
Seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/3/), Head of Marketing & Communication PT Nokia Solution and Networks Indonesia, Niko Steffanus Sutikno, mengatakan  dari sisi pengguna, akuisisi yang diumumkan pada 15 April 2015 tersebut juga membuat nilai yang didapatkan pelanggan menjadi lebih tinggi. Portofolio Nokia kepada pelanggan menjadi jadi lebih lengkap. Selain mobile network, pelanggan juga mendapatkan application analytic, IP untuk telko operator dan fixed network. 

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.