Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

DI TENGAH GUNCANGAN

Sri Wulandari

Senin, 21 Maret 2016 - 21:52 WIB

Riset
Riset
A A A

Meski Yahoo! menghadapi guncangan hebat, Mayer tetap yakin akan memimpin Yahoo! Tiga tahun lagi. Mengapa?

Yahoo! Inc tengah diguncang berbagai persoalan. Banyak anak usaha Yahoo yang terpaksa tutup. Seperti pada rumah produksinya yang terpaksa ditutup setelah  mengalami kerugian sebesar US$ 42 juta. Sebelumnya, Yahoo! dikabarkan akan menutup majalah digital sebagai langkah untuk merampingkan perusahaan. Yahoo! juga dilaporkan akan merumahkan sekira 300 karyawan. 
Karena penutupan itu, raksasa internet ini akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekira 300 karyawan pada 18 April 2016. Lebih rinci, sebanyak 128 karyawan di kantor pusat, 46 karyawan di San Francisco dan 60 karyawan di Los Angeles terkena dampak dari langkah PHK tersebut. Perusahaan juga dikabarkan akan menutup kantor Burbank mereka, yang memengaruhi 90 karyawan.
Cukup sampai di situ? Tidak. Karena, pada akhir 2015, terpantau jika tiga core business Yahoo! Inc., yakni Mail, Yahoo.com, dan Search menunjukkan penurunan pengguna dibanding periode yang sama pada 2014. Tentu saja berbagai persoalan yang menerpa Yahoo!, orang yang dituding paling bertanggung jawab adalah sang CEO, Marissa Ann Mayer. Tak heran bila, para investor,  seperti Starboard Value, pun ingin pimpinan berparas cantik itu didepak dari manajemen Yahoo! 
Menghadapi tekanan yang menerpanya, Mayer terkesan tenang. Dia tak gentar menghadapi gugatan para investor tersebut. Ibu tiga anak itu, malah terkesan menantang.  Dia bilang masih ada tiga tahun lagi baginya untuk memimpin Yahoo!. Dan, masih banyak rencana strategis yang akan dia jalankan. “Saya senang memimpin Yahoo!” katanya.  
Tentu saja, Mayer punya senjata untuk mempertahankan posisinya.  Strategi yang dia bocorkan untuk mengembalikan Yahoo! ke trek positif,  di antaranya melakukant ekspansi di sektor mobile serta bisnis video Yahoo!. Dia percaya target itu bisa ia lakukan dengan tim yang ada sekarang. Toh, seandainya dia tak diberi kesempatan untuk melaksanakan strateginya, dia mengaku menghormati keputusan para pemegang saham Yahoo!
Harapan Mayer terhadap Yahoo!  tidak akan pupus . Langkah terbaru yang dilakukan Mayer adalah menambah dua personel untuk jajaran direksi Yahoo!. Pertama adalah mantan bankir, dan kedua adalah mantan Chief Financial Officer (CFO) dari sebuah perusahaan semikonduktor. Mayer kini banyak bepergian untuk memaparkan rencana kerjanya ke depan bersama Yahoo!. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan para pemegang saham bahwa dirinyalah yang pantas menjabat sebagai CEO.
Pernyataan Mayer bahwa dia masih memimpin Yahoo! tiga tahun lagi, muncul setelah sebanyak 40 calon pembeli serius bisnis  inti Yahoo!, menurut sumber kepada Wall Street Journal, pekan lalu. Dengan menyebutkan bahwa Mayer membutuhkan tiga tahun lagi, merupakan taktik sederhana untuk mengusir para pembeli potensial tersebut. Mayer memberikan sinyal bahwa penjualan saham Yahoo bukanlah opsi. 

WANITA KONTROVERSIAL
Mayer memang sosok yang sangat kontroversial. Wajahnya yang cantik memikat banyak orang. Mayer tetap dianggap sebagai salah satu wanita paling powerful di Sillicon Valley. Perempuan kelahiran 30 Mei 1975 di  Wausau, Wisconsin, sebuah kota kecil di Amerika Serikat ini, masa kecilnya diisi dengan berlatih ice skating dan balet. Kecerdasannya sudah terlihat sejak kecil, ia mewarisi kecerdasan dari orangtuanya yang bekerja sebagai teknisi dan guru seni.
Di masa kecilnya, Mayer bercita-cia jadi dokter. Namun sejak kecil ia sudah menunjukkan minatnya pada dunia science dan matematika. Di kampus dia mulai membangun minat di bidang komputer. 
Di Stanford University dia mengambil jurusan sistem simbol dan master di bidang ilmu komputer. Dia kemudian mendapatkan gelar Bachelor of Science dan Master of Science di komputer science, dengan spesialisasi kecerdasan buatan
Setelah menyelesaikan studi S2, Mayer menerima tawaran pekerjaan dari Google pada 1999. Saat interview kerja, Larry Page dan Sergey Brin mengujinya soal ‘kecerdasan buatan’. Ketika itu Google belum menjadi sebesar sekarang. Masuknya Mayer membuat Google mempunyai karyawan perempuan pertama. 
Selama 10 tahun mengabdi di Google, ia terlibat di beberapa proyek Google, termasuk Google Maps, Google Earth, Street View dan Gmail. Dikenal sebagai fashionista, Mayer juga bertanggungjawab pada sebagian besar tampilan Google.
Jabatan tertinggi yang pernah ia sandang adalah Wakil Presiden di bidang Riset Produk, namun ia diturunkan. Setelah menerima perlakuan tak menyenangkan itu, Mayer justru mendapatkan tawaran jadi CEO Yahoo! pada Juli 2012, salah satu kompetitor Google.  Mayer ditunjuk, saat kondisi perusahaan sedang kritis. Tugasnya adalah mengembalikan kondisi keuangan Yahoo!.
Selain aktif sebagai CEO Yahoo! Inc.,  Mayer juga menjabat dewan eksekutif berbagai korporasi dan lembaga,  termasuk salah satu jaaringan waralaba bisnis terbesar di Amerika Serikat, Walmart. Mayer juga terdaftar dijajaran 50 wanita pengusaha paling berpengaruh di dunia versi majalah laris Fortune, Amerika Serikat, selama 5 tahun berturut-turut. Pada pemilihan pertama, atau saat berusia 33 tahun pada 2008, Mayer mencatat sejarah sebagai wanita termuda yang pernah masuk daftar tersebut.
Pada 2009, Mayer kembali menerima dua penghargaan bergengsi, masing-masing gelar Doktor Kehormatan dari Illinois Institude of Technology untuk risetnya di bidang komputer dan kecerdasan buatan, serta dilantik sebagai Woman of the Year versi majalah popular,  Glamour.
Meski seabrek kegiatan dia lakoni, Mayer tetaplah ibu rumah tangga biasa. Dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan. Di rumah, dia menjadi ibu yang baik bagi ketiga anaknya dan menjadi istri yang mengabdi kepada suaminya, yang juga seorang pengusaha, Zachari Bogue. 
“Keluarga dan Yahoo! adalah prioritas utama saya, keduanya membutuhkan perhatian,” ujarnya. 

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 37 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.