Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

DI TENGAH GUNCANGAN

Sri Wulandari

Senin, 21 Maret 2016 - 21:52 WIB

Riset
Riset
A A A

Meski Yahoo! menghadapi guncangan hebat, Mayer tetap yakin akan memimpin Yahoo! Tiga tahun lagi. Mengapa?

Yahoo! Inc tengah diguncang berbagai persoalan. Banyak anak usaha Yahoo yang terpaksa tutup. Seperti pada rumah produksinya yang terpaksa ditutup setelah  mengalami kerugian sebesar US$ 42 juta. Sebelumnya, Yahoo! dikabarkan akan menutup majalah digital sebagai langkah untuk merampingkan perusahaan. Yahoo! juga dilaporkan akan merumahkan sekira 300 karyawan. 
Karena penutupan itu, raksasa internet ini akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekira 300 karyawan pada 18 April 2016. Lebih rinci, sebanyak 128 karyawan di kantor pusat, 46 karyawan di San Francisco dan 60 karyawan di Los Angeles terkena dampak dari langkah PHK tersebut. Perusahaan juga dikabarkan akan menutup kantor Burbank mereka, yang memengaruhi 90 karyawan.
Cukup sampai di situ? Tidak. Karena, pada akhir 2015, terpantau jika tiga core business Yahoo! Inc., yakni Mail, Yahoo.com, dan Search menunjukkan penurunan pengguna dibanding periode yang sama pada 2014. Tentu saja berbagai persoalan yang menerpa Yahoo!, orang yang dituding paling bertanggung jawab adalah sang CEO, Marissa Ann Mayer. Tak heran bila, para investor,  seperti Starboard Value, pun ingin pimpinan berparas cantik itu didepak dari manajemen Yahoo! 
Menghadapi tekanan yang menerpanya, Mayer terkesan tenang. Dia tak gentar menghadapi gugatan para investor tersebut. Ibu tiga anak itu, malah terkesan menantang.  Dia bilang masih ada tiga tahun lagi baginya untuk memimpin Yahoo!. Dan, masih banyak rencana strategis yang akan dia jalankan. “Saya senang memimpin Yahoo!” katanya.  
Tentu saja, Mayer punya senjata untuk mempertahankan posisinya.  Strategi yang dia bocorkan untuk mengembalikan Yahoo! ke trek positif,  di antaranya melakukant ekspansi di sektor mobile serta bisnis video Yahoo!. Dia percaya target itu bisa ia lakukan dengan tim yang ada sekarang. Toh, seandainya dia tak diberi kesempatan untuk melaksanakan strateginya, dia mengaku menghormati keputusan para pemegang saham Yahoo!
Harapan Mayer terhadap Yahoo!  tidak akan pupus . Langkah terbaru yang dilakukan Mayer adalah menambah dua personel untuk jajaran direksi Yahoo!. Pertama adalah mantan bankir, dan kedua adalah mantan Chief Financial Officer (CFO) dari sebuah perusahaan semikonduktor. Mayer kini banyak bepergian untuk memaparkan rencana kerjanya ke depan bersama Yahoo!. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan para pemegang saham bahwa dirinyalah yang pantas menjabat sebagai CEO.
Pernyataan Mayer bahwa dia masih memimpin Yahoo! tiga tahun lagi, muncul setelah sebanyak 40 calon pembeli serius bisnis  inti Yahoo!, menurut sumber kepada Wall Street Journal, pekan lalu. Dengan menyebutkan bahwa Mayer membutuhkan tiga tahun lagi, merupakan taktik sederhana untuk mengusir para pembeli potensial tersebut. Mayer memberikan sinyal bahwa penjualan saham Yahoo bukanlah opsi. 

WANITA KONTROVERSIAL
Mayer memang sosok yang sangat kontroversial. Wajahnya yang cantik memikat banyak orang. Mayer tetap dianggap sebagai salah satu wanita paling powerful di Sillicon Valley. Perempuan kelahiran 30 Mei 1975 di  Wausau, Wisconsin, sebuah kota kecil di Amerika Serikat ini, masa kecilnya diisi dengan berlatih ice skating dan balet. Kecerdasannya sudah terlihat sejak kecil, ia mewarisi kecerdasan dari orangtuanya yang bekerja sebagai teknisi dan guru seni.
Di masa kecilnya, Mayer bercita-cia jadi dokter. Namun sejak kecil ia sudah menunjukkan minatnya pada dunia science dan matematika. Di kampus dia mulai membangun minat di bidang komputer. 
Di Stanford University dia mengambil jurusan sistem simbol dan master di bidang ilmu komputer. Dia kemudian mendapatkan gelar Bachelor of Science dan Master of Science di komputer science, dengan spesialisasi kecerdasan buatan
Setelah menyelesaikan studi S2, Mayer menerima tawaran pekerjaan dari Google pada 1999. Saat interview kerja, Larry Page dan Sergey Brin mengujinya soal ‘kecerdasan buatan’. Ketika itu Google belum menjadi sebesar sekarang. Masuknya Mayer membuat Google mempunyai karyawan perempuan pertama. 
Selama 10 tahun mengabdi di Google, ia terlibat di beberapa proyek Google, termasuk Google Maps, Google Earth, Street View dan Gmail. Dikenal sebagai fashionista, Mayer juga bertanggungjawab pada sebagian besar tampilan Google.
Jabatan tertinggi yang pernah ia sandang adalah Wakil Presiden di bidang Riset Produk, namun ia diturunkan. Setelah menerima perlakuan tak menyenangkan itu, Mayer justru mendapatkan tawaran jadi CEO Yahoo! pada Juli 2012, salah satu kompetitor Google.  Mayer ditunjuk, saat kondisi perusahaan sedang kritis. Tugasnya adalah mengembalikan kondisi keuangan Yahoo!.
Selain aktif sebagai CEO Yahoo! Inc.,  Mayer juga menjabat dewan eksekutif berbagai korporasi dan lembaga,  termasuk salah satu jaaringan waralaba bisnis terbesar di Amerika Serikat, Walmart. Mayer juga terdaftar dijajaran 50 wanita pengusaha paling berpengaruh di dunia versi majalah laris Fortune, Amerika Serikat, selama 5 tahun berturut-turut. Pada pemilihan pertama, atau saat berusia 33 tahun pada 2008, Mayer mencatat sejarah sebagai wanita termuda yang pernah masuk daftar tersebut.
Pada 2009, Mayer kembali menerima dua penghargaan bergengsi, masing-masing gelar Doktor Kehormatan dari Illinois Institude of Technology untuk risetnya di bidang komputer dan kecerdasan buatan, serta dilantik sebagai Woman of the Year versi majalah popular,  Glamour.
Meski seabrek kegiatan dia lakoni, Mayer tetaplah ibu rumah tangga biasa. Dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan. Di rumah, dia menjadi ibu yang baik bagi ketiga anaknya dan menjadi istri yang mengabdi kepada suaminya, yang juga seorang pengusaha, Zachari Bogue. 
“Keluarga dan Yahoo! adalah prioritas utama saya, keduanya membutuhkan perhatian,” ujarnya. 

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.