Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Menembus Pasar Regional

Sri Wulandari

Senin, 28 Maret 2016 - 21:17 WIB

Riset
Riset
A A A

Terpilih sebagai Direktur Utama Bank Mandiri yang baru mengaku mendapat amanah besar. Tiko berencana membawa Bank Mandiri bermain di kawasan regional.

Kartika Wirjoatmodjo akhirnya terpilih sebagai direktur utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan masa jabatan 2016-2019, menggantikan  Budi Gunadi Sadikin yang telah habis masa tugasnya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pengangkatan Kartika sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, karena  dinilai memiliki kredibilitas yang baik dan bisa membawa bank yang identik dengan warna biru itu semakin maju.
Kartika yang karib dipanggil Tiko  berhasil mengungguli  beberapa nama calon di bursa pemilihan dirut Bank Mandiri. ‎Mereka adalah Direktur Treasury & Market Bank Mandiri Pahala N Mansury, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono, dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam. “Ini amanah besar,” ujar Tiko.
Karir pria kelahiran Surabaya, 18 Juli 1973 ini terbilang cemerlang. Sebelum menjabat sebagai dirut, Tiko adalah Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri  yang diangkat dalam RUPST Bank Mandiri pada 2015. Sarjana lulusan  Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1996 memulai karirnya sebagai Konsultan Pajak dan Akuntansi di RSM AAJ, tahun1995 hingga 1996.  
Pada  1996 hingga 1998, Tiko bekerja sebagai Analis Kredit pada Industrial Bank of Japan, Konsultan Senior pada PwC Financial Advisory Services pada 1998 sampai 1999, dan Boston Consulting Group pada tahun 2000 hingga 2003. Tiko kemudian  melanjutkan pendidikan magister di Erasmus University di Rotterdam, Belanda hingga meraih gelar MBA di tahun 2001.
Tiko bergabung dengan Bank Mandiri  pada 2003, dan menduduki posisi sebagai Head of Strategy & Financial Analysis at Strategy and Performance Group. Karirnya  kian menanjak ketika dia diangkat sebagai Group Head.  Pada 2008, Tiko diangkat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas.  Dia pun mengemban tugas khusus untuk melakukan restrukturisasi keuangan dan refocusing bisnis, pasca krisis 2008 di pasar modal.
Selama kariernya, Tiko juga pernah ditempatkan di  Indonesia Infrastructure Finance pada tahun 2011 hingga 2013 yang ditugaskan langsung oleh Menteri Keuangan. Lembaga itu baru dibentuk untuk mempromosikan investasi infrastruktur di Indonesia. Kartika pun akhirnya menjabat sebagai CEO di Indonesia Infrastructure Finance. Tiko juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak ditunjuk oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono  di awal 2014.
Tiko mengaku pasti akan lebih berat dan banyak tantangan untuk membawa Bank Mandiri ini menjadi lebih besar lagi. Tantangan perekonomian ke depan  bakal semakin berat, terutama dari sisi kredit dan likuiditas. Karena itu dia memohon dukungan dari semua stakeholder dan seluruh pemegang saham agar Bank Mandiri dapat berkontribusi lebih besar lagi kepada masyarakat.  Saat ini Bank Mandiri  per 2015 beraset Rp 910 triliun, dengan laba bersih Rp 20,30 triliun dengan harga saham Rp 10.250 per lembar. 

MENCARI PRODUK ANDALAN

Lalu apa yang akan menjadi target Tiko dalam jangka pendek ini? Aku Tiko, dia ingin Bank Mandiri masuk pasar regional Singapura dan Malaysia. Langkah selanjunya, dia ingin Bank Mandiri dapat  mengakuisisi perusahaan jasa keuangan di Malaysia dalam tiga hingga lima tahun mendatang. “Sudah saatnya kita  akuisisi di pasar regional. Itu akan dilakukan secara pararel dan Kementerian BUMN menginginkan kita lakukan itu,” kata dia. “Kita ingin ada kontribusi di kawasan regional yang lebih.” 
Tahap jangka pendeknya, Bank Mandiri akan menyelesaikan proses license. Hal ini tengah dikoordinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). License itu diperlukan agar Bank Mandiri bisa  menambah cabang di Malaysia dan di Singapura. Sehingga nantinya, Bank Mandiri bisa beraktivitas material di sana. “Ini masih cukup awal sehingga akan ada negosiasi juga antara likuiditas dan regionalitas,” katanya.  
Akuisisi yang akan dilakukan oleh Mandiri, bisa beragam macamnya.  Tiko pun akan melihat produk-produk apa yang paling sesuai untuk diakuisisi oleh Mandiri. “Kami mesti cari produk-produk yang bisa jadi produk andalan,” katanya.  
Dari segi permodalan untuk rencana ekspansi Mandiri ke Malaysia dan Singapura, Bank Mandiri sudah memiliki dana sekitar Rp 120 triliun. Dengan selesainya revaluasi aset Mandiri, dana tersebut dapat bertambah sekitar Rp 27 triliun.  Dengan modal sebesar itu, Kartika optimistis rencana ekspansi tersebut dapat terwujud.
Sementara untuk jangka menengah,dia sangat berharap situasi kinerja keuangan atau pasar modal di Indonesia dalam kondisi yang baik. “Banyak hal yang harus saya kawal agar Mandiri menjadi bank pertama yang berkiprah di kancah regional,” tandasnya. 

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…